Bagaiamana Menjadi Fotografer Pernikahan Yang Baik?

Fotografi pernikahan atau fotografi dokumentasi adalah salah satu jenis pekerjaan fotografi yang paling banyak diminati oleh fotografer. Namun pernakah kita berfikir “Apa yang mendefinisikan foto ‘dokumentasi/reportase/observasional’itu”?. Pertanyaan tersebut tampak sederhana yang membuat Sobat berfikir tentang segala sesuatu yang Sobat sering lakukan.

Nadya & Alexander

“Wedding Dance” oleh Natalie Milissenta Shmeleva

Jaman sekarang, pernikahan selalu penuh dengan kamera – terkadang banyak tamu yang membawa kamera untuk mengabadikan moment pribadi mereka, bahkan paling banyak adalah menggunakan ponsel pintar (smartphone), WM sering menyebutnya wartawan dadakan hehe…, – lalu sebagai fotografer pernikahan, apa yang akan kita lakukan untuk mendapatkan hasil yang berbeda pada hari yang sama dengan para wartawan dadakan ini?

Memotret diluar pose

Carilah foto-foto yang jujur, alami dan tanpa disadari subjek, bagaimanapun hari pernikahan adalah hari untuk semua orang yang mengalaminya pada hari itu. (Foto Tamu cenderung tentang membuat tamu berdiri dan tersenyum untuk kamera.)

Fotografi pernikahan memiliki cerita

Apakah itu dalam satu gambar atau urutan gambar, carilah foto-foto yang menceritakan kisah di hari pernikahan. WM selalu mencari foto yang menunjukkan interaksi emosional yang terjadi pada hari pernikahan – tidak setiap foto adalah tentang tersenyum dan melihat kamera; lebih sering itu tentang sisi emosional di hari ‘H’ seperti menangis, tertawa, mencium, merasa bangga, kewalahan, gugup, bahagia, dll.

Ini yang paling penting untuk memotret dokumentasi, yaitu memotret koneksi dan reaksi dari hari pernikahan. Di hari pernikahan ada begitu banyak emosi mulai dari pengantin, orang tua dan tamu undangan. Melalui itu kita bisa menceritakan kisah hari itu melalui foto.

Tatiana

Foto oleh Tatiana Garanina

 

Ini lebih dari ‘snapshot’

Seorang fotografer pernikahan bukan hanya melakukan pemotretan pada moment tertentu, namun mereka harus dapat menciptakan foto-foto yang bercerita dengan cara estetika, artistik dan menyenangkan.

Sebelum mengklik shutter kita tidak hanya berpikir tentang siapa yang dalam frame tapi di mana kita berada, bagaimana pencahayaannya, apa yang ingin disampaikan, komunikasi seperti apa yang dapat diceritakan foto tersebut, apa yang harus dimasukkan kedalam frame dan apa yang tidak dan apa yang sepersekian detik dalam waktu untuk mendapatkan sebuah adegan yang emosional (atau kapan adegan lucu sehingga kita bisa mendapatkan semua orang tertawa pada saat yang sama!).

Wedding Dance

“Nadya & Alexander” oleh Natalie Milissenta Shmeleva

 

Setiap tamu melakukan ‘snapshot’ sehingga mereka dapat mengingat saat berada di sana tapi seorang fotografer dokumenter yang baik dapat mengkomunikasikan emosi di hari itu untuk mendapatkan sesuatu yang baru.

 

Selamat Memotret🙂

Sumber:
www.weddingedge.co.uk \

2 pemikiran pada “Bagaiamana Menjadi Fotografer Pernikahan Yang Baik?

    • Yup betul Sob… tapi kalau kita sudah terbiasa dengan wartawan dadakan itu, kita biasanya akan memberikan waktu kepada mereka untuk memotret moment yang diinginkan, kita berusaha bersahabat dengan mereka. karena bagaimanapun sebetulnya niat mereka baik yaitu ingin mengabadikan moment yang hanya sekali ini.

      thanks sudah mampir🙂

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s