Bagaimana Cara Menjadi Photojournalist?

Memiliki akses khusus ke beberapa acara politik atau budaya yang sedang trend di Negara kita merupakan hal yang istimewa, karena tidak semua fotografer dapat melakukannya, itulah pekerjaan fotografer wartawan atau lebih dikenal dengan Photojournalist. Merekalah yang biasa mendokumentasikan saat-saat moment bersejarah. Jadi bagaimana fotografer baru bisa masuk pada acara eklusif itu dan bagaimana rasanya?

Gino Santa Maria, seorang photojournalist veteran yang telah bekerja di dalam demonstrasi politik, demonstrasi besar lebih dari satu dekade membagikan tips dan ceritanya mengenai profesinya seperti dilansir Picturecorrect.com

  FJ1

BAGAIMANA MEREKA YANG TERTARIK DALAM FOTOJOURNALISME DAPAT MEMULAI? ADA SARAN?

Sebagai permulaan, hadirilah acara politik dan budaya lalu mulailah mengambil gambar editorial atau video dari acara tersebut. Kemudian kirimkan hasilnya ke organisasi jurnalistik ternama lalu jadilah anggotanya. Saya tergabung dalam National Press Photographers Association (NPPA). Entitas ini untuk melindungi hak hukum Anda sebagai jurnalis, akan berkontribusi pada pendidikan Anda, dan memberikan informasi yang tak ternilai di bidang Anda. Bagian kita adalah mematuhi standard integritas jurnalistik yang tinggi dan harus tetap menjadi anggota sehingga memiliki reputasi baik dengan organisasi-organisasi ini.

Begitu Anda mendapatkan mandat untuk menjadi Press Photographer, pintu akan terbuka untuk Anda dan memberi Anda akses pada acara yang berbeda-beda. Namun perlu dicatat, bahwa hanya karena Anda memiliki kredensial media tidak berarti Anda memiliki akses gratis ke acara politik, sosial, atau olahraga. Sebagian besar acara mengharuskan Anda mendapatkan kepercayaan untuk acara tertentu. Anda harus memberikan informasi tentang diri Anda, tunjukan kredensial media regular Anda, outlet media yang Anda wakili dan dapatkan keamanan saat memasuki acara.

APA YANG MEMBEDAKAN PHOTOJOURNALIS DENGAN JENIS FOTOGRAFI LAN?

Keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi fotografer jurnalis berbeda daripada jenis fotografi lainnya. Terkadang, Anda bisa menggunakan lampu flash, namun karena media riser biasanya berjarak beberapa ratus kaki dari area panggung, biasanya hanya menggunakan lampu/cahaya yang ada untuk digunakan.

FJ2

Seorang photojournalist juga harus ingat bahwa salah satu alasan Anda berada disana adalah untuk menceritakan kegiatan. Keluarkan kreatifitas Anda dengan jepretan yang berbeda-beda untuk menjawab komunikasi empat “Ws”: What (apa), When (kapan), Where (dimana), Why (kenapa). Gunakan keterangan deskriptif yang membantu pertanyaan tersebut.

Pastikan Anda melaporkan apa yang Anda lihat. Jangan tampilkan apapun melalui kaca pandangan politik atau pribadi Anda. Buatlah untuk Cover Story jangan menafsirkannya.

APAKAH ANDA MEMILIKI SARAN UNTUK JENIS KAMERA / PERALATAN YANG BAIK UNTUK PHOTOJOURNALIST YANG HARUS DIMILIKI? ALAT ATAU PERANGKAT LUNAK LAINNYA?

Untuk memotret dengan hasil yang berkualitas, peralatan yang baik sangat penting. Saya biasanya menggunakan dua kamera: A Nikon D4 dengan lensa 24-70mm f/2.8G AF-S dan Nikon D5 dengan lensa Zoom 70-200mm F-2.8G ED-IF AF-S VR. selain itu, saya memiliki sabuk pengaman yang mudah digunakan dan menyimpan lensa Zoom VR 200-200 f/2.8G ED-IF AF-S VR.

FJ3

Untuk fotografi semacam ini (Photojournalist), Photoshop sangat sedikit digunakan. Pekerjaan editorial tidak dapat diedit atau diubah dengan cara apa pun. Mungkin hanya mengkoreksi sedikit tingkat warna dan kecerahan, tidak lebih. Anda tidak boleh mengkloning, mengubah, atau bahkan memotong gambar. Jika Anda melakukannya Anda beresiko kehilangan kredensial dan reputasi Anda di industri ini.

DARI SEMUA PERISTIWA POLITIK YANG PERNAH ANDA POTRET, APA SAJA YANG PALING MEMBUAT ANDA BERKESAN?

Ketika saya pertama kali memotret acara sebagai anggota media, saya benar-benar tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya ingat saat tiba di lokasi demonstrasi kekerasan dan mendekati sebuah gedung yang terbakar dan dikelilingi oleh pita polisi kuning dengan peringatan “Police – Do not Enter.” Di sisi lain pita polisi itu ada hampir semua media yang sedang melakukan siaran langsung. Dengan kartu pengenal press yang disematkan di dada, saya bertanya kepada seorang perwira polisi yang sedang memegang tali anjing gembala Jerman yang terbesar yang pernah saya lihat, apakah tidak apa-apa jika saya melintasi pita kuning itu?. Dia melihat kredensial media saya lalu menatap saya dan berkata: “Duh, Anda dari media, bukan?”

Sejak saat itu, saya tumbuh lebih percaya diri dan efisien dalam meliput sebuh kejadian, dan jika saya tidak mengetahui sesuatu, saya bertanya kepada salah satu fotografer sesama saya dan mereka hampir selalu bersedia membantu dan memberikan panduan.

FJ4

APAKAH ADA KATA-KATA BIJAKSANA TERAKHIR?

Menjadi seorang fotografer jurnalistik yang kreatif bukan untuk menjadikan Anda lemah hati. Jika Anda bersemangat dengan apa yang Anda lakukan, maka semua akan terasa seperti liburan dan mimpi yang menjadi kenyataan. Jangan berhenti belajar. Cobalah berbagai hal, ketahuilah peralatan Anda. Ikuti gairah Anda.

Tentang Penulis

Gino Santa Maria adalah photojournalist professional dan fotografer untuk Dreamtimes

Iklan

Novia & Arya Wedding Reception (Design Kolase)

1 copy copy
Seserahan & Lengser
2 copy copy
Seren Sumeren
3 copy copy
Akad
4 copy copy
Penyerahan Mas Kawin
5 copy copy
Sungkeman
6 copy copy
Saweran
7 copy copy
Resepsi
8 copy copy
Pose 1
9 copy copy
Pose 2
10 copy copy
Pose 3

Lokasi : Rancasabir, Baleendah-Bandung

Video Tutorial: TIPS MENGGUNAKAN TALI PANCING UNTUK TRIK FOTOGRAFI

 Menjadi seorang fotografer memang harus dituntut kreatif, seorang fotografer harus siap menghadapi situasi apapun yang mungkin akan terjadi pada saat pemotretan. Dan jika Sobat memiliki kreatifitas sebetulnya Sobat tidak perlu memberi peralatan tambahan yang harganya mungkin tidak murah. Contohnya Sobat bisa menggunakan tali pancing yang kokoh untuk membantu Sobat mendapatkan gambar yang luar biasa.

Hah, Tali pancing? Bagaimana membuat foto dengan menggunakan peralatan tambahan tali pancing, untuk apa?.

Supaya Sobat tidak bingung, lebih baik tonton video tips menggunakan tali pancing untuk trik fotografi di bawah ini: Continue reading “Video Tutorial: TIPS MENGGUNAKAN TALI PANCING UNTUK TRIK FOTOGRAFI”

7 Tips Fotografi Minimalis Yang Menarik (Video Tutorial)

Ingin membuat foto minimalis dan modern sendiri untuk halaman blog atau media sosial? Kali ini  Jenny Mustard menunjukkan tujuh cara mudah untuk membuat dan memotret foto minimalis. Tip-tips ini sangat bermanfaat jika Sobat perlu membuat foto menarik dan eye-catching untuk blog atau bahkan foto Instagram Sobat:

1. MASUKAN SESUATU YANG ORGANIK

Jika Sobat mengambil gambar yang memiliki banyak benda mati, tambahkan benda hidup sederhana, seperti tanaman, untuk menciptakan estetika alami.

 7 Tips Fotografi Minimalis_1

2. GUNAKAN GAYA SIMETRIS

Melihat gambar yang rapi akan memanjakan mata

 7 Tips Fotografi Minimalis _2

3. JUGA GUNAKAN A SIMETRIS

Sobat tetap bisa memposisikannya dengan rapi, tapi tidak semuanya harus simetris untuk menarik. Termasuk ruang negatif pada foto benar-benar bisa mengeluarkan subjek.

 7 Tips Fotografi Minimalis _3

4. ATUR CAHAYA BACKGROUND

Turunkan saturasi dan atur cahaya background untuk memberi kesan ketenangan.

 7 Tips Fotografi Minimalis _4

5. MEMBUAT LEBIH CERAH

Potret dengan background polos putih, untuk membuat warna-warna lebih cerah.

 7 Tips Fotografi Minimalis _5

6. sEsuaikan warna

Jika Sobat memiliki warna subjek yang sama, Sobat dapat menetralisirnya dengan menggunakan nada yang serupa. Cat latar / background agar sesuai dengan warna pada foto.

 7 Tips Fotografi Minimalis _6

7. BERPIKIR DI LUAR FRAME

Tidak semua subjek yang Sobat potret harus berada dalam bingkai. Terkadang, Sobat dapat membuat intrik dengan memilih bagian dari subjek Sobat di luar bingkai.

 7 Tips Fotografi Minimalis _7

Ini hanya beberapa tips saja untuk Sobat- sobat yang ingin membuat  gambar minimalis untuk. Jika Sobat punya ide sendiri,  ayo sharing di komentar di bawah ini! WM selalu senang mendengar gagasan baru dan tips yang menginspirasi!

 

Sumber Foto: http://www.PictureCorrect.com

5 Tips Memotret Matahari Terbenam (Sunset)

Kalau Sobat senang memotret matahari terbenam (sunset), mungkin 5 tips dibawah ini bisa membantu Sobat untuk mempercantik hasil jepretan sunset-nya:

5 Tips Memotret Matahari Terbenam_1
foto oleh Tobias Van Der Elst
  1. SELALU SIAP siaga

Waktu saat matahari terbenam bervariasi, tergantung dimana Sobat tinggal. Namun untungnya sekarang ada aplikasi gratis untuk mengetahui kapan dan disebelah mana matahari terbenam akan turun, nama apliaksi tersebut adalah a sunset time up. Dengan aplikasi ini Sobat sudah tahu dan bersiap siaga saat matahari akan tenggelam.

Sobat harus banyak meluangkan waktu untuk memotret  setiap sore, sampai Sobat menguasai semua teknik memotret sunset.

  1. GUNAKAN TRIPOD

Untuk memotret sunset, tentu saja Sobat harus memperhitungkan tingkat horizontal pada kamera agar kamera pada posisi yang benar dan tidak miring. Untuk itu Sobat memerlukan tripod, sehingga Sobat mengatur level horinzontal sesuai kebutuhan Sobat sebelum waktu matahari turun. Nah, jika Sobat belum punya tripod, mulai sekarang Sobat harus memikirkan untuk punya alat yang satu ini. Continue reading “5 Tips Memotret Matahari Terbenam (Sunset)”

Prewedding Rio & Fanny – Barusen Hills

_MG_7529 edit copy

Seperti yang sebelumnya WM pernah bahas mengenai Barusen Hills (JJS di Waterboom Barusen Hills)  akhirnya kesampaian juga WM Pre-wedding di Barusen Hills.. hehe.

Kali ini Klien WM bernama Rio-Fanny, dua sejoli ini berasal dari Cirebon (Wuiih..jauh-jauh dari Cirebon datang ke Bandung.. xixixi). Mereka minta rekomendasi WM untuk mencarikan tempat prewedding yang bagus dan murah di Bandung , mengingat tempat pre-wedding di bandung sekarang harganya mulai kenceng-kenceng :D.

Coabalah WM tawarkan Barusen Hills, karena untuk harga prewedding disana lumayan murah lah dibandingkan di tempat lain, atau boleh di katakan masih murah. Karena biasanya kalo sudah rame dipake Pre-wedding harganya tiba-tiba suka mahal.

Prewedding di Barusan Hills terakhir WM Prewedd di sana (bulan Maret 2017), harganya Rp.350.000 (semua fasilitas & diberi tempat ganti pakaian/rest room), dan Allhamdulillah saat WM prewedding disana, fasilitas untuk prwedd sudah lumayan banyak, tinggal pintar-pintar aja cari SPOT.

Nah buat Teman-teman FG atau Sobat-sobat yang mau prewedding disana, lebih baik cepet-cepet dech sebelum harganya naik. WM mah ngasih tahu aja, soalnya seperti yang sudah-sudah, makin rame biasanya makin mahal… hehehe

_MG_7514 edit copy_MG_7560 edit copy_MG_7555 edit copy_MG_7531 edit copy

Oh iya selain Prewedding di Barusen Hills, Rio & Fanny juga Prewedding di Kebun teh Rancabali, Gereja Katerdal Bandung & Jalan Braga (prewedding dari subuh ampe tengah malem).

Untuk gambar lainnya silahkan kunjungi ALBUM FOTO Pre-wedding Rio-Fanny

Mau Prewedding di seputaran Bandung? silahkan lihat paketnya di PREWEDDING PACKAGE

 SHORT-CLIP PREWEDDING RIO-FANNY

Bagaimana Memberikan Efek Backlight Pada Potret Wide Angel

Potret wide angel digunakan para fotografer untuk mendapatkan gambar secara keseluruhan hingga terlihat lebih lebar dan lebih indah. Namun, jika ada subjek yang relatif kecil akan terlihat samar karena tertutup latar belakang yang luas.

SLR Longue membuat video merinci bagaimana backlighting akan membuat subjek lebih terlihat indah dengan menambahkan efek atmosfir berdasarkan lingkungan disekitarnya

1. Menempatkan kamera untuk komposisi.

Menempatkan kamera dalam posisi yang tepat untuk menekankan suasana lingkungan. Misalnya, tripod diposisikan didekat air untuk menangkap gerakan dan jalur air yang mengalir.

2. Atur poisi Subyek.

Bimbing subjek menuju spot/area yang telah ditentukan, berikan waktu kepada mereka untuk menikmati suasana, sementara kita menyiapkan semua peralatan untuk memotret.

wide angel backlight
Photo from picturecorrect.com

3. Set ambient eksposur.

Sebelum menambahkan flash, atur scene agar sesuai dengan yang kita inginkan. Mulailah dengan mengarut shutter speed untuk menangkap gerakan, dan kemudian mengatur aperture dan ISO untuk eksposur yang diinginkan.

4.Tempatkan posisi cahaya.

Atur backlight pada area yang diinginkan dalam kaitannya dengan subjek kita.

foto backlight
Photo from picturecorrect.com

5. Set itu flash untuk menambahkan ambient flash efek yang diinginkan.

Untuk backlighting, fotografer dapat menggunakan peralatan mulai dari flash yang termurah hingga yang termahal. Pilihan jenis flash tergantung pada anggaran kita dan backlighting yang diinginkan. Manfaat menggunakan peralatan yang lebih baik akan mendapatkan peningkatan daya, kehandalan, dan tentu saja lebih tahan lama.

backlight dapat membuat subjek menjadi lebih idah dan mengubah gambar kita dari yang biasa menjadi luar biasa.”

Selamat mencoba 🙂

Pre Wedding Novia & Aria

Ini dia beberapa foto-foto Pre wedding Novia & Aria yang sudah WM edit sebagian.  Pemotretan Pre wedding ini dilakukan di dua tempat yaitu di Cikoneng – Bojong Soang, Kab. Bandung dan di Kampung Batu-Malakasari Kab. Bandung.

img_9920-5r
Novia & Aria take a shoot at Cikoneng, Bojong Soang – Kab. Bandung

Untuk Izin lokasi Pemotretan di Cikoneng Gratis, di Kampung Batu Rp.600.000 (fasilitas ; semua spot di Kampung Batu & Gazebo) , untuk info Paket Prewedding silahkan klik DISINI!

img_7154edit-5r

Novia & Aria take a shoot at Cikoneng, Bojong Soang – Kab. Bandung

img_7209-5r

Novia & Aria take a shoot at Cikoneng, Kampung Batu, Malakasari – Kab. Bandung

img_7280edit-5r

 

Novia & Aria take a shoot at Cikoneng, Kampung Batu, Malakasari – Kab. Bandung

img_9871-5r

Novia & Aria take a shoot at Cikoneng, Bojong Soang – Kab. Bandung

img_9904-5r

 

Kedua pasangan ini akan melaksanakan pernikahan di tanggal 5 Maret 2017, do’akan ya Sob untuk mereka semoga acara pernikahannya sukses!

Terima kasih untuk Novi & Aria telah mempercayai WM untuk mengabadikan moment indahnya, Semoga kalian menjadi pasangan yang langgeng hingga akhir hayat. Aamin.

Sovian Ch.

CP WA: 087722539267

 

 

 

 

Tekstur dalam Fotografi

 Ada tiga aspek komposisi yang sangat penting dalam fotografi tekstur yaitu: Contrast (kontras), curves (kurva), dan patterns (pola). Dengan memperhatikan tiga aspek tersebut pasti Sobat dapat membuat foto tekstur Sobat lebih  bersinar. Tidak percaya? Coba aja Sob.

tekstur dalam fotografi
“Gajah” ditangkap oleh Colby Johnson (Klik Gambar untuk melihat lebih dari Colby Johnson)

Ada dua jenis utama dari kontras. Yang pertama adalah kontras tonal (tonal contrast). Yang kedua adalah kontras warna (color contrast). Kedua jenis kontras dapat digunakan secara efektif pada gambar tekstur.

Ada dua metode dasar untuk menggunakan kontras pada foto tekstur. Salah satu caranya dapat menggunakan kontras dalam tekstur itu sendiri. Titik kuncinya adalah bahwa kontras dapat meningkatkan detail dalam tekstur dan membuatnya menonjol. Untuk itu, salah satu trik untuk membuat fotografi yang menarik dimulai dengan dengan objek yang memiliki kontras yang baik. Hal ini seharusnya tidak terlalu menantang karena ada banyak benda seperti itu dimana-mana. Salah satu contoh adalah formasi batuan dengan lapisan multi-warna.

Cara yang  kedua untuk memanfaatkan kontras adalah untuk memilih background yang kontras dengan area bertekstur yang berfungsi sebagai subjek. Bila ini dilakukan, area  bertekstur akan menonjol dan akan menarik perhatian.  tujuan dari metode ini adalah untuk menampilkan objek dengan background kontras pada tone atau warna.  Anggur hijau merambat pada dinding putih adalah contoh yang bagus untuk menggunakan metode ini.

Jadi, jika Sobat ingin membuat gambar tekstur yang eye-catching, mulailah untuk menemukan obyek dengan kontras yang baik; kemudian, terangi dengan cahaya dari samping.

Tekstur juga sering dapat mengambil bentuk kurva. Kurva ini sangat efektif digunakan untuk tujuan komposisi. Ketika hal ini terjadi, kurva cenderung jatuh ke dalam salah satu dari dua kategori: leading curves dan non-leading curves .

Tujuan dari leading curves adalah untuk mengarahkan mata viewer. Umumnya, leading curves mengarahkan perhatian viewer atau penikmat foto ke pusat subjek pada  gambar. Subjek diperkuat sebagai hasilnya. Kurva pada kawat di bunga yang mengarah ke pusat bunga adalah salah satu contoh penggunaan kurva ini.

Non-leading curves tidak mengarahkan mata viewers ke pusat subjek. Peran non-leading curves ini berfungsi untuk menambahkan konten baik secara emosional atau informasi ke foto tekstur. Lihatlah pola yang terbentuk oleh pakis untuk melihat contoh yang baik dari non-leading curves.

Tekstur Dalam Fotografi
“Pakis” ditangkap oleh liz barat

Ketika menggunakan kurva, sangat penting untuk menggunakan kurva yang bekerja selaras dengan gambar untuk mengkomunikasikan titik utama dari gambar.

Pattern atau Pola seringkali sangat efektif dalam menonjolkan subjek. Di sisi lain, orang yang melihat foto akan dengan cepat bosan jika pola terlalu sederhana. Oleh karena itu, kita harus sedikit kreatif menggunakan pola jika kita tidak ingin membuat mereka bosan. Ada dua pendekatan untuk menggunakan pola tekstur yang dapat menciptakan pola yang lebih menarik. Pendekatan beberapa pola dan pematahan pola.

Cara pertama adalah dengan menggunakan dua atau lebih pola dalam gambar yang sama. Namun, pola harus digunakan dengan cara memperkuat kedua pola. Contohnya adalah jepretan bunga secara close-up di mana pola tekstur pusat bunga cocok dengan pola tekstur pedal.

Pilihan lainnya adalah untuk mematahkan pola tekstur. Hal ini biasanya dilakukan dengan menempatkan objek ke dalam pola. Sebuah batu diantara semanggi adalah contoh yang baik dari pematahan pola.

Salah satu cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan aturan komposisi (seperti aturan pertiga atau segitiga emas) dalam menempatkan objek.

Teksur dalam fotografi
Foto yang diambil oleh Alex Lewis (Klik Gambar untuk melihat lebih dari Alex Lewis)

Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat untuk untuk menciptakan foto tekstur, tapi ini baru awal. Ada lebih banyak informasi yang tersedia tentang bidang tekstur fotografi. Selalu ingat, semakin Sobat menguasai, semakin baik gambar yang Sobat buat. Selamat mencoba.

Tentang Penulis:

Artikel ini ditulis oleh Ron Bigelow, Discovering Texture Photography . Beliau telah menciptakan sumber daya yang luas dari artikel ini untuk membantu mengembangkan keterampilan fotografi. Mohon maaf jika translate-nya kurang jelas 🙂