Category Archives: Ilmu Photographer

Membuat Design Baligo Untuk Bank Sampah

BS Gamprit (Medium) (2)

Membuat design untuk banner atau baligo sebetulnya bukanlah pekerjaan saya sehari-hari, namun kalau ada teman yang minta bantuan untuk bikin baligo saya nggak akan mampu menolaknya. Yup Setidaknya untuk melatih skill Corel Draw supaya tidak terlalu lupa.

Membuat design baligo memang lebih enak pakai Corel Draw karena ukurannya yang presisi  dan gambar vector yang tidak akan pecah pada cetakan ukuran besar. Bukannya pakai Photoshop tidak bisa, memang untuk membuat design baligo yang lebih banyak efek sih enaknya pakai photoshop, suka-suka saja… tidak ada larangan kok mau buat design baligo di Corel atau Photoshop, belum ada Undang-undangnya…hahaha.

Kali ini teman yang minta bantuan dibuatin design baligo adalah kawan saya dari PT.USSI yang  sedang menggalakan Bank Sampah Indonesia secara online menggunakan aplikasi PINBUK dan VIP Mobile, perkenalkan namanya Lupantui Wiguna atau lebih dikenal dengan kang Ovan.

Perkenalan dari kang Ovan ini yang membawa semangat baru untuk saya ikut juga dalam programnya yaitu membuka Bank Sampah di Kampung saya, hingga akhirnya lahirlah Bank Sampah RESMI (Resik Mandiri) di Kampung saya. www.bsresmi.esy.es

Nah saat itu kang Ovan akan melakukan Grand Opening Bank Sampah GAMPRIT di Bekasi, dan dia minta bantuan saya membuat design baligo untuk bank sampah ukuran 3 x 1 meter, saya hanya tinggal mengerjakan saja karena bahan-bahan sudah disipakan melalui email dan whatsapp. Thanks for Internet.

Tidak ada hal yang lebih membanggakan selain membuat design baligo ini, karena siapa sangka hasil cetakan baligo saya yang dipampang di Bank Sampah GAMPRIT ternyata diliput oleh Trans7 dalam acara Redaksi Pagi… Oh..oh.. hahaha lebay, padahal bukan pertama kali juga sih hasil karya saya  masuk TV.

Intinya sih bukan baligo saya masuk TV,tapi ayo kita gabung dengan kang Ovan  untuk menggalakan Bank Sampah, supaya sampah-sampah di Rumah Tangga atau dilingkungan sekitar bukan dibakar tapi dijadikan uang.

Kalau mau  tahu mengenai Bank Sampah RESMI, kunjungi saja websitenya www.bsresmi.esy.es

Sorry ya Sob, artikel kali ini tidak ada hubungannya dengan fotografi atau album magazine, tapi membuat design baligo juga termasuk dalam dalam design grafis lho.  See You! :)

Tips Dan Teknik Fotografi Lilin

Zaman dulu sebelum lahirnya lampu baterai, kalau lagi mati lampu cahaya yang paling setia menemani kita adalah lilin. Ada keasikan tersendiri kalau sudah main-main dengan lilin, mulai dari menyentuh lilin yang panas (udah tahu panas tapi terus aja disentuh), tetap belajar walau cahaya lilin yang remang-remang atau main-main dengan bayangan di dinding. Kalau Sobat mengalami hal itu, berarti Sobat seumuran dengan saya hehe…

Namun bukan itu yang mau saya bahas hari ini…. Tapi mengenai fotografi lilin, maksudnya adalah memotret dengan subjek lilin atau memotret dalam cahaya lilin yang remang.

Jangan salah Sob, lilin adalah sumber cahaya yang unik dan dapat menghasilkan foto yang menakjubkan, namun memotret pada cahaya lilin tidak semudah yang kita bayangkan, bahkan memang harus banyak melakukan trial dan error.

Untuk itulah saya googling dan mencari referensi bagaimana tips dan teknik fotografi lilin sehingga lahirlah artikel ini.

Ini dia beberapa ide dasar untuk bereksperimen pada fotografi lilin: Read the rest of this entry

10 Hal Yang Sering Ditanyakan Mengenai Underwater Photography

underwatter

“Underwater Love” oleh Anya Berkut

Dengan hadirnya kamera yang memiliki  kemampuan untuk memotret di bawah air, baik kamera Underwater, atau kamera yang menggunakan alat tambahan seperti pelastik anti air. Apapun bentuknya, hal itu telah memacu kreatifitas fotografer untuk menghasilkan gambar di bawah air, bahkan pre wedding underwater pun mulai banyak ditawarkan oleh para fotografer, karena memotret di bawah air ini memiliki tantangan tersendiri.

“Cinta bawah air” ditangkap oleh Anya Berkut (Klik Gambar untuk melihat lebih dari Anya Berkut)

Berikut adalah 10 hal yang sering ditanyakan mengenai underwater phoography: Read the rest of this entry

ALBUM MAGAZINE OR KOLASE, SUDAH MULAI DILIRIK PARA KONSUMEN

sample Album Magazine

sample Album Magazine

Semakin hari, perkembangan teknologi semakin maju, begitu-pun dalam seni  Photography, semakin hari perkembangan konsep photography tersebut semakin modern.

Berbicara masalah konsep Photography, yang mau sedikit saya bahas adalah mengenai  konsep album Photo, dimana konsep ini sebetulnya adalah konsep inti dari dunia photographer apalagi para wedding  photographer.

Bayangkan saja, seharian Sobat memotret sebuah  acara pernikahan, lalu Sobat mengutak-atik gambar hasil jepretan itu, lalu sobat cetak foto-foto tersebut dengan ukuran 3R (9 x 12cm) dan menempelkannya di album yang sebelumnya telah sobat beli.

Itu adalah gaya dulu, mungkin sebelum tahun 2000-an, bahkan sekarang-pun teknik ini masih menjadi pavorite di beberapa daerah terutama daerah perkampungan.

Mungkin sobat pernah mendengar istilah Album Magazine atau Album Kolase?, Ya, Magazine or Kolase, adalah teknik pengalbuman yang terbilang masih baru di Indonesia, namun teknik ini berkembang dengan cepat. Namun saya kurang tahu siapa yang mengawali pembuatan album seperti ini, mungkin diantara sobat ada yang tahu?

Seperti yang saya ungkapkan diatas  kalau dulu album  pernikahan Ortu Sobat, atau mungkin album pribadi Sobat sendiri biasanya bagian keseluruhannya terpisah, antara foto dan album , biasanya sobat menyiapkan album yang akan diisi foto-foto, lalu Sobat mencetak foto-foto tersebut dengan ukuran standar (biasanya 3R atau 4R),  lalu Sobat memasukan satu per satu foto-foto tersebut ke dalam album (bayangkan ada 1000 foto)  selain itu bentuk penyimpanan fotonya-pun tidak bisa variasi lain. Sudah kurang menarik, pekerjaan tersebut melelahkan bukan?

Lalu, mungkin awalnya semua foto terasa lengkap, namun lama-kelamaan foto-foto tersebut mulai hilang satu per satu karena diambil oleh teman Sobat yang ingin mengkoleksi foto Sobat karena dia ada didalam fotot tersebut :D. Dan selang beberapa tahun, foto-foto sobat yang sangat berarti itu hilang, bahkan hancur terkena air.

Kini dengan adanya teknik kolase, Sobat tidak perlu lagi beli album, sobat tidak perlu lagi capek memasukan foto satu per satu kedalam album sobat, bahkan Sobat tidak perlu takut lagi kehilangan foto-foto penting!, kenapa?

Karena dengan teknik kolase, foto-foto sobat sudah di desain sedemikian rupa oleh para desainer plus sobat mendapatkan album magazine (disebut magazine karena bentuknya lebih menyerupai majalah), artinya setelah semua selesai sobat akan mendapatkan album yang menyerupai majalah (tidak ada tempelan) namun desain-nya lebih menarik lagi.

Biasanya album kolase anti air dan  anti jamur, karena selain dicetak dengan kertas kualitas tinggi, foto-foto tersebut juga dilapisi plastik (laminasi), jadi Sobat tidak perlu takut lagi kalau album Sobat kena banjir hehe… :) (lebih…)

4 Hal Yang Mempengaruhi Harga Jasa Fotografer

dslr

DSLR Gear

 

Alkisah ada seorang klien sebut saja namanya Bunga (nama samaran.. hahaha!!) yang mencari jasa fotografer untuk hari pernikahannya, bertemulah mereka dengan Fotografer I sebut saja namanya Sule:

Bunga: “Mas, kira-kira berapa biaya jasa fotografer untuk pernikahan?”

Deny: “1,5 jt saja!”

Bunga: “dapatnya apa saja?”

Deny : “ satu album dan pembesaran ukuran  40×50

Bunga: “Ok dech, makasih…. Nanti aku Tanya dulu calon suamiku ya!”

Setelah itu bertemulah Bunga dengan fotografer II sebut saja namanya Andry:

Bunga: “Mas, kira-kira berapa biaya jasa fotografer untuk pernikahan?”

Andry: “3,5 jt saja!”

Bunga: “dapatnya apa saja?”

Andy : “ satu album dan pembesaran ukuran  40×50”

Bunga: “Wow.. mahal  banget ya? Kok aku nanyain tadi ke fotografer lain dia cuman ngasih 1,5 jt. Dapat satu album sama pembesaran juga!” Read the rest of this entry

Bagaimana Proses Membuat Album Magazine?

Magazine Album

Album Magazine atau Album kolase memang saat ini sedang trend untuk album wedding/prewedding atau fotografi dokumentasi lainnya, walaupun ada beberapa klien juga sich yang masih meminta foto roll (32-35 foto/ roll) karena untuk paket album magazine harganya lebih mahal :D.

Selain cukup mahal, jika Sobat ada rencana untuk membuat Album Magazine untuk klien Sobat, ada beberapa proses yang harus Sobat ketahui, apa saja proses membuat Album Magazine?

  • Saat memotret: jika Sobat berencana ingin membuat album magazine maka saat memotret adalah hal yang menentukan bagaimana supaya hasil jepretan Sobat nantinya menarik saat dimasukan ke album kolase. Ada istilah “insert” dalam pemotretan untuk album magazine, insert ini sebetulnya di istilahkan untuk foto yang berhubungan langsung ataupun tidak langsung dengan subyek. Misalkan dalam pemotretan wedding, Sobat bisa mencari hal-hal yang berhubungan dengan pernikahan seperti cincin pernikahan, pelaminan, kue, makanan, dll.
  • Saat Memilah file: jangan heran ya Sob, jika hasil jepretan Sobat rencananya mau dibuat album magazine, maka Sobat harus membuat lebih banyak jepretan saat memotret. Bahkan ada beberapa fotografer yang senang menggunakan settingan continues/brust pada kamera. Hasilnya bisa ribuan file foto yang nantinya harus Sobat pilih dan pilah menjadi ratusan atau bahkan kurang :D. bagaimana cara memilah file-file tersebut dengan cepat? Nanti WM bahas di artikel selanjutnya.
  • Proses editing/design: Proses ini juga memakan waktu yang cukup lama lho Sob! Apalagi jika Sobat belum mahir menggunakan photoshop karena kalau WM hamper 90% proses editing menggunakan photoshop, wah bisa berabe..hehe!. Tapi saat ini ada software yang bisa membuat foto kolase secara otomatis dari yang gratis hingga yang berbayar. Salah satu software pembuat foto kolase yang gratis yaitu Picasa, coba ulik sendiri lah bagaimana caranya :D.
  • Proses Pencetakan: ini bisa dibilang proses finishing atau proses paling akhir, bagaimana akhirnya hasil editan Sobat di cetak menjadi album magazine. Jika Sobat belum mempunya percetakan sendiri, ini artinya Sobat harus menyiapkan budget untuk mencetak album magazine. Dan Sobat bisa mencari percetakan album magazine di web atau blog. Atau sobat boleh menggunakan jasa WM untuk Mencetak Album Magazine hingga selesai (ups….jadi promosi :D)

Ya mungkin proses membuat album magazine yang WM tahu sih cuman seperti itu, jika Sobat mau menambahkan silahkan isi di komentar.

Semoga bermanfaat :).

MEMOTRET PERTUNJUKAN PENCAK SILAT

Pencak Silat adalah salah satu seni bela diri yang ada di Nusantara dan diakui dunia, termasuk pencak silat yang ada di tataran Sunda, kebetulan di Kampung WM ada pagelaran seni Pencak Silat dalam salah satu acara Syukuran Khitanan. Biasanya jika ada pertunjukan Pencak SIlat, maka perguruan pencak silat lain akan berbondong-bondong datang untuk ikut menyumbang dan menampilkan kebolehannya.

Seni pencak silat biasanya diiringi 2 sampai 3 kendang, satu terompet dan satu goong kecil, si pendekar akan mengikuti alur dan hentakan sesuai dengan suara kendang, karena memang sudah ada pakem dan tata caranya. Kecuali jika ada dua orang yang seolah-olah bertarung, biasanya suara kendanglah yang mengikuti gerakan si pendekar.

Kesempatan ini tidak WM sia-siakan, WM ambil kamera dan langsung mencari moment yang tepat untuk mendapatkan gambar. Ternyata sulit sekali untuk memotret pertunjukan pencak silat, WM coba menggunakan mode continues supaya bisa mendapatkan setiap gerakan.

Pencak Silat-Tarung (2)

Yang paling seru adalah pada pertunjukan terkahir, ada pertarungan para pendekar hingga berdarah, menggunakan senjata golok, tombak, rantai dan tongkat. ngeri sekali memang! Jeritan para penonton membuat suasana semakin tegang, darah-darah becucuran bahkan tombak pun menusuk kepada salah satu pendekar dan ada pendekar yang digorok… wuiiihhh!!.

Pencak Silat-Berdarah (14)

Namun jangan khawatir, semua itu hanya acting. Para pendekar ini adalah orang-orang professional, layaknya actor mereka bermain serius, dan darah-darah yang berceceran hanya darah palsu. Tapi WM menyarankan, saat memotret moment ini lebih baik Sobat agak jauh dari stage karena bisa saja ada senjata yang tidak sengaja terlempat ke penonton, bahkan ada beberapa penonton yang berdarah karena terkena pecahan genting. Untuk itu gunakan lensa yang memiliki FL panjang, supaya Sobat bisa memotret dari jarak jauh :).

Tidak lupa sebelum WM kembali ke rumah, WM mengambil moment diluar keriuhan pertunjukan pencak silat yaitu seorang pendagang kacang tanah, yup! Pedagang kacang tanah adalah salah satu icon pedagang pada acara-acara akbar seperti pertunjukan wayang dan Pencak silat di kampung. Dimana ada wayang dan pencak silat disitu ada pedagang kacang tanah, hehe..

Penjual Kacang Tanah

Penjual Kacang Tanah (2)

Ok Sob,. sampai disini dulu artikel kali ini, jika Sobat mau lihat hasil hunting pencak silat yang lainnya, silahkan lihat disini https://www.flickr.com/photos/chenlinsar/with/16652511329/

Peniup Terompet dari Manchester United

Peniup Terompet MU

Foto ini WM ambil pada saat memotret resepsi wedding di Pagaden-Subang. Subjek adalah seorang peniup trompet sisingaan/singa depok, Sisingaan menjadi ciri khas pada acara-acara besar di Subang seperti pernikahan, khitanan atau acara intansi.

Yang menjadi unik untuk peniup terompet yang satu ini adalah, dia menggunakan baju dengan logo “Manchester United” seolah-olah grup dari sisingaan ini adalah Manchester United (MU) hehe… saya awalnya juga senyum-senyum sendiri.

Bukan bermaksud menghina klub bola yang besar ini, namun justru WM merasa si Peniup Terompet ini adalah fans beratnya MU, Sampai-sampai dia membawa almamater MU untuk kegiatan sehari-harinya :D. Namun inilah khasnya Indonesia, Sobat bisa menemukan orang yang memakai atribut liga-liga nasional sampai internasional dimana saja, dari mall sampai pesawahan. Bahkan,  jika Sobat sering main-main ke kampung banyak sekali warga yang tidak pernah menjadikan mode itu sebagai beban, mereka memakai pakaian hanya untuk menutupi tubuhnya tidak terpikirkan sama sekali mode.

Foto diambil menggunakan Canon EOS 550D lensa 18-55mm dengan settingan f/1.5, speed 1/80 sec., ISO-200 Focal Length 50mm, dan metering mode: spot. Sebetulnya foto ini berwarna, namun WM ubah menjadi monochrome  agar terlihat lebih dramatis.

 

Bagaimana Cara Memotret Bunga ?

Bunga adalah salah satu ciptaan Tuhan yang paling indah, paling banyak disukai orang-orang, juga banyak disukai fotografer sehingga banyak komunitas fotografi bunga di Indonesia yang bermunculan di sosial media seperti Facebook. Karena fotografi bunga adalah salah satu jenis fotografi favorit , Sobat tidak akan sulit untuk mempelajarinya, Sobat tinggal gabung di komunitas fotografi bunga tersebut dan belajar bersama mereka.

Pink and Bokeh

“Pink and Bokeh” (F/4.0 ISO:320 1/1000) oleh Milana Ryan

Jika dilingkungan Sobat tidak menemukan bunga yang bagus, atau Sobat tidak memiliki kebun sendiri, mulai sekarang cobalah menanam bunga dalam pot atau membuat taman kecil, selain sebagai hiasan rumah juga menjadi taman eksperimen fotografi bunga. Read the rest of this entry

WORKSHOP KP-BS: Soft Lighting dan Hard lighting

Bandung, Minggu (23/11/2014)- Komunitas Photographer Bandung Selatan kembali mengadakan workshop, yang kali ini mengambil tema Soft Lighting dan Hard Lighting di MikoMall Kopo yang materinya dibawakan oleh Om Irwan K Tanusondjadja (VISICO) seorang fotografer profesional dari Bandung yang sudah malang melintang di dunia lighting photography.

Tema yang dibahas kali ini sangat menarik, karena lighting atau pencahayaan dalam fotografi sangat penting sekali untuk mendapatkan foto yang baik, itu dilihat dari antusiasme peserta yang hadir betul-betul serius memperhatikan bagaimana Om Irwan langsung mempraktekan teknik soft lighting dan hard lighting ini. Read the rest of this entry