Menggunakan Histogram Pada Fotografi.

Bukan rahasia lagi, untuk mendapatkan gambar yang hebat dalam fotografi diperlukan pengetahuan dalam pengaturan eksposur (exposure)  secara benar. Eksposur sendiri adalah produk dari shutter speed, ISO dan aperture. Lalu bagaimana Sobat bisa tahu kalau eksposur yang Sobat atur sudah benar? Mungkin Sobat menjawab “Gampang dong, tinggal lihat di bagian belakang kamera (LCD) dan lihat hasil jepretan kita. Kalau keliatan sudah bagus berarti tidak ada masalah!”.

Boleh percaya atau tidak, LCD yang di belakang kamera ternyata dapat menipu mata Sobat! Jika Sobat hanya melihat hasil jepretan secara langsung, bisa jadi setelah dicetak ternyata hasil jepretan Sobat over atau under. Lalu bagaimana agar kita tidak tertipu tampilan LCD di belakang kamera itu? Ada trik untuk mendapatkan eksposur yang sempurna. Ini disebut dengan histogram.

Menggunakan Histogram Pada Fotografi

Menggunakan Histogram Pada Fotografi

Histogram, adalah grafik yang memberitahu Sobat mengenai informasi dalam file pada skala terang ke gelap. Tekan tombol Info beberapa kali pada kamera Sobat, maka akan muncul pada layar LCD kamera (tiap kamera memiliki cara yang berbeda, baca manual book).

Grafik ini terlihat seperti garis-garis yang membentuk gunung. Kemiringan pada gunung ini dapat memberitahu banyak tentang informasi foto.

Setiap gambar yang sobat potret diterjemahkan ke dalam file. File tersebut memiliki informasi. Informasi membaca highlight, mid-tones atau bayangan gambar. Histogram akan membiarkan Sobat untuk  tahu di mana informasi tersebut dalam file. Sisi kiri histogram ke arah gelap, sisi kanan ke arah terang, dan tengah adalah mid-tones (pertengahan).

Bagaimana cara membaca histogram?

Dalam kejadian rata-rata dengan beberapa daerah yang gelap, beberapa daerah yang terang dan memiliki transisi pertengahan pada info akan mendapatkan sebuah grafik gunung sempurna. naik dari kiri ke titik tertinggi di tengah dan kemudian kembali bawah pada sisi kanan.

Jika gambar memiliki banyak daerah putih dan terang seperti pasir atau salju, Sobat akan mendapatkan grafik gunung yang tinggi pada sisi kanan. Begitupun jika gambar memiliki daerah yang gelap seperti malam hari, grafik yang tinggi berada pada sisi sebelah kiri.

Dengan memahami cara membaca histogram, dapat meningkatkan hasil pemotretan kita. Sehingga kita jangan lagi terpaku pada tampilan langsung LCD yang terkadang terang dan terkadang gelap. Gunakan histogram untuk mendapatkan informasi secara akurat.

Selamat mencoba😀

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s