5 Tips Memotret LandscapeYang Luar Biasa

Lagi Googling di internet nyari-nyari tips memotret pemandangan akhirnya dapet juga di blog tetangga sebelah, dengan judul 5 Tips Memotret Landscape Yang Luar Biasa, karena blog tetangga ini berbahasa Inggris jadi saya coba translate dengan bahasa saya, semoga berkenan🙂.

Pertanyaan yang sering muncul untuk foto landscape adalah – bagaimana membuat gambar landscape yang lebih baik?. Banyak yang mengira jika ingin mendapatkan foto landscape yang baik harus menggunakan kamera DSLR terbaru, dan mereka banyak yang terjebak sehingga begitu mereka mengupgrade kamera terbarunya lalu mencoba memotret landscape dan ternyata hasilnya sama saja dengan sebelumnya. Jangan pikirkan terlebih dahulu untuk mengupgrade kamera, cobalah lakukan 5 tips dibawah ini dan bandingkan perbedaannya dengan sebelumnya.

1.Cari Cahaya Terbaik

Menurut Sobat kapan cahaya terbaik itu?, Yup..landscaper pasti sudah tahu lah! Cahaya terbaik untuk memotret landscape adalah ketika matahari dalam posisi rendah, yaitu saat pagi dan sore.

Kenapa cahaya siang tidak direkomendasikan? Karena ketika posisi matahari berada diatas kepala kita akan menghasilkan bayangan yang keras sehingga akan menghilangkan tekstur dan mengurangi warna.

Sunrise Sayang Heulang by Keril Chairil (EXIF : f 7.1 | 2.5 sec | ISO-250 filter ND + GND)

Tempat yang lain untuk mendapatkan cahaya menakjubkan adalah ketika berada di tepian badai.Ketika badai akan datang, awan dapat memecah sehingga memungkinkan matahari untuk mengintip dibalik awan dan  menciptakan adegan dramatis dengan foreground yang lebih terang terhadap langit gelap.Udara bersih dan tanah basah dapat merefleksikan cahaya warna-warni dari matahari. Karena badai cepat berlalu dan cahaya dapat berubah dalam sekejap, disini Sobat harus siaga

 

Sore Tadi by Wildan Syamsuludin (EXIF: f/7.1 1/80 sec iso100)

Memotret dalam cahaya terbaik memang banyak sekali godaannya, karena waktu-waktu ini adalah saat-saat dimana Sobat sedang sibuk atau bermalas-malasan. Contohnya untuk mendapatkan sunset, Sobat harus bangun subuh dimana yang lain masih tertidur lelap, atau pada malam hari, cahaya terbaik akan turun saat-saat makan malam dengan keluarga. Jadi tinggal pilih saja sob, mau mendapatkan foto yang hebat? Ya harus berkorban hehe..😀

2.Jangan Malas

Cahaya dalam pemotretan landscape tidak ada bedanya dengan make-up pada pemotretan model. Untuk itu, Sobat harus berusaha untuk sampai ke lokasi agar mendapatkan cahaya yang bagus. Misalnya untuk memotret matahari terbit Sobat harus sudah berangkat disaat masih gelap, itu artinya Sobat harus bisa menjaga rasa kantuk untuk mendapatkan sebuah moment landscape yang indah.

Kesabaran juga merupakan kunci. Mungkin saja ketika Sobat sedang hiking tiba-tiba mendapatkan pemandangan yang indah, namun sayang saat itu sedang tengah hari atau keadaan cahaya tidak bagus. Untuk mendapatkan moment yang bagus Sobat harus bersabar untuk menunggu disana hingga mendapatkan cahaya yang tepat atau bahkan Sobat harus menunggu setengah hari untuk mendapatkan moment matahari terbenam. Dan terkadang hasil menunggu pun tidak akan langsung mendapatkan foto landscape yang luarbiasa.

3. Ketahui Medan Landscape Sobat

Terkadang kita terkunci dengan pola fikir “Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput kita” hehe, itu artinya kita selalu memandang tempat lain seola-olah lebih bagus daripada tempat kita, itu karena kita tertipu dengan foto-foto para landscaper profesional yang dapat membuat pandangan kita terbius dan terbawa suasana.

Namun pernahkan Sobat mencoba memotret pemandangan disekitar Sobat tinggal?, apalagi jika Sobat tinggal di pedesaan, sebetulnya banyak sekali pemandangan yang bisa dieksplore di daerah Sobat. Dan yang terpenting tidak semua orang tahu pedesaan tempat Sobat tinggal, dan kini saatnya Sobat mengangkat daerah Sobat dengan foto-foto landcape di daerah Sobat.

Dengan mengeksplore landcape di daerah Sobat saja, itu artinya hanya Sobat yang mengetahui dimana landcape terbaik yang bisa diambil di daerah Sobat, dan hanya Sobat yang mengetahui bagaimana medan untuk mencapai hasil landscape tersebut. Dan akhirnya Sobat dapat mengajak teman-teman fotografer landcape yang lain untuk sama-sama memotret pemandangan di daerah Sobat.

Cikoneng dulu by Taufique Rahman (EXIF: FL 18mm – f 8.0 – 1/30sec – ISO 200)

Ketika Sobat akan melakukan perjalanan untuk mendapatkan landscape, lakukanlah penelitian sebelum Sobat pergi kesana. Google Earth adalah aplikasi nomor satu untuk meneliti lokasi. Sobat dapat melangkah lebih jauh dengan menggunakan Fotografer Ephemeris dengan plot di mana ada pengaturan terbitnya matahari dan bulan. Ini adalah penyelamat untuk mengetahui kapan matahari akan mencapai puncaknya dan dari sudut mana matahari tersebut muncul. Dengan begitu Sobat bisa mengetahui dan membuat foto landcape yang dramatis dengan pencahayaan yang tepat. Sehingga orang lain akan berfikir Sobat adalah seorang landcaper profesional😀

4.Jangan menjadi penakut!

Apakah Sobat pernah mendapat pemandangan mengagumkan namun gagal mendapatkan tembakan karena Sobat tidak menyeberangi sungai atau Sobat tidak ingin berbaring di lumpur untuk mendapatkan perspektif baru yang mengagumkan. Sering kali mengubah sudut pandang kita akan benar-benar dapat mengubah komposisi. Saya tidak menyarankan Sobat untuk melakukan sesuatu yang berbahaya, hanya saja  Sobat dapat mencoba mendorong diri melampaui zona kenyamanan Sobat untuk benar-benar bekerja agar mendapatkan landccape seperti yang Sobat harapkan.

Mungkin untuk mendapatkan pandangan yang jelas dari pelangi Sobat harus berbaring di lumpur untuk melihat dari semak-semak. Jika Sobat takut dengan gelap, cobalah untuk melewati ketakutan Sobat sehingga Sobat dapat tetap keluar pada jam malam tanpa merasa takut, terkecuali dengan hewan buas tentunya Sobat harus hati-hati jika berjalan di dalam hutan pada malam hari. Fotografi lanskap memang sering tidak nyaman, sedikit berbahaya dan benar-benar membosankan, tetapi jika Sobat bersedia untuk bekerja melewati tantangan ini, hasilnya akan menciptakan dampak yang luar biasa.

5.Gunakan FL (Focal Lengths) yang Berbeda

Bagi kebanyakan orang, ketika mereka berpikir tentang lanskap, mereka berpikir tentang hamparan yang besar ditembak dengan menggunakan lensa wide-angle. Cobalah sesuatu yang berbeda dengan menembak menggunakan FL (Focal Length) yang lebih panjang. Hal ini memungkinkan Sobat untuk benar-benar fokus pada detail tertentu. Sobat dapat melewati  semua gangguan dan Sobat bisa memberikan bagian terbaik dari adegan pada landcape.

.: Situ Gunung :. by Keril Chairil (EXIF : f 6.3 | 1/160sec | ISO-100)

Wide-angle cenderung membuat obyek yang jauh seperti puncak gunung terlihat kecil. Lensa tele akan membawa bahwa puncak lebih dekat dan akan memperbesar semua benda-benda disekitarnya.

Sobat masih bisa mendapatkan foto lebar yang luar biasa. Banyak yang memiliki persepsi bahwa lensa wide angle baik untuk “mendapatkan semuanya” dan itu tidak salah. namun sebaliknya dengan menggunakan FL yang lebih panjang Sobat bisa mendapatkan lebih banyak tembakan, memungkinkan Sobat untuk mendapatkan lebih dekat dengan subjek untuk mengisi frame dengan lebih dari apa yang Sobat inginkan dan memiliki lebih sedikit gangguan.

Akhir Kata

Jika Sobat berjuang dan hanya mendapatkan gambar kusam dan tidak signifikan, 5 Tips Memotret Landscape Yang Luar diatas hanyalah untuk melakukan sesuatu yang baru yang Sobat tidak dapat lakukan sekarang. Kreatifitas Sobat tidaklah harus terpaku pada 5 langkah diatas, itu semua adalah proses yang membutuhkan waktu. Keluar dari kursi komputer Sobat dan lakukan eksperimen, setiap kesalahan akan semakin menambah wawasan Sobat, dan jangan lupa untuk bersenang-senang!.Gambar yang dibuat dengan melewati rintangan, darah, keringat dan air mata selalu menggerakkan orang yang melihatnya.

Mau lihat hasil jepretan landscape teman-teman KP-BS? Sobat bisa lihat melalui link berikut Komunitas Photographer Bandung Selatan

 Sumber:  http://digital-photography-school.com/

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s