Tips Membeli Kamera Digital Yang Tepat Bag. 1

ADA TIGA KATEGORI UMUM DIGITAL CAMERA

Sebelum Sobat memutuskan untum membeli kamera digital, Sobat harus tahu terlebih dahulu jenis dari kamera tersebut.

Secara garis besar,kamera digital terdiri dari tiga jenis yaitu:

  • Point dan Shoot,
  • Prosumer, dan
  • dSLR (digital single lens reflex).

Ada juga yang dapat dipertimbangkan masuk ke urutan ke empat dan kelima yaitu:

  • Kamera dengan format menengah dan besar yang dapat dipasang dengan punggung kamera digital yang mengandung sensor digital bukan punggung film, dan
  • Kamera digital pengintai (rangefinder).

 KAMERA DIGITAL POINT AND SHOOT

Kamera Point dan Shoot umumnya ditujukan untuk fotografer amatir yang mengambil gambar dengan melakukan seperti namanya, Kamera ini hanya bertujuan untuk mencari subjek dan menembaknya. Tidak ada pengaturan fokus atau pengaturan kamera lainnya, semuanya dilakukan secara otomatis. Ini adalah jenis kamera digital yang paling populer, dan dapat menghasilkan foto yang lumayan bagus. Namun, kamera ini memiliki fitur yang  sangat terbatas.

Kamera dalam kategori ini biasanya cukup kompak, lebih kecil dari tipe Prosumer dan dSLR, itulah kenapa jenis ini juga dikenal sebagai Compact Kamera. Istilah lain untuk kamera jenis ini adalah “Consumer Camera (Kamera Konsumen)” karena kamera jenis ini menarik bagi konsumen biasa sebagai lawan dari fotografer amatir atau profesional tingkat lanjut atau kamera poket karena dapat masuk kedalam saku sehingga  dapat dibawa kemana saja dan kapan saja. kebanyakan zoom lensa secara otomatis memanjang dari bodi kamera saat kamera dihidupkan. Untuk memilih kamera Point and Shoot yang terbaik sobat bisa lihat di 5 Kamera Poket Digital Terbaik Versi Weddingku Magazine

Oh iya, Kamera ponsel masuk kedalam kategori ini.

 KAMERA DIGITAL PROSUMER (ATAU PRO-AM)

kata ini berasal dari kombinasi kata “Profesional” dan “Konsumen”. Kamera jenis ini ditujukan untuk fotografer amatir yang lebih maju, dan juga kadang-kadang dikenal sebagai Pro-Am “kamera” (dari Profesional dan Amatir).

Kamera prosumer memiliki fitur serupa dengan kamera dSLR, dengan satu pengecualian yang signifikan. Memiliki lensa zoom tetap sebagai lawan dari kemampuan kamera dSLR untuk pertukaran lensa. Kualitas lensa biasanya sangat bagus dan fotografer memiliki lebih banyak kontrol dari pengguna kamera konsumen biasa. Bidikan biasanya dapat dilihat melalui viewfinder optik atau pada layar jendela bidik elektronik. Meskipun fitur-fiturnya yang cukup maju dan lebih canggih daripada kamera Point and Shoot, tapi keunggulannya tidak melebihi kamera dSLR.

Kamera Prosumer lebih besar dan lebih mahal dibandingkan kamera pint and shoot namun lebih kecil dan lebih murah daripada kamera dSLR (lihat perbedaan antara kamera SLR/dSLR dan kamera poket).

 KAMERA DIGITAL SINGLE LENS REFLEX (DSLR)

Catatan: huruf “d” ​​pada dSLR (terkadang ditulis sebagai “DSLR”) diindentifikasikan untuk kamera digital dengan lensa refleks tunggal, sedangkan SLR mengacu pada kamera film tradisional dengan lensa refleks tunggal.

Kamera DSLR adalah tipe yang digunakan oleh fotografer profesional. Kamera ini menyediakan fleksibilitas lebih, fitur dan kontrol yang lebih, pada umumnya menghasilkan gambar dengan kualitas tertinggi. DSLR juga kamera pilihan untuk amatir lanjutan yang ingin serius memiliki kontrol sepenuhnya atas pengalaman mengambil gambar.

dSLR juga termasuk jenis kamera yang paling mahal, tapi dengan alasan yang bagus. dSLR dapat diandalkan, kokoh, berkualitas bagus dan menyediakan fotografer dengan banyak opsi shooting.

Pilihan utama dalam kamera digital adalah dSLR – Kamera yang digunakan oleh profesional dan amatir lanjutan.

Beberapa model dSLR murah juga tersedia, ditargetkan bukan untuk profesional tapi lebih ke arah konsumen amatir tingkat lanjut yang anggarannya masih terbatas, tapi memerlukan pertukaran lensa. dSLR murah sering dijual per paket, yang menggabungkan bodi kamera dan lensa tunggal, ada juga yang menyediakan lensa zoom, dan dapat dibeli di bawah delapan juta rupiah.

Perbedaan yang paling terlihat antara dSLR dan jenis kamera digital lainnya adalah ukurannya yang lebih besar dan kemampuannya untuk bongkar-pasang lensa, sehingga dapat digantikan dengan jenis lensa lainnya. Produsen kamera ini umumnya juga membuat berbagai macam wide angle, tele dan lensa khusus, serta berbagai aksesoris lainnya, seperti flash unit elektronik.

 DIGITAL KAMERA RANGEFINDER (PENGINTAI)

Juara tak terbantahkan dalam kategori ini adalah Leica M9, kamera digital yang tajam luar biasa memiliki sensor bingkai gambar penuh. Rengefinders tidak tidak termasuk jenis kamera dSLR, karena jenis ini tidak memiliki tampilan TTL (through the lens), tapi memiliki “jendela” terpisah, jendela bidik, di mana frame fotografer dan gambar fokus.

 JENIS KAMERA MANA YANG BAIK UNTUK SOBAT?

Sobat mungkin memiliki ide, jenis kamera mana yang akan Sobat pilih setelah membaca uraian diatas. Mengetahui jenis fotografer mana yang akan Sobat ambil biasanya akan mengarahkan Sobat ke jenis tertentu. Bahkan, mungkin Sobat tidak yakin apakah Sobat harus memiliki kamera Point and Shoot atau kamera Prosumer, atau mungkin Sobat dapaT mencari daftar harga dan fitur untuk membantu Sobat memutuskan antara Prosumer dan dSLR. Sudah waktunya bagi Sobat untuk melihat-lihat jenis kamera tersebut dan memeriksa harganya.

LIHAT MODEL KAMERA DIGITAL YANG SOBAT BUTUHKAN

Dengan mengetahui jenis fotograper mana yang akan Sobat ambil dan seberapa banyak ide yang ingin Sobat habiskan, Sobat siap untuk mulai mengecek model kamera yang paling sesuai dengan kebutuhan. Cara termudah untuk memulai melakukan hal itu adalah mengunjungi toko kamera terkemuka dan Sobat telah memiliki daftar belanja. Penjual akan senang untuk menunjukkan kepada Sobat model yang mereka punya untuk memenuhi kebutuhan Sobat.

Sobat harus memegang sejumlah daftar kamera digital sebelum membuat pilihan untuk membeli satu

  • Bawalah buku catatan sehingga Sobat dapat mencatat nama dan harga model kamera yang Sobat inginkan.
  • Mintalah penjual untuk membiarkan Sobat melihat-lihat kamera. Hal ini penting.
  • Apakah ukuran yang tepat untuk kebutuhan Sobat? Apakah Sobat perlu kamera yang muat di saku baju atau tas?
  • Apakah terlalu berat?
  • Bagaimana rasanya di tangan Sobat? Jika tidak merasa nyaman, atau jika kontrol terlalu kecil atau besar untuk jari-jari Sobat, coret  ini dari daftar list Sobat.
  • Apakah menurut Sobat pengontrolannya mudah, atau terlalu rumit?
  • Hidupkan kamera dan lihat melalui jendela bidik. Apakah jendela bidik terlalu kecil? Dapatkah Sobat melihat obyek dan warna dengan jelas?
  • Apakah terlalu banyak refleksi dari monitor LCD?
  • Jika Sobat tidak mengerti bagaimana mengendalikan atau ada yang tidak dimengerti, mintalah penjual menjelaskan dengan rinci sampai Sobat mengerti.
  • Lihatlah buku panduan kamera. Apakah mudah dimengerti dan komprehensif, dengan penjelasan untuk setiap fitur dan bagian pemecahan masalah?
  • Jangan lupa untuk menanyakan garansi. Garansi dapat membedakan antara kamera satu dengan yang lainnya.
  • Mungkin penjual akan menyuruh  Sobat mencoba untuk mengambil gambar atau mereka yang akan mengambil gambar untuk Sobat sehingga Sobat dapat melihat hasilnya.
  • Terakhir, tanyakan tentang kebijakan toko apabila kamera yang dibeli ternyata tidak cocok atau tidak sesuai dengan yang Sobat inginkan Sobat dapat mengembalikan atau menkukarkannya dengan kamera lain. Jika toko tersebut membebankan biaya yang cukup mahal, Sobat mungkin bisa mengunjungi toko-toko kamera lainnya.

Setelah Sobat memeriksa beberapa dan mungkin menemukan tiga atau empat model yang tampaknya sesuai dengan kriteria Sobat, pada tahap ini Sobat tidak perlu mencari terlalu banyak lagi jenis kamera di toko kamera. Tapi, jangan dulu memutuskan untuk membeli. Sobat belum selesai. Sobat ingin memastikan bahwa yang Sobat pilih adalah kamera terbaik untuk Sobat. Ini mungkin tampak konyol bagi Sobat untuk keluar dari toko kamera saat Sobat berpikir Sobat telah menemukan model yang sempurna bagi Sobat, tetapi bersabarlah. Sobat akan menemukan bahwa membeli sesuatu yang berharga bukan hanya dengan perasaan saja tanpa riset yang betul-betul sempurna. Ingat, Pengetahuan adalah kekuatan, jadi mari kita dapatkan riset kita agar Sobat tidak menyesal dikemudian hari.

(bersambung)

Baca juga:


Satu pemikiran pada “Tips Membeli Kamera Digital Yang Tepat Bag. 1

  1. Ping balik: Mengenal Mode White Balance « Weddingku Magazine

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s