Mengenal Warna, Exposure dan blurriness di Fotografi

Kemana liburan tahun ini Sob? Jangan lupa bawa kamera ya!, entah itu kamera SLR ataupun kamera poket, yang penting jangan sampai moment liburan Sobat yang hanya sebentar itu terlewat begitu saja.

Memang terkadang membosankan memotret kegiatan liburan Sobat jika hasil cetaknya gitu-gitu aja, tapi jangan khawatir Sobat dapat memperbaiki itu semua dengan syarat Sobat harus mengetahui apa penyebab hasil jepretan Sobat begitu membosankan?.

Sebagian besar ada tiga hal yang dapat membuat hasil jepretan terlihat jelek yaitu:

–          Kekurangan warna

–          Under atau over exposure (terlalu gelap atau terlalu terang)

–          Tidak fokus (kabur/blur)

 

Warna

Warna adalah hal yang penting dalam fotografer, tidak peduli jika Sobat penyuka hitam-putih (B/W), warna tetap menjadi salah satu hal yang harus dipertimbangkan sebelum merubahnya menjadi B/W.

Ada beberapa hal yang dapat Sobat lakukan untuk mengontrol warna. Pertama, jika subyek berada di luar ruangan, seperti landscape, gunakan filter polarizer. Filter ini akan memperkuat warna, menggelapkan langit biru, menghapus refleksi dan meminimalisir kabut – termasuk semua hal yang akan meningkatkan kualitas foto.

Jika Sobat mengalami warna yang kurang sesuai, maka Sobat harus mencocokkan pengaturan white balance kamera Sobat dengan warna cahaya ambient. Sering kali menggunakan pengaturan Automatic White Balance (AWB) pada kamera Sobat akan membuat warna lebih akurat, tetapi itu jika Sobat tidak tahu tahu cara memilih white balance Sobat dengan waktu pemotretan.

Exposure

Paparan atau lebih dikenal dengan eksposur (eng: exposure), juga penting untuk meningkatkan kualitas foto Sobat, untuk itu Sobat harus pintar-pintar mengatur eksposur ini sesuai dengan keadaan.

Banyak faktor atau adegan yang  mengharuskan Sobat mengatur eksposur, misalnya ketika Sobat dihadapkan dengan adegan yang terlalu terang seperti salju putih atau pantai pasir putih pada hari yang cerah, kamera akan memberikan konvensasi over (flat)  sehingga putih akan menjadi abu-abu terang. Untuk memperbaiki ini, Sobat harus menambahkan eksposur. Sobat dapat melakukannya dengan memperlambat shutter satu stop atau menggunakan f-stop berikutnya yang lebih kecil. Keduanya akan menambah jumlah cahaya yang sama.

Untuk subyek yang sangat gelap, seperti mantel hitam, warna hitam akan terlihat abu-abu gelap. Dalam hal ini, Sobat  harus menghilangkan cahaya untuk membuat tampilan warna hitam terlihat benar-benar hitam. Untuk melakukan ini, gunakan shutter speed satu stop lebih cepat atau mengubah f-stop dengan jumlah yang lebih besar.

Foto oleh Cynthia Swinnen

DSLR sebetulnya sudah memiliki alat yang hebat untuk memeriksa eksposur yaitu histogram. Histogram merupakan sebuah grafik untuk mengetahui eksposur dari sebuah subyek. Tetapi banyak fotografer tidak mengerti bagaimana menggunakannya.

Kabur/blur

Kabur atau blur  disebabkan oleh salah satu dari dua hal – yaitu tidak fokus atau menggunakan shutter speed yang terlalu lambat. Jika seluruh adegan mengalami blur, maka kemungkinan ini karena guncangan kamera, biasanya hal ini terjadi jika Sobat memegang kamera dengan shutter speed yang lambat. Jika Sobat menggunakan Shutter speed lambat, lebih baik menggunakan tripod untuk menghilangkan guncangan atau memotret dengan shutter speed yang lebih cepat.

Jika subjek Sobat mengalami blur, tetapi ada bagian dari adegan memiliki fokus, maka ini berarti titik fokus tidak pada subjek Sobat. Ini mudah dapat terjadi bila Sobat menggunakan Rule of Thirds.  Sobat memotret subjek lebih ke samping, tetapi kamera Sobat mengambil titik fokus dari tengah adegan.

Untuk memperbaiki hal ini, tempatkan subjek di tengah view finder dan tekan tombol shutter setengah. Dengan tombol shutter masih setengah, tempatkan kembali subyek dengan posisi yang tepat. Sekarang tekan tombol shutter seperti biasa untuk mengambil gambar.

“Megan” oleh Justin Brockey

DSLR memiliki banyak titik fokus. Dalam hal ini, pilih titik fokus di sisi mana subjek Sobat berada. Pindahkan kamera hingga berada pada  titik fokus pada subjek Sobat. Sekarang tekan tombol shutter.

Semoga artikel kali ini bermanfaat untuk Sobat-sobat semua. Selamat berfoto ria😀

Kredit Gambar : www.picturesocial.com

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s