Kopdar Dan Hunting Bareng Ke Kampung Adat Cikondang

Minggu, 14 Oktober 2012 KP-BS kembali mengadakan Kopdar dan hunting bareng ke Kampung Adat Cikondang, karena Kopdar kali ini KP-BS mengambil tema “Mengenal Kampung Adat Cikondang”, yang lebih seru lagi Kopdar KP-BS yang ke V ini dihadiri oleh seorang dosen Fotografi STSI yaitu Mas  Rd. Yulli Adam Panji Purnama, S.Sn.,M.Sn. dimana belau sengaja diundang untuk menyampaikan pembekalan mengenai “Membuat Gambar, Bukan Mengambil Gambar”. Mas Adam telah lama berkecimpung di dunia fotografi Seni & Budaya, beliaupun sudah berkeliling Indonesia untuk mengabadikan moment-moment kekayaan seni & budaya Indonesia.

Kampung Adat Cikondang berada di wilayah Bandung Selatan. Pengenalan Kampung Adat Cikondang disampaikan oleh sesepuh Kampung Cikondang yaitu Abah Ilin. Banyak hal yang disampaikan oleh Abah Ilin, diantaranya:

  • –          Kampung Adat Cikondang berdiri di area seluas 3 hektar,  dibagi menjadi tiga bagian yaitu sawah, rumah adat & pemakaman kramat.
  • –          Sejarah berdirinya Kampung Cikondang yang sejak abad ke 17 telah memeluk Agama Islam melalui ajaran Syarif Hidayatullah atau lebih terkenal dengan panggilan Sunan Gunung Jati,
  • Filosofi rumah adat cikondang yang tidak boleh menggunakan genting karena mengandung makna genting berasal dari taneuh (tanah), jika rumah  menggunakan genting sama dengan mngubur orang yang tinggal didalamnya hidup-hidup.
  • Rumah adat Cikondang harus memiliki satu Pintu, lima jendela dan sembilan sekat. Dimana satu pintu adalah satu Tuhan, lima jendela adalah rukun Islam dan sembilan sekat adalah Wali Songo.
  • Rumah adat Cikondang memiliki ciri khas yang lain dari rumah adat kampung lainnya, yaitu di setiap penjuru rumah memiliki ukiran kayu berbentuk jantung yang bermakna rumah itu ibarat manusia dia memiliki hati dan perasaan, untuk itulah kita harus memiliki etika di dalam rumah.
  • Praktek kebudayaan masih dilakukan masyarakat Cikondang hingga saat ini, diantaranya adalah menyambut panen dengan diiringi musik tradisional.

Adapun isi pembekalan yang disampaikan oleh Mas Adam adalah :

  • Pentingnya memahami konsep fotografer sehingga memotret bukan lagi mengambil gambar tapi membuat gambar sehingga memiliki makna pada setiap orang yang meilihat foto tersebut walaupun makna yang didapat berbeda-beda.
  • Cobalah keluar dari aturan yang sudah baku, karena aturan hanya membuat kita seperti didalam penjara dan menyempitkan kreatifitas seorang fotografer.
  • Cerita mengenai seorang legenda fotografer Kevin Carter yang suatu haru berangkat ke Sudan dengan niatan untuk mengambil foto pemberontakan yang terjadi. Namun sesampainya disana, justru korban kelaparan-lah yang menarik minatnya. Dijalan dia mendapati seorang bocah perempuan kelaparan merangkak lemah susah payah menuju pusat pembagian makan, berhenti ditengah jalan dan mengumpulkan tenaga. Ditengah kejadian itu, seekor burung bangkai datang dan menunggu bocah tersebut. Carter-pun mengabadikan kejadian tersebut. Foto ini pertama dimuat dikoran New York Times, dan reaksi keras bermunculan mengkritik Carter yang tidak menolong gadis kecil ini. Carter beralasan dia sudah mengusir burung bangkai tersebut sesudah mengambil foto, namun tidak menolong si bocah karena konvensi fotografer yang tidak boleh ikut campur dalam konflik (?). kontroversi terus menghujani Carter, meskipun hadiah Pulitzer dia terima atas karyanya ini. Tahun 1994, Carter ditemukan bunuh diri dengan sengaja mengalirkan gas CO dari knalpot mobil kedalam ruangannya. Dia meninggalkan catatan yang isinya berupa penyesalan dan kesedihan karena tidak menolong si bocah, frustasi akibat terjerat hutang dan kesedihan karena sahabat karibnya tertembak. Foto ini selalu mengingatkan akan tragedi kemanusiaan di Afrika dan tragedi dalam dunia fotografi itu sendiri, keduanya memang tidak bisa dipisahkan.
  •  Mas Adam memperlihatkan beberapa hasil karyanya yang sudah terjual hingga belasan juta, sehingga memotivasi peserta Kopdar untuk menghasilkan gambar yang lebih baik.

Suasana Kopdar KP-BS ke V

Suasana Kopdar KP-BS ke V

  Setelah pembekalan selesai, selanjutnya peserta Kopdar melakukan hunting di area Kampung Adat Cikondang dan banyak sekali gambar-gambar yang luar biasa telah diambil para fotografer di KP-BS ini, tapi sebelumnya lihat dulu acara intinya hehe😀

Suasana Makan-makan di Rumah Kang Ade Daryana (Trims ya Kang Ade :))

Suasana Makan-makan di Rumah Kang Ade Daryana (Trims ya Kang Ade :))

Beberapa hasil karya teman-teman peserta Kopdar bisa Sobat lihat dibawah ini:

Salawang Oleh Herfan Rusando

Salawang Oleh Herfan Rusando

Duduk Bersila dan Bersahaja oleh Ikbal Pagi Ramadhani

Duduk Bersila dan Bersahaja oleh Ikbal Pagi Ramadhani

Nikmat Oleh Dika Irzani

Nikmat Oleh Dika Irzani

Rumah Adat Oleh Muhammad Muttaqun

Rumah Adat Oleh Muhammad Muttaqun

Piring-piring oleh Eki F Amarulloh

Piring-piring oleh Eki F Amarulloh

Gedung Pencakar Langit oleh Seno Teguh

Gedung Pencakar Langit oleh Seno Teguh

Mau lihat hasil jepretan lainnya? Langsung aja ke Fan-Page Facebook  KP-BS https://www.facebook.com/groups/photographerbandungselatan/

Satu pemikiran pada “Kopdar Dan Hunting Bareng Ke Kampung Adat Cikondang

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s