BLOG

Featured

WM Blog Untuk Fotografer & Designer Foto

backup_of_logo-wm-2016_2

Hai Sob..

Untuk Sobat-sobat yang ingin artikelnya ditulis di blog WeddingkuMagazine silahkan kirim email ke weddingkumagazine@yahoo.com atau weddingkumagazine0@gmail.

Artikel bisa berupa review, cerita seru saat hunting, gambar (dengan deksripsi lengkap), projek yang sedang Sobat kerjakan, atau apapun asal masih berhubungan dengan dunia Fotografi & Design Foto.

Sobat punya usaha fotografi? Silahkan promosikan usaha Sobat di blog ini, jangan sungkan dan jangan ragu , blog ini WM dedikasikan untuk Sobat-sobat yang senang dengan dunia fotografi atau design foto.

Artikel yang Sobat kirim harus berformat *.doc/*.docx supaya team WM mudah untuk melakukan penyuntingan.

Ditunggu artikelnya ya….

Salam jepret!

 

Sovian Choeruman

Admin Weddingkumagazine

Featured

Bagaimana Proses Membuat Album Magazine?

Magazine Album

Album Magazine atau Album kolase memang saat ini sedang trend untuk album wedding/prewedding atau fotografi dokumentasi lainnya, walaupun ada beberapa klien juga sich yang masih meminta foto roll (32-35 foto/ roll) karena untuk paket album magazine harganya lebih mahal :D.

Selain cukup mahal, jika Sobat ada rencana untuk membuat Album Magazine untuk klien Sobat, ada beberapa proses yang harus Sobat ketahui, apa saja proses membuat Album Magazine?

  • Saat memotret: jika Sobat berencana ingin membuat album magazine maka saat memotret adalah hal yang menentukan bagaimana supaya hasil jepretan Sobat nantinya menarik saat dimasukan ke album kolase. Ada istilah “insert” dalam pemotretan untuk album magazine, insert ini sebetulnya di istilahkan untuk foto yang berhubungan langsung ataupun tidak langsung dengan subyek. Misalkan dalam pemotretan wedding, Sobat bisa mencari hal-hal yang berhubungan dengan pernikahan seperti cincin pernikahan, pelaminan, kue, makanan, dll.
  • Saat Memilah file: jangan heran ya Sob, jika hasil jepretan Sobat rencananya mau dibuat album magazine, maka Sobat harus membuat lebih banyak jepretan saat memotret. Bahkan ada beberapa fotografer yang senang menggunakan settingan continues/brust pada kamera. Hasilnya bisa ribuan file foto yang nantinya harus Sobat pilih dan pilah menjadi ratusan atau bahkan kurang :D. bagaimana cara memilah file-file tersebut dengan cepat? Nanti WM bahas di artikel selanjutnya.
  • Proses editing/design: Proses ini juga memakan waktu yang cukup lama lho Sob! Apalagi jika Sobat belum mahir menggunakan photoshop karena kalau WM hamper 90% proses editing menggunakan photoshop, wah bisa berabe..hehe!. Tapi saat ini ada software yang bisa membuat foto kolase secara otomatis dari yang gratis hingga yang berbayar. Salah satu software pembuat foto kolase yang gratis yaitu Picasa, coba ulik sendiri lah bagaimana caranya :D.
  • Proses Pencetakan: ini bisa dibilang proses finishing atau proses paling akhir, bagaimana akhirnya hasil editan Sobat di cetak menjadi album magazine. Jika Sobat belum mempunya percetakan sendiri, ini artinya Sobat harus menyiapkan budget untuk mencetak album magazine. Dan Sobat bisa mencari percetakan album magazine di web atau blog. Atau sobat boleh menggunakan jasa WM untuk Mencetak Album Magazine hingga selesai (ups….jadi promosi :D)

Ya mungkin proses membuat album magazine yang WM tahu sih cuman seperti itu, jika Sobat mau menambahkan silahkan isi di komentar.

Semoga bermanfaat :).

10 Tips Bagaimana Mempertajam Foto?

Menghasilkan foto yang tajam adalah dambaan setiap fotografer, baik fotografer  amatir ataupun profesional, kini sudah banyak aksesoris yang dijual dipasaran mulai dari tripod, stabiliser (lensa dan kemera) hingga perangkat lunak yang dikhususkan untuk menajamkan hasil akhir  dari foto, itu semua demi memenuhi keinginan para fotografer untuk medapatkan hasil foto yang tajam.

Namun selengkap apapun aksesoris yang Sobat punya tanpa didampingi oleh skill dan teknik, tentu saja itu semua hanya menjadi barang pelengkap saja.

Tidak bermaksud menggurui, namun siapa tahu diantara Sobat-sobat ada yang belum tahu bagaimana teknik agar foto yang Sobat ambil dapat tajam setajam silet :D.

1. Cara Memegang Kamera

Cara memegang kamera yang benar adalah tangan kiri memegang kamera ,sambil jari-jari memegang grip zoom lensa. Tangan kanan memegang bagian shutter kamera, disini tangan kanan berfungsi untuk mengatur setting kamera. Kedua siku menekan tubuh, posisi ini berfungsi agar kamera tidak banyak goyang, karena ada tumpuan di badan kita. pastikan saat memegang kamera akan mempermudah kita untuk memandu mata pada obyek yang akan di ambil, sehingga Sobat dapat fokus dan menghasilkan foto yang tajam.

2. Shutter Speed

Ada aturan baku yang mengatakan “gunakan shutter speed yang lebih cepat dibanding panjang fokal lensa Anda,” itu artinya:

Jika panjang lensa Sobat 50mm, potretlah dengan shutter speed 1/60 detik atau lebih cepat

Jika panjang lensa Sobat 100mm, gunakan shutter speed 1/125 detik atau lebih cepat

Jika panjang lensa Sobat 200mm, gunakan shutter speed 1/250 detik atau lebih cepat

Begitulah teorinya, Sobat tinggal praktekan.

3.    Aperture

Pilih aperture yang besar (angkanya kecil, misal f/4), hasilnya Sobat akan memusatkan area tajam hanya didekat fokus. Memilih aperture yang besar memungkinkan Sobat mendapatkan shutter speed yang lebih cepat.

Ingat, Aperture berpengaruh pada depth of field (daerah fokus dalam foto). Mengurangi aperture (memperbesar angkanya) akan menambah depth of field, artinya area tajam dalam foto akan semakin besar meliputi objek dekat maupun jauh, sehingga ketajaman foto secara keseluruhan akan berkurang.

4.    ISO

Jika Sobat akan memotret didalam ruangan, perbesarlah ISO, tapi tidak boleh berlebihan, karena memilih ISO terlalu tinggi (diatas ISO 800) bisa menyebabkan noise (bintik hitam kecil).

Menambah ISO akan mempercetap shutter speed serta memungkinkan Sobat memilih aperture yang lebih besar.

5.    Fokus

Cobalah untuk tidak menggunakan autofocus, periksalah dengan seksama pada viewfinder ketika membidik objek, dimana titik fokus berada. Jika memotret wajah close-up (jarak dekat) pastikan fokusnya jatuh di area mata. Ketika Sobat memotret pastikan titik fokus jatuh pada area dimana Sobat ingin menajamkan area tersebut. Autofokus terkadang salah menafsirkan dan bisa saja jatuh disamping objek yang Sobat inginkan.

6.    Lensa

Jika Sobat memiliki kamera SLR, pilihlah lensa terbaik yang sesuai dengan budget Sobat tentunya Lensa dengan kualitas bagus. Lensa yang baik biasanya ditandai dengan aperture yang besar (misal f/2.8), karena lensa yang baik akan menghasilkan foto yang tajam.

Lensa KIT yang biasanya ditawarkan dengan kamera biasanya memiliki kualitas lensa yang kurang bagus bahkan ada yang berkualitas jelek, untuk itu pilih-pilihlah Sobat jika akan membeli kamera, dan jika Sobat mau membeli kamera, belilah yang terpisah antara kamera (body only) dan lensa. Namun jika Sobat sudah terlanjur, ya gunakanlah secara maksimal OK!

7.    Sweet Spot Lensa

Sweet spot adalah aperture tertentu dimana lensa akan menghasilkan foto yang paling tajam, setiap lensa memiliki sweet spot-nya sendiri-sendiri biasanya berada dua stop diatas batas maksimal kemampuan aperture lensa. Contoh, Jika Sobat menggunakan lensa f/2.8 maka sweet spot-nya ada di f/5.6, maka gunakanlah aperture di f/5.6 untuk mendapatkan foto yang tajam.

8.    Tripod

Tripod memang bukanlah aksesoris yang praktis, karena terkadang dapat merepotkan Sobat. Namun jika Sobat ‘sudi’ membawa tripod tersebut demi mendapatkan foto yang tajam, maka Sobat termasuk orang yang serius ingin menjadi fotografer Profesional. Tripod bisa Sobat gunakan untuk medapatkan foto HDR atau panorama.

9.    Stabiliser

Stabiliser berfungsi untuk menyetabilkan posisi kamera/lensa agar ketika terjadi goyangan, kamera tetap fokus pada titik yang diinginkan. Jika Sobat punya budget lebih, belilah stabiliser untuk kamera/lensa karena dengan menambahkan aksesoris ini juga akan menghasilkan foto yang tajam.

10. Tidak putus asa

Yang terakhir ini mengenai kepribadian si pemegang kamera, karena bukan dari kualitas kamera saja foto yang dihasilkan akan bagus, namun juga kepribadian Sobat yang harus sabar dan tidak putus asa untuk belajar, belajar dan belajar sehingga menjadi sang ahli :).

Semoga 10 tips mempertajam foto diatas dapat menambah wawasan Sobat mengenai dunia fotografer.

Sumber : Tips on Photography

Baca Juga:

–      10 Tips Memotret Sunset Dan Sunrise

–      10 Tips Jitu Mencari Fotografer Wedding/Prawedding

–      Tips Untuk Yang Kekurangan Dana Wedding/Prewedding

–      Exsposure Latitude

 

Unified Color 32 Float Photoshop Plug-in

Hasil yang luar biasa DARI teknik high dynamic range (HDR) telah menarik perhatian kalangan fotografer sehingga melahirkan sejumlah produk software baru yang inovatif untuk para fotografer, seperti software Unified Color, HDR Expose, untuk review klik disini awal musim panas ini. Tapi program-program tersebut berdiri sendiri (tidak masuk kedalam plug-in Photoshop), dan banyak sekali  fotografer yang  begitu nyaman dengan alat yang tersedia dalam Adobe Photoshop sehingga  mereka enggan untuk membeli software yang mengharuskan mereka untuk meninggalkan Photoshop dan membuka program lain.

Untuk fotografer, pengenalan Unified Color dari 32 Float plug-in untuk Photoshop menawarkan solusinya. 32 Float memperluas 32-bit Photoshop toolset yang terbatas dan memungkinkan pengguna untuk melakukan editing gambar dalam area kerja 32-bit. Sementara tool dalam 32 Float identik dengan HDR Expose, 32 Float tidak memiliki kemampuan untuk meng-capture ke gambar HDR 32-bit –Photoshop Merge to HDR atau program HDR lainnya harus digunakan dalam pekerjaan  ini.

Setelah Sobat membuka file 32-bit di Photoshop, Sobat buka 32 Float dari Filter>Unifed Color>pilih menu (paling atas). Gambar Sobat akan dibuka kembali di jendela terpisah. Antarmuka yang hampir identik dengan HDR expose tapi dengan sebuah toolset yang lebih kecil karena tidak perlu menangani fungsi penggabungan gambar.

Kotak dialog Preferensi memungkinkan Sobat untuk memilih pilihan untuk menyimpan hasil karya Sobat sebagai lapisan terpisah dalam gambar asli. Hal ini berguna untuk banyak gambar HDR.

HDR Brightness Histogram menunjukkan dengan lengkap nilai dalam gambar 32-bit. Bagian abu-abu yang lebih terang dari histogram menunjukkan rentang nilai yang akan hadir dalam citra bit yang lebih rendah dengan setting saat ini. Untuk gambar ini, beberapa nilai bayangan pada kurva dan banyak nilai-nilai sorot di sebelah kanan kurva akan dipotong.

Bagian atas tool panel di sebelah kanan didominasi oleh histogram HDR interaktif (di atas). Bantuan visual ini menunjukkan nilai full range dalam gambar 32-bit dengan wilayah abu-abu lebih terang mewakili bagian dari nilai-nilai yang akan hadir dalam gambar 8-bit atau 16-bit (kisaran bit yang lebih rendah). 32 Float akan memberi Sobat tool untuk menyesuaikan gambar sehingga nilai yang Sobat inginkan untuk mereproduksi citra sedikit lebih rendah nilai dalam kisaran abu-abu lebih ringan dari histogram. Preview zoom gambar yang mendominasi pusat antarmuka memungkinkan Sobat untuk melihat efek visual penyesuaian.

Sebuah tool Dynamic Range Mapping memberikan titik awal yang berguna untuk penyesuaian jika gambar Sobat berisi nilai midtone yang baik

Sobat bisa menggunakan tool Brightness / Contrast untuk membuat perubahan besar dalam tonal range dari gambar agar sesuai dengan nilai-nilai 32-bit ke-sampel bagian bawah dari kurva. Berikut hanya menyoroti beberapa value yang sekarang sedang dipotong.

Tool Brightness/Contrast memiliki efek besar pada tonal range. Brightness menyesuaikan range  keseluruhan untuk range area bit yang lebih rendah relatif terhadap nilai 32-bit. Contras menyesuaikan lebar kisaran bit area yang lebih rendah untuk menyertakan lebih dari nilai 32 bit. Penyesuaian ini dapat mengakibatkan haloing di daerah kontras tinggi, sehingga ada tool untuk mengurangi halo dalam toolset yang sama (halo reduction tool). Ada juga slider kontras lokal untuk membawa kembali kontras yang hilang di midtones.

Tool Shadow /Highlight memungkinkan Sobat untuk menyimpan informasi highlight dan shadow pada bit terakhir jika Sobat memutuskan untuk melakukannya.

Perubahan halus pada gambar dapat terlihat di histogram yang  tersedia dengan tool Shadow/Highligt. Slider di toolset ini dapat memasukan atau menghilangkan informasi di daerah masing-masing. Tersedia juga tool untuk mengurangi halo (halo reduction) dan local contrast.

Tool Veiling Glare digunakan untuk menghilangkan “kabut” diciptakan dengan menggabungkan beberapa gambar dalam software HDR. Tool Ini bekerja hampir sama dengan pengaturan titik hitam  (black point) dalam software Imaging konvensional.

Photoshop tidak memiliki teknik untuk menyesuaikan white balance dalam gambar 32-bit, tapi 32 Float menawarkan tool unik ini. Sobat dapat menetapkan suhu warna atau memindahkan spot di sekitar warna kuning-biru/hijau-magenta untuk menemukan white balance yang baik.

Tool Veiling Glare pada dasarnya hanya menetapkan titik hitam di area gambar, dengan tambahan slider untuk mengatur tingkat hitam atau abu-abu. Juga tool White Balance berguna untuk Kelvin setting dan warna persegi kuning-biru/hijau-magenta untuk visual penyesuaian white balance. Ada juga sebuah toolset Saturation yang memungkinkan penyesuaian warna individual maupun saturasi secara keseluruhan.

Tool yang paling menarik adalah Color Tuning. Sobat dapat memilih penyesuaian warna hingga tiga warna yang berbeda. Di sini saya telah menargetkan bunga berwarna kuning. Kita bisa mengubah warna dalam rentang yang ditampilkan di dalam kotak, tapi gambar diatas hanya mencerahkannya, dengan penyesuaian EV 1,50.

Tool yang paling menarik yaitu Color Tunning toolset. Dengan tool tersebut, Sobat dapat menyesuaikan warna hingga tiga warna tertentu atas berbagai warna dan kecerahan. Dengan menggunakan Color Tuning, kita mencoba mencerahkan value bunga brittlebush kuning dan mengubah warna langit. Dengan contoh gambar lain, mungkin ini akan sangat berguna untuk  menghilangkan warna kuning yang selalu ditemukan pada dedaunan dalam gambar HDR.

Namun, bahkan dengan semua alat-alat ini, kita tidak dapat menciptakan gambar akhir dengan dampak bahwa kita telah menggunakan set yang sama dengan gambar awal dalam program HDR lainnya. Hal ini mungkin disebabkan oleh pembuatan awal dari gambar HDR 32-bit di CS5, atau kurangnya jangkauan atau penyesuaian di 32 Float. Namun demikian, 32 Float memberikan seperangkat alat canggih untuk menyesuaikan gambar HDR 32-bit, atau gambar 32-bit lainnya yang Sobat buat. Tidak seperti program HDR lainnya yang menciptakan citra 32-bit kemudian men-downsample ke 16 bit untuk penyesuaian, semua penyesuaian dalam 32 Float dilakukan di ruang 32-bit. Software ini menjadi alat yang berharga untuk fotografer toolbox.

Ini adalah contoh 8-bit down sampel yang berasal dari gambar 32-bit HD,  ini dibuat dari lima foto asli dengan menggunakan Photoshop CS5 Merge to HDR.

Ini adalah hasil akhir dari penggabungan setelah menerapkan penyesuaian dalam 32 Float.

32 Float dibandrol dengan harga US $99 (US $79 merupakan harga  khusus yang berlaku sampai tanggal 30 September 2010) di unifiedcolor.com . Sobat dapat men-download full software untuk  30 hari free trial. Kunjungi website untuk melihat video tutorial, manual download dan untuk menemukan informasi lebih lanjut.

SYSTEM REQUIREMENTS:

OS: Intel-based Mac OS 10.5 (Leopard) or 10.6 (Snow Leopard), 32-bit or 64-bit Windows (XP, Vista, Windows 7).

Adobe Photoshop: Requires CS3, CS4 or CS5 (Note: 32 Float will not work with Photoshop Elements).

CPU: Dual-core 2.0GHz minimum; quad-core, 2.8GHz is recommended for best performance.

RAM: 2GB minimum, recommend 4GB.

Video: Recommend 128M video memory minimum.

Sumber: www.ppmag.com

Bagaimana Memberikan Efek Backlight Pada Potret Wide Angel

Potret wide angel digunakan para fotografer untuk mendapatkan gambar secara keseluruhan hingga terlihat lebih lebar dan lebih indah. Namun, jika ada subjek yang relatif kecil akan terlihat samar karena tertutup latar belakang yang luas.

SLR Longue membuat video merinci bagaimana backlighting akan membuat subjek lebih terlihat indah dengan menambahkan efek atmosfir berdasarkan lingkungan disekitarnya

1. Menempatkan kamera untuk komposisi.

Menempatkan kamera dalam posisi yang tepat untuk menekankan suasana lingkungan. Misalnya, tripod diposisikan didekat air untuk menangkap gerakan dan jalur air yang mengalir.

2. Atur poisi Subyek.

Bimbing subjek menuju spot/area yang telah ditentukan, berikan waktu kepada mereka untuk menikmati suasana, sementara kita menyiapkan semua peralatan untuk memotret.

wide angel backlight
Photo from picturecorrect.com

3. Set ambient eksposur.

Sebelum menambahkan flash, atur scene agar sesuai dengan yang kita inginkan. Mulailah dengan mengarut shutter speed untuk menangkap gerakan, dan kemudian mengatur aperture dan ISO untuk eksposur yang diinginkan.

4.Tempatkan posisi cahaya.

Atur backlight pada area yang diinginkan dalam kaitannya dengan subjek kita.

foto backlight
Photo from picturecorrect.com

5. Set itu flash untuk menambahkan ambient flash efek yang diinginkan.

Untuk backlighting, fotografer dapat menggunakan peralatan mulai dari flash yang termurah hingga yang termahal. Pilihan jenis flash tergantung pada anggaran kita dan backlighting yang diinginkan. Manfaat menggunakan peralatan yang lebih baik akan mendapatkan peningkatan daya, kehandalan, dan tentu saja lebih tahan lama.

backlight dapat membuat subjek menjadi lebih idah dan mengubah gambar kita dari yang biasa menjadi luar biasa.”

Selamat mencoba 🙂

Pre Wedding Novia & Aria

Ini dia beberapa foto-foto Pre wedding Novia & Aria yang sudah WM edit sebagian.  Pemotretan Pre wedding ini dilakukan di dua tempat yaitu di Cikoneng – Bojong Soang, Kab. Bandung dan di Kampung Batu-Malakasari Kab. Bandung.

img_9920-5r
Novia & Aria take a shoot at Cikoneng, Bojong Soang – Kab. Bandung

Untuk Izin lokasi Pemotretan di Cikoneng Gratis, di Kampung Batu Rp.600.000 (fasilitas ; semua spot di Kampung Batu & Gazebo) , untuk info Paket Prewedding silahkan klik DISINI!

img_7154edit-5r

Novia & Aria take a shoot at Cikoneng, Bojong Soang – Kab. Bandung

img_7209-5r

Novia & Aria take a shoot at Cikoneng, Kampung Batu, Malakasari – Kab. Bandung

img_7280edit-5r

 

Novia & Aria take a shoot at Cikoneng, Kampung Batu, Malakasari – Kab. Bandung

img_9871-5r

Novia & Aria take a shoot at Cikoneng, Bojong Soang – Kab. Bandung

img_9904-5r

 

Kedua pasangan ini akan melaksanakan pernikahan di tanggal 5 Maret 2017, do’akan ya Sob untuk mereka semoga acara pernikahannya sukses!

Terima kasih untuk Novi & Aria telah mempercayai WM untuk mengabadikan moment indahnya, Semoga kalian menjadi pasangan yang langgeng hingga akhir hayat. Aamin.

Sovian Ch.

CP WA: 087722539267

 

 

 

 

Tekstur dalam Fotografi

 Ada tiga aspek komposisi yang sangat penting dalam fotografi tekstur yaitu: Contrast (kontras), curves (kurva), dan patterns (pola). Dengan memperhatikan tiga aspek tersebut pasti Sobat dapat membuat foto tekstur Sobat lebih  bersinar. Tidak percaya? Coba aja Sob.

tekstur dalam fotografi
“Gajah” ditangkap oleh Colby Johnson (Klik Gambar untuk melihat lebih dari Colby Johnson)

Ada dua jenis utama dari kontras. Yang pertama adalah kontras tonal (tonal contrast). Yang kedua adalah kontras warna (color contrast). Kedua jenis kontras dapat digunakan secara efektif pada gambar tekstur.

Ada dua metode dasar untuk menggunakan kontras pada foto tekstur. Salah satu caranya dapat menggunakan kontras dalam tekstur itu sendiri. Titik kuncinya adalah bahwa kontras dapat meningkatkan detail dalam tekstur dan membuatnya menonjol. Untuk itu, salah satu trik untuk membuat fotografi yang menarik dimulai dengan dengan objek yang memiliki kontras yang baik. Hal ini seharusnya tidak terlalu menantang karena ada banyak benda seperti itu dimana-mana. Salah satu contoh adalah formasi batuan dengan lapisan multi-warna.

Cara yang  kedua untuk memanfaatkan kontras adalah untuk memilih background yang kontras dengan area bertekstur yang berfungsi sebagai subjek. Bila ini dilakukan, area  bertekstur akan menonjol dan akan menarik perhatian.  tujuan dari metode ini adalah untuk menampilkan objek dengan background kontras pada tone atau warna.  Anggur hijau merambat pada dinding putih adalah contoh yang bagus untuk menggunakan metode ini.

Jadi, jika Sobat ingin membuat gambar tekstur yang eye-catching, mulailah untuk menemukan obyek dengan kontras yang baik; kemudian, terangi dengan cahaya dari samping.

Tekstur juga sering dapat mengambil bentuk kurva. Kurva ini sangat efektif digunakan untuk tujuan komposisi. Ketika hal ini terjadi, kurva cenderung jatuh ke dalam salah satu dari dua kategori: leading curves dan non-leading curves .

Tujuan dari leading curves adalah untuk mengarahkan mata viewer. Umumnya, leading curves mengarahkan perhatian viewer atau penikmat foto ke pusat subjek pada  gambar. Subjek diperkuat sebagai hasilnya. Kurva pada kawat di bunga yang mengarah ke pusat bunga adalah salah satu contoh penggunaan kurva ini.

Non-leading curves tidak mengarahkan mata viewers ke pusat subjek. Peran non-leading curves ini berfungsi untuk menambahkan konten baik secara emosional atau informasi ke foto tekstur. Lihatlah pola yang terbentuk oleh pakis untuk melihat contoh yang baik dari non-leading curves.

Tekstur Dalam Fotografi
“Pakis” ditangkap oleh liz barat

Ketika menggunakan kurva, sangat penting untuk menggunakan kurva yang bekerja selaras dengan gambar untuk mengkomunikasikan titik utama dari gambar.

Pattern atau Pola seringkali sangat efektif dalam menonjolkan subjek. Di sisi lain, orang yang melihat foto akan dengan cepat bosan jika pola terlalu sederhana. Oleh karena itu, kita harus sedikit kreatif menggunakan pola jika kita tidak ingin membuat mereka bosan. Ada dua pendekatan untuk menggunakan pola tekstur yang dapat menciptakan pola yang lebih menarik. Pendekatan beberapa pola dan pematahan pola.

Cara pertama adalah dengan menggunakan dua atau lebih pola dalam gambar yang sama. Namun, pola harus digunakan dengan cara memperkuat kedua pola. Contohnya adalah jepretan bunga secara close-up di mana pola tekstur pusat bunga cocok dengan pola tekstur pedal.

Pilihan lainnya adalah untuk mematahkan pola tekstur. Hal ini biasanya dilakukan dengan menempatkan objek ke dalam pola. Sebuah batu diantara semanggi adalah contoh yang baik dari pematahan pola.

Salah satu cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan aturan komposisi (seperti aturan pertiga atau segitiga emas) dalam menempatkan objek.

Teksur dalam fotografi
Foto yang diambil oleh Alex Lewis (Klik Gambar untuk melihat lebih dari Alex Lewis)

Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat untuk untuk menciptakan foto tekstur, tapi ini baru awal. Ada lebih banyak informasi yang tersedia tentang bidang tekstur fotografi. Selalu ingat, semakin Sobat menguasai, semakin baik gambar yang Sobat buat. Selamat mencoba.

Tentang Penulis:

Artikel ini ditulis oleh Ron Bigelow, Discovering Texture Photography . Beliau telah menciptakan sumber daya yang luas dari artikel ini untuk membantu mengembangkan keterampilan fotografi. Mohon maaf jika translate-nya kurang jelas 🙂

 

Jasa Pembuatan Album Magazine – Bandung

Terimakasih pada para pelanggan Album Magazine yang selama ini mempercayakan Weddingkumagazine untuk mengabadikan hasil jepretannya menjadi album magazine ataupun hanya menggunakan jasa pembuatan kolase untuk album magazine.

Kami akan selalu berusaha melayani pelanggan 24 jam online (untuk fast respond silahkan hubungi no WA:087722539267)

Untuk saat ini estimasi pembuatan album magazine sekitar 3-7 hari, dan jasa design kolase untuk album magazine 3-7 hari.

Saat ini Klien Weddingkumagazine berasal dari Jawa ataupun Luar Jawa, dengan adanya ekspedisi Album magazine kini dapat tersebar hampir ke seluruh pelosok Indonesia. Jadi jangan khawatir, dimanapun Sobat berada kami siap Membantu Anda!

Untuk Sobat-sobat yang mau cetak album magazine, silahkan download pricelistnya DISINI!

Bunga: Subjek Fotografi Yang Sempurna

Bunga adalah subjek yang selalu indah untuk diportret, kapan saja dan dimana saja bunga-bunga selalu tumbuh dengan warna-warna yang menarik. Untuk itulah kenapa Bunga bagus untuk dijadikan bahan eksperimen dalam fotografi

bunga indah
“Musim Semi Blooms” oleh anggota PictureSocial Tommy Cox

Seperti memotret subjek yang lain, untuk memotret bunga pun Sobat perlu menyiapkan peralatan kamera dan aksesoris. Jika Sobat berencana untuk pergi ke suatu tempat seperti arboretum atau taman bunga, Sobat perlu menyiapkan tripod, lensa, filter dan aksesoris lainnya. Mungkin Sobat akan mengabiskan waktu seharian untuk memotret bunga, untuk itu jangan lupa bawa baterai dan kartu memori  tambahan.

Tripod benar-benar merupakan alat penting saat memotret bunga. Karena memotret bunga biasanya akan lebih dekat dengan subjek, sedikit saja gerakan pada kamera akan sangat mempengaruhi hasil gambar. Untuk itu gunakanlah tripod untuk mengurangi guncangan pada kamera. Jika Sobat belum punya tripod, belilah sekarang tripod yang kecil saja.

Dalam memotret bunga juga Sobat harus memperhatikan titik focus. Dalam subjek bunga tersebut apa yang akan Sobat tonjolkan apakah mungkin kelopaknya, butiran air atau mungkin serangga kecil yang ada di atasnya. Lihatlah dengan teliti pada subjek Sobat mana yang menarik untuk dijadikan titik focus.

kupu-kupu
“Butterfly set Canon 60D EF 100mm – 400mm FL 300mm” oleh anggota PictureSocial Christopher Okano

Pencahayaan bisa saja rumit, tergantung dimana dan kapan Sobat memotret. Akan lebih baik jika Sobat memotret bunga pada pagi hari. Embun masih terlihat diatas bunga, sehingga Sobat bisa mendapatkan beberapa gambar makro yang sangat indah dengan air embun. Matahari belum tinggi, sehingga pencahayaan akan lebih ideal, bayangan sedikit keras. Jika Sobat harus memotret di tengah hari, gunakan diffuser untuk melunakan efek bayangan keras dari terik matahari.

gelembung di kelopak
“The ….” oleh anggota PictureSocial Steve Barr

Hati-hati dengan sudut pandang saat memotret bunga.  Sobat dapat memotret di bagian atas, atau berbaring di tanah. Cobalah dengan sekreatif mungkin untuk memotret bunga, lakukan hal-hal yang mungkin tidak biasa dalam memotret bunga atau Sobat bisa melihat referensi fotografer bunga yang lebih mahir untuk mendapatkan sudut pandang yang pas.

Taman bunga, bunga indah
“Untitled” oleh anggota PictureSocial John

Lakukan eksperimen, bersenang-senanglah. Ingatlah, bunga adalah subjek yang sangat menarik, Yang Sobat butuhkan adalah kamera dengan peralatan yang tepat, waktu yang luang dan musim yang tepat.

Bagaimana Cara Memotret Bunga?