Apakah Uang Muka Itu Perlu Dibayarkan Cash atau Transfer Bank?

Uang Muka, Down Payment

Uang muka atau DP (Down Payment) tentu tak asing buat Sobat-sobat yang sudah terbiasa dalam  setiap transaksi bisnis, terutama  bisnis jasa fotografer. Yup, uang muka adalah salah satu syarat klien kepada penyedia jasa fotografer agar hak klien untuk menggunakan jasa fotografer dapat dipenuhi.

Setiap penyedia jasa fotogafer beda-beda dalam menentukan uang  mukanya, ada yang 30%, 50% atau mungkin 70% dari  total paket yang mereka setujui. Begitupun  dalam pelunasannya, ada yang sebelum hari pemotretan, ada yang setelah hari pemotretan atau ada juga yang pelunasannya dibayar jika seluruh paket yang sudah disetujui sudah selesai dikerjakan, seperti album, foto pembesaran atau yang lainnya.

Namun apakah uang muka atau DP ini perlu dalam setiap transaksi jasa fotografer? Lalu apakah sebaikanya pembayaran uang muka ini dibayarkan secara cash atau melalui transfer  bank?  Baiklah, saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya mengenai uang muka ini.

Sebagai seorang penyedia jasa fotografer WM harus siap-siaga 24 jam karena klien bisa kapan saja menghubungi kita baik melalui telepon, SMS, whatsapp atau BBM. Yup, walaupun workshop hanya buka dari jam 8.00 WIB sampai jam 16.00 WIB, tetep saja ada klien yang menghubungi kita tengah malam bahkan shubuh.

Suatu hari di siang yang mendung, WM menerima telepon dari cari calon klien yang ingin bertemu dan membicarakan mengenai wedding, tetapi si calon klien tersebut ingin WM yang datang kerumahnya dan membawa contoh-contoh foto atau album, brosur dan sekalian membawa formulir kontrak kerjasama.

Lokasi calon klien ini cukup jauh, sekitar 2 jam perjalanan  dari tempat WM dan saat itu hujan cukup lebat, namun hujan  bukanlah halangan apalagi mau bertemu dengan calon klien.

Setelah 2 jam perjalanan yang cukup  melelahkan, ditambah mencari alamat calon klien yang cukup memusingkan, akhirnya bertemu juga dengan calon klien, senangnya hati waktu itu karena WM disambut dengan baik oleh pihak calon pengantin dan keluarga.

Menjadi fotografer plus marketing, harus pintar meyakinan klien agar mereka tidak pindah ke lain hati, cukup berikan contoh-contoh hasil jepretan dan contoh bentuk album ditambah  brosur paket jasa foto dan formulir kontrak kerjasama, sudah cukup meyakinan klien agar menggunakan jasa fotografer kita.

Setelah panjang kali lebar kali tinggi, ngobrol ngarel-ngidul singkat cerita klien setuju untuk bekerjasama dengan WM lalu mengisi formulir dan akan melakukan pembayaran uang muka. 99% sudah kesempatan WM meyakinkan klien!.

Namun ketika akan melakukan pembayaran uang muka, si klien tidak punya uang cash jadi dia akan mentransfer uang muka tersebut besok pagi karena hari Itu sudah malam dan klien tidak menggunakan mobile banking atau sms banking. That’s alright, wherever klien sudah mengisi kontrak kerjasama. Hanya saja saya belum menandatangani kontrak kerjasama tersebut sebelum WM menerima uang muka yang akan di transfernya. WM-pun pulang dengan tangan hampa, tapi besok pagi kan klien akan mentransfer uang mukanya😀. Tidak sia-sia perjuangan WM menghadapi hujan dan macet, Begitulah pikiran WM saat itu.

Pagi yang cerah (sebetulnya mendung), WM coba cek rekening, tapi belum ada transfer dari klien yang kemarin…. Mhh, mungkin nanti transfernya agak siangan!. Setelah siang, WM cek lagi saldo dan belum ada transferan dari klien… Oh mungkin lagi sibuk, nanti sore pasti transfer!… Positive thinking Bro!!😀

Setelah sore, WM cek lagi saldo untuk memastikan klien transfer hari ini. Akhirnya, Ill fill lah sudah… tidak ada transfer dari klien yang kemarin nyata-nyata sudah mengisi formulir dan tinggal uang muka saja.

Don’t give up… coba langsung Tanya klien, saya telpon klien tersebut dan tidak diangkat, lalu saya SMS menanyakan mengenai kapan akan mentransfer uang  muka untuk paket wedding yang kemarin sudah disetujui, tidak berapa lama SMS WM ada di balas oleh klien, katanya minta waktu 2-3 hari… what???

Ok…ok… mungkin saat itu klien belum punya biaya untuk uang mukanya, padahal jika pada waktu WM datang ke rumahnya klien bicara/nego mengenai uang muka, WM tidak akan keberatan untuk menerima uang muka berapa-pun tidak harus sesuai dengan form kontrak kerjasama (50 rebu pun jadi), karena bagi WM yang paling penting adalah keseriusan klien untuk menggunakan jasa fotografer yang WM tawarkan.

Atau jika klien keberatan dengan paket yang WM tawarkan, sebetulnya klien bisa melakukan penawaran di luar paket, dan WM biasanya menjelaskan mengenai hal tersebut. Lain ceritanya jika klien tidak suka dengan hasil jepretan WM, mereka bisa menolak secara halus atau langsung memberikan kritik supaya WM bisa lebih baik lagi dalam memberikan hasil dari jasa fotografi .

Yup begitulah pengalaman WM selama menjalani jasa fotografer ini, harus banyak menelan pil yang pahit supaya sehat… hehehe.

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s