Category Archives: Ilmu Photographer

Bagaimana Proses Membuat Album Magazine?

Magazine Album

Album Magazine atau Album kolase memang saat ini sedang trend untuk album wedding/prewedding atau fotografi dokumentasi lainnya, walaupun ada beberapa klien juga sich yang masih meminta foto roll (32-35 foto/ roll) karena untuk paket album magazine harganya lebih mahal :D.

Selain cukup mahal, jika Sobat ada rencana untuk membuat Album Magazine untuk klien Sobat, ada beberapa proses yang harus Sobat ketahui, apa saja proses membuat Album Magazine?

  • Saat memotret: jika Sobat berencana ingin membuat album magazine maka saat memotret adalah hal yang menentukan bagaimana supaya hasil jepretan Sobat nantinya menarik saat dimasukan ke album kolase. Ada istilah “insert” dalam pemotretan untuk album magazine, insert ini sebetulnya di istilahkan untuk foto yang berhubungan langsung ataupun tidak langsung dengan subyek. Misalkan dalam pemotretan wedding, Sobat bisa mencari hal-hal yang berhubungan dengan pernikahan seperti cincin pernikahan, pelaminan, kue, makanan, dll.
  • Saat Memilah file: jangan heran ya Sob, jika hasil jepretan Sobat rencananya mau dibuat album magazine, maka Sobat harus membuat lebih banyak jepretan saat memotret. Bahkan ada beberapa fotografer yang senang menggunakan settingan continues/brust pada kamera. Hasilnya bisa ribuan file foto yang nantinya harus Sobat pilih dan pilah menjadi ratusan atau bahkan kurang :D. bagaimana cara memilah file-file tersebut dengan cepat? Nanti WM bahas di artikel selanjutnya.
  • Proses editing/design: Proses ini juga memakan waktu yang cukup lama lho Sob! Apalagi jika Sobat belum mahir menggunakan photoshop karena kalau WM hamper 90% proses editing menggunakan photoshop, wah bisa berabe..hehe!. Tapi saat ini ada software yang bisa membuat foto kolase secara otomatis dari yang gratis hingga yang berbayar. Salah satu software pembuat foto kolase yang gratis yaitu Picasa, coba ulik sendiri lah bagaimana caranya :D.
  • Proses Pencetakan: ini bisa dibilang proses finishing atau proses paling akhir, bagaimana akhirnya hasil editan Sobat di cetak menjadi album magazine. Jika Sobat belum mempunya percetakan sendiri, ini artinya Sobat harus menyiapkan budget untuk mencetak album magazine. Dan Sobat bisa mencari percetakan album magazine di web atau blog. Atau sobat boleh menggunakan jasa WM untuk Mencetak Album Magazine hingga selesai (ups….jadi promosi :D)

Ya mungkin proses membuat album magazine yang WM tahu sih cuman seperti itu, jika Sobat mau menambahkan silahkan isi di komentar.

Semoga bermanfaat :).

MEMOTRET PERTUNJUKAN PENCAK SILAT

Pencak Silat adalah salah satu seni bela diri yang ada di Nusantara dan diakui dunia, termasuk pencak silat yang ada di tataran Sunda, kebetulan di Kampung WM ada pagelaran seni Pencak Silat dalam salah satu acara Syukuran Khitanan. Biasanya jika ada pertunjukan Pencak SIlat, maka perguruan pencak silat lain akan berbondong-bondong datang untuk ikut menyumbang dan menampilkan kebolehannya.

Seni pencak silat biasanya diiringi 2 sampai 3 kendang, satu terompet dan satu goong kecil, si pendekar akan mengikuti alur dan hentakan sesuai dengan suara kendang, karena memang sudah ada pakem dan tata caranya. Kecuali jika ada dua orang yang seolah-olah bertarung, biasanya suara kendanglah yang mengikuti gerakan si pendekar.

Kesempatan ini tidak WM sia-siakan, WM ambil kamera dan langsung mencari moment yang tepat untuk mendapatkan gambar. Ternyata sulit sekali untuk memotret pertunjukan pencak silat, WM coba menggunakan mode continues supaya bisa mendapatkan setiap gerakan.

Pencak Silat-Tarung (2)

Yang paling seru adalah pada pertunjukan terkahir, ada pertarungan para pendekar hingga berdarah, menggunakan senjata golok, tombak, rantai dan tongkat. ngeri sekali memang! Jeritan para penonton membuat suasana semakin tegang, darah-darah becucuran bahkan tombak pun menusuk kepada salah satu pendekar dan ada pendekar yang digorok… wuiiihhh!!.

Pencak Silat-Berdarah (14)

Namun jangan khawatir, semua itu hanya acting. Para pendekar ini adalah orang-orang professional, layaknya actor mereka bermain serius, dan darah-darah yang berceceran hanya darah palsu. Tapi WM menyarankan, saat memotret moment ini lebih baik Sobat agak jauh dari stage karena bisa saja ada senjata yang tidak sengaja terlempat ke penonton, bahkan ada beberapa penonton yang berdarah karena terkena pecahan genting. Untuk itu gunakan lensa yang memiliki FL panjang, supaya Sobat bisa memotret dari jarak jauh :).

Tidak lupa sebelum WM kembali ke rumah, WM mengambil moment diluar keriuhan pertunjukan pencak silat yaitu seorang pendagang kacang tanah, yup! Pedagang kacang tanah adalah salah satu icon pedagang pada acara-acara akbar seperti pertunjukan wayang dan Pencak silat di kampung. Dimana ada wayang dan pencak silat disitu ada pedagang kacang tanah, hehe..

Penjual Kacang Tanah

Penjual Kacang Tanah (2)

Ok Sob,. sampai disini dulu artikel kali ini, jika Sobat mau lihat hasil hunting pencak silat yang lainnya, silahkan lihat disini https://www.flickr.com/photos/chenlinsar/with/16652511329/

Peniup Terompet dari Manchester United

Peniup Terompet MU

Foto ini WM ambil pada saat memotret resepsi wedding di Pagaden-Subang. Subjek adalah seorang peniup trompet sisingaan/singa depok, Sisingaan menjadi ciri khas pada acara-acara besar di Subang seperti pernikahan, khitanan atau acara intansi.

Yang menjadi unik untuk peniup terompet yang satu ini adalah, dia menggunakan baju dengan logo “Manchester United” seolah-olah grup dari sisingaan ini adalah Manchester United (MU) hehe… saya awalnya juga senyum-senyum sendiri.

Bukan bermaksud menghina klub bola yang besar ini, namun justru WM merasa si Peniup Terompet ini adalah fans beratnya MU, Sampai-sampai dia membawa almamater MU untuk kegiatan sehari-harinya :D. Namun inilah khasnya Indonesia, Sobat bisa menemukan orang yang memakai atribut liga-liga nasional sampai internasional dimana saja, dari mall sampai pesawahan. Bahkan,  jika Sobat sering main-main ke kampung banyak sekali warga yang tidak pernah menjadikan mode itu sebagai beban, mereka memakai pakaian hanya untuk menutupi tubuhnya tidak terpikirkan sama sekali mode.

Foto diambil menggunakan Canon EOS 550D lensa 18-55mm dengan settingan f/1.5, speed 1/80 sec., ISO-200 Focal Length 50mm, dan metering mode: spot. Sebetulnya foto ini berwarna, namun WM ubah menjadi monochrome  agar terlihat lebih dramatis.

 

Bagaimana Cara Memotret Bunga ?

Bunga adalah salah satu ciptaan Tuhan yang paling indah, paling banyak disukai orang-orang, juga banyak disukai fotografer sehingga banyak komunitas fotografi bunga di Indonesia yang bermunculan di sosial media seperti Facebook. Karena fotografi bunga adalah salah satu jenis fotografi favorit , Sobat tidak akan sulit untuk mempelajarinya, Sobat tinggal gabung di komunitas fotografi bunga tersebut dan belajar bersama mereka.

Pink and Bokeh

“Pink and Bokeh” (F/4.0 ISO:320 1/1000) oleh Milana Ryan

Jika dilingkungan Sobat tidak menemukan bunga yang bagus, atau Sobat tidak memiliki kebun sendiri, mulai sekarang cobalah menanam bunga dalam pot atau membuat taman kecil, selain sebagai hiasan rumah juga menjadi taman eksperimen fotografi bunga. Read the rest of this entry

WORKSHOP KP-BS: Soft Lighting dan Hard lighting

Bandung, Minggu (23/11/2014)- Komunitas Photographer Bandung Selatan kembali mengadakan workshop, yang kali ini mengambil tema Soft Lighting dan Hard Lighting di MikoMall Kopo yang materinya dibawakan oleh Om Irwan K Tanusondjadja (VISICO) seorang fotografer profesional dari Bandung yang sudah malang melintang di dunia lighting photography.

Tema yang dibahas kali ini sangat menarik, karena lighting atau pencahayaan dalam fotografi sangat penting sekali untuk mendapatkan foto yang baik, itu dilihat dari antusiasme peserta yang hadir betul-betul serius memperhatikan bagaimana Om Irwan langsung mempraktekan teknik soft lighting dan hard lighting ini. Read the rest of this entry

Pencahayaan dan Lensa Dalam Fotografi

Pencahayaan dan lensa?, dua element inilah yang paling penting dalam dunia fotografi untuk mendapatkan foto-foto luar biasa, untuk sebagian besar fotografer pemula, kedua hal inilah yang paling banyak dipelajari.

“Melihat dari belakang” oleh Yosa Fiandra | EXIF: f3.5 1/8 iso800

“Melihat dari belakang” oleh Yosa Fiandra | EXIF: f3.5 1/8 iso800

Dalam fotografi untuk mendapatkan foto yang baik kuncinya adalah pencahayaan.Tentu di era digital ini Photoshop dan Lightroom 4 dapat membantu Sobat untuk membuat foto yang biasa saja dapat terlihat lebih baik, namun untuk mendapatkan foto yang luar biasa dan mendapatkan foto dengan kualitas tinggi secara konsisten dengan tujuan komersial, Sobat harus benar-benar menjadi ahli pencahayaan.

Misalnya-untuk memotret outdoor atau landscape, Sobat harus menunggu di lokasi pemotretan, kadang-kadang selama berjam-jam, hanya untuk mendapatkan cahaya yang tepat. Tidak jarang harus merambah hutan atau memanjat tebing yang terjal. Begitupun untuk pemotretan indoor seperti fashion, Sobat jangan hanya merasa puas dengan tiga atau lima point lighting, tetapi terus mencoba teknik pencahayaan baru untuk mendapatkan gambar sesuai dengan yang Sobat harapkan.

Jika pelukis menggunakan catnya untuk mendapatkan lukisan maka fotografer menggunakan cahaya untuk mendapatkan foto yang luar biasa. Untuk mendapatkan pencahayaan yang tepat memang butuh ketelitan sehingga terkadang membosankan, hal inilah kenapa beberapa fotografer malas mempelajarinya. Read the rest of this entry

Tips Fotogarfi Cahaya Rendah/Low Light Tanpa Menggunakan Flash

Memang betul ya Sob, betapa sedikit yang diketahui tentang fotografi cahaya rendah/low light dan mengapa banyak gambar yang hancur ketika lingkungannya terlalu gelap. Bahkan banyak orang yang rela membeli kamera mahal agar masalah low-light ini terpecahkan. Namun apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah itu? WM rasa tidak!

"Sunset di St.Petersburg" oleh Natalia Kryzhanovskaia

“Sunset di St.Petersburg” oleh Natalia Kryzhanovskaia

Yang paling penting adalah memahami kenapa hasil jepretan kita bisa terlihat buruk pada cahaya rendah. Pada artikel kali ini, WM akan sedikit berbagi ilmu yang didapat dari fotografer profesional untuk memahami mekanika pada fotografi cahaya rendah dan mencari solusi sederhana untuk masalah ini. Mudah-mudahan setelah membaca artikel ini kita bisa memotret dalam cahaya rendah sekalipun tanpa menggunakan flash.

  1. Memahami Mengapa Foto Menjadi Jelek Dalam Cahaya Rendah

Cahaya sangat diperlukan dalam fotografi. Sebagai contoh adalah ketika Sobat memotret anak-anak yang sedang bermain di halaman rumah di pagi hari yang cerah, hasil jepretan-nya terlihat luar biasa kan? Itu karena pagi hari yang cerah kaya akan cahaya, dan cahaya matahari pagi adalah cahaya natural yang baik untuk fotografi, Mungkin kelihatannya tidak ada masalah dalam hal ini.

Tapi bagaimana jika Sobat memotret di dalam ruangan yang gelap, seperti ruangan dengan lampu redup atau ruangan yang hanya ada penerangan lilin? Mungkin gambar akan terlihat kabur dan jelek. Hal ini terjadi karena terlalu sedikit cahaya masuk ke kamera. Apa yang kita butuhkan untuk mendapatkan gambar yang bagus adalah harus lebih banyak cahaya yang masuk ke kamera – itulah kenapa kita selalu menggunakan flash light!

Tapi tunggu … dengan flash light, subjek terlihat lebih terang. Sehingga subjek terlihat terlalu menonjol dibandingkan dengan yang lainnya.

Jadi apa yang akan Sobat lakukan? Mari kita asumsikan Sobat ingin menghindari cahaya keras dari flash dan berniat untuk tidak menggunakannya. Bagaimana Sobat bisa mendapatkan banyak cahaya untuk mendapatkan gambar yang baik dan jelas? Nah, solusinya adalah dengan ISO.

Foto yang diambil oleh Don Heffern II

Foto yang diambil oleh Don Heffern II

  1. Memahami ISO

Apa itu ISO?. ISO adalah ukuran sensitivitas kamera terhadap cahaya (Baca Mengenal ISO Dalam Fotografi). Dulu, sebelum kamera digital hadir ditengah-tengah kita, Senior fotografer analog jika ingin film yang lebih peka cahaya, mereka benar-benar harus mengganti film pada kamera sebelum mereka melakukan pemotretan. Mungkin diantara Sobat-sobat masih ada yang ingat dengan hari-hari itu?

Hampir semua kamera digital memiliki ISO. Dan biasanya ISO didefinisikan dalam kisaran ratusan 100, 500, 800, dll

Dan inilah aturan penting yang harus diingat. ISO yang tinggi pada pengaturan kamera memungkinkan lebih banyak cahaya yang akan diambil pada sensor kamera. Ini dapat memecahkan masalah low light yang Sobat hadapi. Namun, kelemahan menggunakan ISO ini adalah gambar yang ditangkap kamera Sobat akan mendapatkan peningkatan noise. Sehingga hasil jepretan Sobat menjadi sedikit kasar.

Apa artinya ini bagi mereka yang memotret di cahaya rendah dan tidak ingin mengaktifkan flash? Yah, jelas – mendongkrak ISO maksimal. Sobat akan mendapatkan beberapa gangguan pada hasil jepretan – tapi hari ini, kita dapat memanfaatkan software pengolahan digital untuk memperbaikinya.

3 Tips lain Untuk Memotret Cahaya Rendah

Singkatnya, untuk memotret dengan lebih baik dalam kondisi cahaya rendah tanpa menggunakan flash,yaitu mengatur setting ISO ke bagian yang lebih tinggi dari jangkauan. Juga, mengatur kamera ke Aperture Priority dan menetapkan f-stop yang memungkinkan lebih banyak cahaya yang masuk ke dalam kamera (aperture besar). Hal ini juga membantu Sobat untuk memotret dalam mode RAW sehingga Sobat dapat menangkap detail maksimal dalam pemotretan (tidak ada kompresi pada gambar yang diambil).

"Stay Connect" ditangkap oleh nikon ian

“Stay Connect” oleh nikon ian

Dan inilah trik untuk menghilangkan noise yang dihasilkan dari ISO tinggi – yaitu menggunakan software seperti Noise Ninja untuk memperbaikinya. Noise Ninja sangat efektif dalam mengurangi noise pada gambar. Kalau Sobat butuh Noise Ninja, boleh hubungi saya :)

Jadi sekarang Sobat tidak perlu ragu lagi memotret dengan ISO tinggi pada cahaya rendah. Selamat mencoba!

Sumber: photographyschool.com

Tips Fotogarfi Cahaya Rendah/Low Light Tanpa Menggunakan Flash

Memang betul ya Sob, betapa sedikit yang diketahui tentang fotografi cahaya rendah/low light dan mengapa banyak gambar yang hancur ketika lingkungannya terlalu gelap. Bahkan banyak orang yang rela membeli kamera mahal agar masalah low-light ini terpecahkan. Namun apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah itu? WM rasa tidak!

"Sunset di St.Petersburg" oleh Natalia Kryzhanovskaia

“Sunset di St.Petersburg” oleh Natalia Kryzhanovskaia

Yang paling penting adalah memahami kenapa hasil jepretan kita bisa terlihat buruk pada cahaya rendah. Pada artikel kali ini, WM akan sedikit berbagi ilmu yang didapat dari fotografer profesional untuk memahami mekanika pada fotografi cahaya rendah dan mencari solusi sederhana untuk masalah ini. Mudah-mudahan setelah membaca artikel ini kita bisa memotret dalam cahaya rendah sekalipun tanpa menggunakan flash. Read the rest of this entry

Bagaimana Memotret Burung Terbang Di Studio?

Sudah lama ni nggak posting Sob, maklum saking banyak order jadi nggak sempet bikin artikel hehe :D (Nyombong ceritanya), semoga Sobat-sobat tetep setia ya baca artikel WM atau sekedar liat-liat album magazine.

Memotret burung terbang di alam liar mungkin sudah biasa ya Sob?, namun bagaimana memotret burung yang terbang di dalam studio? Inilah yang di lakukan seorang fotografer profesional Jon Meyers ketika salah satu rumah sakit hewan di Oregon, Amerika Serikat (Cascades Raptor Center) ingin memperbarui gambar elang mereka. Apa yang dilakukan Jon Meyer ini terbilang unik karena memotret hewan liar di dalam studio bukanlah hal yang mudah.. :D Yuk kita tonton videonya Sob:

Read the rest of this entry

Album Magazine Ukuran 20×30 landscape – WeddingkuMagazine

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Thanks to Yoga-Cimahi telah mempercayai WM untuk mendesign dan mencetak hasil jepretannya :D

buat Sobat-sobat yang mau cetak, silahkan download dulu pricelistnya disini