6 Pola Pencahayaan Portrait Yang Wajib Sobat Ketahui!

6 Pola PencahayaanDalam potret klasik ada beberapa hal yang perlu dikontrol dan dipikirkan untuk membuat sebuah potret yang bagus, termasuk: rasio pencahayaan, pola pencahayaan, tampilan wajah, dan sudut pandang. Disarankan Sobat mengetahui dasar-dasar ini, dan seperti kebanyakan hal, Sobat dapat melanggar aturan-aturan ini. Namun pada artikel kali ini kita akan sama-sama membaca dan melihat pola pencahayaan: apa itu pola pencahayaan?, mengapa hal itu penting?, dan bagaimana menggunakannya?. Baca artikel dibawah ini😀 .

Pola Pencahayaan atau dalam Bahasa Inggris disebut Lighting Pattern dapat didefinisikan dimana cahaya dan bayangan terbentuk pada wajah untuk menciptakan bentuk yang berbeda. Secara sederhana ada empat pola pencahayaan dalam pemotretan secara umum, bahkan pola pencahayaan ini juga sangat penting untuk Sobat-sobat yang senang melukis potret, yaitu:

  • Split lighting
  • Loop lighting
  • Rembrandt lighting
  • Butterfly lighting

Ada juga Broad lighting (pencahayaan luas) dan Short lighting (pencahayaan pendek) yang dapat digunakan dengan sebagian besar pola di atas. Mari kita lihat masing-masing.

1. Split Lighting (Pencahayaan Terpisah)

Split Lighting (Pencahayaan Terpisah)

 Split lighting adalah pola cahaya dimana sebagian wajah subjek masuk ke bagian yang sama dengan satu sisi berada di cahaya, dan yang lainnya dalam bayangan. Hal ini sering digunakan untuk membuat gambar yang dramatis seperti potret seorang musisi atau seniman. Split lighting cenderung menjadi pola yang lebih maskulin dan sepertinya lebih sesuai atau berlaku pada laki-laki daripada perempuan Namun, tentu saja siapapun boleh menjadi subjek disini, informasi yang saya berikan di sini hanya sebagai titik awal atau pedoman.Pola Split Lighting (Pencahayaan Terpisah)

Untuk mendapatkan pencahayaan yang terbagi (split) yaitu hanya dengan menempatkan sumber cahaya 90 derajat ke kiri atau kanan subjek, dan bahkan mungkin lebih sedikit di belakang kepala subjek. Di mana Sobat akan menempatkan cahaya tergantung dengan subjek atau pada wajah subjek. Perhatikan bagaimana cahaya jatuh pada subjek dan menyesuaikannya. Dalam split lighting yang benar, mata pada sisi bayangan wajah tidak mengambil cahaya di mata saja. Jika dengan memutar wajah subjek sedikit akan lebih banyak cahaya jatuh di pipi mereka, mungkin wajah mereka tidak ideal untuk pencahayaan ini.

CATATAN: setiap pola pencahayaan dapat dibuat pada setiap tampilan wajah (tampilan frontal menunjukkan kedua telinga, atau ¾ wajah, atau bahkan profil). Hanya perlu diingat bahwa sumber cahaya harus mengikuti wajah untuk menjaga pola pencahayaan. Sobat dapat memutar kepala subjek sedikit demi sedikit sampai mendapatkan pola pencahayaan ini.

Apa itu “catchlight”?

 catchlight

 Perhatikan dalam foto di atas, mata bayi memiliki refleksi dari sumber cahaya yang sebenarnya. Refleksi ini akan muncul sebagai titik putih kecil, tetapi jika kita melihat lebih dekat lagi, kita sebenarnya dapat melihat bentuk lampu yang digunakan dalam pemotretan ini.

 catchlight zoom

 Lihat bagaimana titik terang berbentuk segi enam dengan pusat gelap? Itulah lampu yang digunakan dalam pemotretan ini yaitu softbox segi enam berbentuk kecil pada Canon speedlight.

Inilah yang disebut “catchlight“. Jika mata subjek tidak menangkap cahaya ini, maka mata tersebut akan terlihat gelap, mati dan tak bernyawa seperti di film-film horror hiiii!!. Sobat harus memastikan bahwa setidaknya ada satu catchlight pada setiap mata subjek supaya terlihat hidup. Sobat dapat mencerahkan iris dan mencerahkan mata secara keseluruhan atau dapat juga menambah kesan hidup dan berkilau.

2. Loop Lighting (Pencahayaan Lingkaran)

 Loop Lighting (Pencahayaan Lingkaran)

Loop Lighting dibuat dengan menciptakan bayangan kecil dari hidung pada pipi subjek. Untuk membuat pencahayaan lingkaran, sumber cahaya harus sedikit lebih tinggi dari mata dan sekitar 30-45 derajat dari kamera (tergantung pada subyek, Sobat harus banyak belajar bagaimana membaca wajah orang).

 7

Lihatlah gambar diatas untuk melihat di mana bayangan jatuh, dan miring ke kiri, Sobat dapat melihat bayangan kecil hidung mereka. Dalam Loop Lighting, bayangan hidung dan pipi TIDAK menyentuh. Pencahayaan ini adalah pencahayaan yang paling umum atau populer karena tidak terlalu sulit untuk membuatnya.

 Pola Loop Lighting (Pencahayaan Lingkaran)

Dalam diagram diatas, background hitam merupakan gambaran pohon di belakang subyek. Matahari datang diatas pohon tetapi subyek benar-benar berada di tempat yang teduh. Sebuah reflektor putih digunakan di sebelah kiri untuk menambah cahaya ke wajah subyek ‘. Reflektor mungkin atau tidak harus direfleksikan pada sinar matahari tetapi yang terpenting Sobat dapat menambahkan cahaya. Hanya bermain dengan sudut, atau mungkin dengan mengubah penempatan reflektor Sobat dapat mengubah pola pencahayaan. Untuk pola loop lighting, reflektor perlu berada di sekitar 30-45 derajat dari kamera. Hal ini juga perlu sedikit di atas tingkat mata subyek sehingga bayangan atau lingkaran sudut hidung subyek mengarah ke bawah menuju sudut mulut.

3. Rembrandt Lighting (Pencahayaan Rembrandt)

 Lukisan Rembrandt

Pencahayaan Rembrandt dinamakan demikian karena seorang pelukis legendaris Rembrandt sering menggunakan suatu pola cahaya dalam lukisannya, seperti yang Sobat lihat dalam lukisan dirinya diatas. Pencahayaan Rembrandt diidentifikasi oleh cahaya segitiga di pipi. Tidak seperti Loop Lighting di mana bayangan hidung dan pipi tidak bersentuhan, dalam Rembrandt Lighting, bayangan hidung dan pipi bertemu sehingga menciptakan sebuah segitiga kecil yang terperangkap cahaya di tengah-tengahnya. Untuk membuat Rembrandt Lighting yang tepat, pastikan mata pada sisi wajah yang masuk kedalam bayangan memiliki cahaya di dalamnya dan memiliki Catchlight, jika tidak, mata akan terlihat “mati” dan tidak memiliki kilauan. Rembrandt Lighting terlihat lebih dramatis, sehingga seperti Split lighting, Pencahayaan ini menciptakan lebih banyak mood dan terlihat lebih gelap.

  Rembrandt Lighting (Pencahayaan Rembrandt) Pola  Rembrandt Lighting (Pencahayaan Rembrandt)

 Untuk membuat Rembrandt Lighting, subjek harus berbalik sedikit menjauh dari cahaya. Cahaya harus berada di atas bagian atas kepala subyek sehingga bayangan dari hidung jatuh ke bawah menuju pipi subyek. Wajah setiap orang sangat berpengaruh untuk menciptakan pencahayaan Rembrandt. Jika subyek memiliki tulang pipi yang tinggi atau menonjol mungkin pencahayaan ini akan bekerja. Namun, jika subyek memiliki hidung kecil atau hidung datar (jangan kesinggung ya Sob hehe😀 ), mungkin pola pencahayaan Rembrand ini akan sulit dicapai. Sekali lagi, perlu diingat Sobat tidak harus membuat persis pola ini atau pola yang lainnya, Jika Sobat menggunakan cahaya jendela yang memantul ke lantai, Sobat mungkin harus menutup lantai dengan Karpet atau kartu, untuk mendapatkan pencahayaan jenis ini.

4. Butterfly Lighting (Pencahayaan Kupu-kupu )

 Butterfly Lighting (Pencahayaan Kupu-kupu )

Butterfly Lighting adalah pola pencahayaan untuk mendapatkan bentuk bayangan seperti bentuk kupu-kupu di bawah hidung dengan menempatkan sumber cahaya utama di atas dan tepat di belakang kamera. Pada dasarnya Fotografer memotret di bawah sumber cahaya untuk mendapatkan pola ini. Pencahayaan kupu-kupu paling sering digunakan untuk gaya pemotretan glamour dan menciptakan bayangan di bawah pipi atau dagu. Hal ini juga baik untuk subyek yang lebih tua karena dapat mengurangi keriput dari sisi pencahayaan.

 Pola Butterfly Lighting (Pencahayaan Kupu-kupu )

Butterly Lighting dibuat dengan menggunakan sumber cahaya tepat di belakang kamera dan sedikit di atas mata atau kepala subyek. Pola pencahayaan ini kadang-kadang dilengkapi dengan menempatkan reflektor langsung di bawah dagu mereka, dimana subjek sendiri yang memegangnya! Pola ini bagus untuk subyek yang memiliki tulang pipi menonjol dan wajah ramping. Subyek dengan wajah bulat lebar akan terlihat lebih baik dengan menggunakan Loop atau bahkan Split agar wajah mereka terlihat lebi tirus. Pola ini sulit untuk dibuat dengan menggunakan cahaya jendela atau reflektor. Seringkali sumber cahaya \seperti matahari atau lampu kilat diperlukan untuk mendapatkan bayangan yang lebih jelas di bawah hidung.

5. Broad Lighting (Pencahayaan Luas)

Pencahayaan luas tidak begitu banyak menggunakan pola tertentu, namun hanya gaya pencahayaan. Salah satu pola cahaya berikut dapat berupa pencahayaan luas (Broad lighting) atau pendek (Short lighting): Loop, Rembrandt, split.

 Broad Lighting (Pencahayaan Luas)

Broad lighting adalah ketika wajah subjek sedikit berpaling dari pusat, dan sisi wajah yang lain mengarah kamera (lebih luas) ada di dalam terang. Ini menghasilkan area yang lebih besar dari cahaya pada wajah, dan sisi bayangan yang muncul lebih kecil. Broad lighting terkadang digunakan untuk potret high key (Potret cerah). Jenis pencahayaan ini akan membuat wajah seseorang terlihat lebih luas/lebar dan dapat digunakan pada seseorang dengan wajah yang sangat kurus agar terlihat lebih lebar. Namun seperti yang Sobat-sobat ketahui kebanyakan orang ingin kelihatan lebih ramping/tirus, bukan terlihat lebar! sehingga jenis pencahayaan ini tidak akan sesuai untuk seseorang yang berbadan besar hehe.

 Pola Broad Lighting (Pencahayaan Luas)

Untuk membuat Broad lighting, wajah subyek berpaling dari sumber cahaya. Perhatikan bagaimana sisi wajah yang menuju kamera memiliki paling terang di atasnya dan bayangan yang jatuh di sisi yang jauh dari wajah, terjauh dari kamera. Broad lighting hanya menempatkan/menerangi bagian terbesar dari wajah yang ditunjukan.

6. Short Lighting (Pencahayaan Pendek)

 Short Lighting (Pencahayaan Pendek)

Short Lighting atau Pencahayaan pendek adalah kebalikan dari Broad Lighting (pencahayaan luas). Seperti yang Sobat lihat pada contoh diatas, Short lighting menempatkan sisi berbalik ke arah kamera (apa yang tampak lebih besar) adalah bayangan. Hal ini sering digunakan untuk low key, atau potret gelap. Ini menempatkan lebih banyak wajah dalam bayangan, sehingga menambahkan effek 3D dan terlihat langsing sehingga cocok untuk kebanyakan orang yang bermuka lebar.

 Pola Short Lighting (Pencahayaan Pendek)

Dalam Short Lighting, wajah yang berpaling ke arah sumber cahaya. Perhatikan bagaimana bagian wajah yang berpaling dari kamera memiliki paling terang dan bayangan yang jatuh di sisi dekat wajah. Sederhananya Short lighting memiliki lebih banyak bayangan pada bagian dari wajah yang ditunjukan.

Menyatukan semuanya

Setelah kita sama-sama belajar bagaimana mengenali dan membuat masing-masing pola pencahayaan yang berbeda maka Sobat dapat mulai belajar bagaimana dan kapan harus menerapkannya. Dengan mempelajari wajah subjek, Sobat akan belajar mana saja pola pencahayaan akan menjadi yang terbaik bagi mereka, untuk jenis potret dan suasana yang diinginkan. Seseorang dengan wajah yang sangat bulat yang ingin tampil langsing dalam sebuah potret grad, akan sangat berbeda dari seseorang yang ingin melakukan pemotretan promo untuk band mereka yang membuat mereka tampak berarti atau marah. Setelah Sobat mengetahui semua pola, bagaimana mengenali dan menguasai kualitas cahaya, arah cahaya dan rasio maka Sobat sudah siap menangani tantangan.

Tentu saja jauh lebih mudah untuk mengubah pola pencahayaan jika Sobat dapat memindahkan sumber cahaya. Namun, jika sumber cahaya utama adalah matahari, atau jendela – gak mungkin kan Sobat memindahkannya?😀. Jadi apa yang Sobat perlu lakukan adalah bukan memindahkan cahaya, tetapi subjek harus memutar searah dengan cahaya agar cahaya tersebut jatuh pada mereka. Atau mengubah posisi kamera Sobat. Atau mengubah posisi subyek. Jadi pada dasarnya pindahkanlah hal yang dapat bergerak dalam kaitannya dengan cahaya, jika Sobat tidak dapat memindahkan sumber cahaya itu sendiri.

Itulah 6 Pola Pencahayaan Potrait yang Wajib Sobat Ketahui, Semoga bermanfaat ya Sob🙂

Sumber: http://digital-photography-school.com

3 pemikiran pada “6 Pola Pencahayaan Portrait Yang Wajib Sobat Ketahui!

  1. Saya adalah seorang pengrajin kelambu, saya ingin membuat photo yang menarik mengenai kelambu, bisa kasih nasihat untuk saya bagaimana membuat photo yang menarik khususnya kelambu, terima kasih

    • Sobat bisa coba memotret kelambu dengan pencahayaan natural, coba eksplorasi settingan pada speed rendah antara 1/4 hingga 1/50 misalnya. jangan gunakan ISO tinggi karena rentan sekali dengan noise. Sobat memerlukan tripod agar kamera tidak terguncang saat pemotretan.

  2. Ping balik: WORKSHOP KP-BS: Soft Lighting dan Hard lighting | Weddingku Magazine

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s