Menghindari Gugatan dan Klien Kesal Pada Fotografi Pernikahan

ilustrasi foto jelek

Bermunculannya kamera dSLR yang murah dan memiliki kualitas baik, tentu saja membawa dampak yang besar terhadap bisnis fotografer tidak terkecuali fotografer pernikahan. Bermunculannya para fotografer pemula ke dalam dunia bisnis fotografer tentu saja harus kita apresiasi sebagai lahan pekerjaan yang baru untuk mereka, namun dibalik itu semua para pemula-pun harus mengerti dampak dari bisnis fotografer ini jika mereka belum siap baik secara mental ataupun secara skill/keahlian.

Harga murah sebuah paket wedding tentu saja akan menyenangkan para klien, namun jangan sampai dengan harga murah tersebut Sobat mengecewakan klien karena hasil yang diinginkan tidak sesuai dengan apa yang Sobat tawarkan, dan tidak sedikit klien yang kecewa dan akhirnya melaporkan ke pihak yang berwajib hanya karena gara-gara mereka kecewa dengan hasil yang didapat. Ujung-ujungnya Sobat dituduh telah melakukan penipuan… tentu ini semua tidak ingin terjadi bukan?.

Jadi mari kita lihat poin-poin yang dapat berpotensi mengecewakan pihak klien karena kesalahan yang dibuat oleh fotografer :

  • Mencetak foto dengan menggunakan PRINTER biasa, dan tidak mencetaknya di percetakan atau laboratorium profesional dengan alasan agar lebih murah.
  • Fotografer menggunakan dSLR dengan lensa yang lambat, sehingga banyak moment penting yang terlewat.
  • Fotografer tidak mengetahui kecepatan lensanya, menunjukan pengetahuan teknis yang sangat terbatas dan memiliki kesan tidak profesional.
  • Fotografer kurang berkomunikasi dengan pihak klien atau manajemen pernikahan, sehingga ketika sedang berlangsung pemotretan dia tidak tahu peraturan yang diberlakukan pihak klien misalnya; adanya aturan boleh atau tidaknya menggunakan flash ketika sesi pemotretan berlangsung.
  • Hasil foto buram sehingga tidak bisa diperbesar, ini menunjukan fotografer belum mahir menggunakan kameranya.
  • Tidak sesuai dengan paket yang dijanjikan, ini juga bisa menjadi masalah antara fotografer dan klien.

Namun tidak perlu khawatir, walaupun Sobat baru memulai menjadi seorang fotografer pernikahan, Sobat dapat bertindak seperti profesional jika Sobat dapat mengikuti beberapa tips berikut ini:

  • Jelaskan kepada klien apa saja yang akan mereka terima, dan tidak perlu malu untuk menceritakan kekurangan dan kelebihan menggunakan jasa Sobat. Klien akan beranggapan bahwa Sobat serius dan bersikap profesional sehingga mereka akan percaya kepada Sobat.
  • Memiliki peralatan yang  tepat, dalam hal ini peralatan kamera yang bagus untuk memotret pernikahan, cari referensi di internet atau majalah fotografer.
  • Memiliki pengetahuan yang cukup, untuk menangani masalah yang tidak terduga.
  • Teliti jauh-jauh hari sebelum hari pemotretan tiba, datangi tempat resepsi lalu ukur pencahayaan yang datang dan cari spot-spot yang baik, sehingga ketika hari pemotretan tiba Sobat telah mempersiapkan semuanya.
  • Bersikap profesional artinya apa yang Sobat katakan harus dapat Sobat pertanggung jawabkan, berilah klien hasil yang terbaik sebagai sarana promosi bisnis Sobat kedepannya.

Semoga tips di atas bermanfaat untuk Sobat yang baru berkecimpung di bisnis fotografi pernikahan, selamat datang di BISNIS yang tidak akan pernah mati dan selamat berjuang Sob!🙂.

2 pemikiran pada “Menghindari Gugatan dan Klien Kesal Pada Fotografi Pernikahan

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s