10 Tips Dasar Sebelum Memotret Konser Musik

 

Konser musik adalah obyek menarik untuk mengasah kemampuan fotografi kita, dari sifatnya yang dinamis sehingga memaksa kita harus cepat beradaptasi dalam membaca perubahan mood sampai dengan sifat pencahayaan yang menantang yang harus kita hadapi saat mengatur setting di kamera seperti yang pernah WM bahas mengenai Tips Singkat Stage Photography. Bagi Sobat yang belum pernah mencoba memotret konser musik, berikut beberapa tips singkat yang semoga bisa membantu supaya hasil foto anda lebih menarik:

1.     Mulailah dari konser didekat lingkungan Sobat.

Pernahkah Sobat mulai belajar sepakbola dan langsung memimpikan dipanggil tim nasional PSSI? Tidak mungkin bukan? Nah hal ini berlaku juga di dunia fotografi konser musik. Jika Sobat baru saja mulai belajar memotret konser musik, mulailah dari yang kecil dulu. Kalau kebetulan Sobat adalah seorang pelajar, cobalah cari event musik di sekolah sendiri atau disekolah teman Soabt. Atau, jika Sobat kebetulan seorang karyawan, mulailah dari event di kantor. Baru kemudian beranjak ke konser musik yang lebih besar, misalnya lomba musik yang sifatnya regional. Jangan melompat terlalu tinggi, mulailah dari yang kecil.

Event musik lokal membuat kita tidak terlalu nervous serta membantu kita lebih akrab dengan suasana konser musik secara umum. Konser musik skala besar biasanya mensyaratkan tanda ID fotografer resmi, sehingga bagi Sobat-sobat yang baru memulai bisa terhalang karenanya.

2.     Kenali susunan acara.

Usahakan sebelum berangkat, Sobat sudah tahu garis besar susunan acara. Dengan begitu Sobat bisa menghemat tenaga serta konsentrasi, tahu kapan harus mendekati panggung dan kapan bisa meninggalkannya. Kalau Sobat tahu apa yang akan terjadi dalam beberapa saat mendatang, antisipasi Sobat pastilah jauh lebih baik.

3.     Berkemas seperlunya.

Jangan membawa peralatan dan perbekalan melebihi apa yang Sobat butuhkan. Sobat tidak perlu membawa tripod, tidak perlu membawa lensa lebih dari dua (satu-pun cukup) dan tidak perlu membawa charger. Bawaan yang ringkas dan seperlunya membuat Sobat bisa bergerak dengan lincah dan justru bisa berkonsentrasi.

4.     Cerita POI (Point Of Interest).

Foto yang baik adalah foto yang bisa bercerita dengan sendirinya. Contoh: saat meliput konser rock, pastikan foto bisa bercerita bahwasanya sang vokalis menyanyi dengan sepenuh tenaga sampai urat lehernya keluar semua, sementara sang gitaris menunjukkan kemampuannya sebagai calon pengganti Steve Vai dengan mengangkat gitar-nya tinggi-tinggi. Tanpa Sobat memberi judul di foto, orang juga tahu bahwa konser yang anda foto adalah sebuah konser musik rock.

5.     Tinggikan setting ISO.

Seringkali konser musik diadakan di dalam gedung dengan pencahayaan yang minim, atau bahkan dilangsungkan di malam hari. Kalau memang lighting di panggung kurang mencukupi, tinggikan ISO di settingan DSLR Sobat. Meskipun muncul noise, paling tidak hasil fotonya bisa lumayan lebih tajam.

6.     Setting white balance di posisi auto.

Panggung untuk konser musik biasanya dihiasi dengan cahaya warna-warni mencolok untuk membuat suasana menjadi dramatis. Dengan warna yang sering berganti ini, WM pastikan Sobat akan kehabisan waktu kalau ingin mengubah-ubah setting white balance. Maka dari itu, gunakan setting white balance auto di DLSR Sobat.

7.     Gunakan lensa tercepat yang Sobat miliki.

Kalau Sobat memiliki lensa f/1.4 gunakan itu untuk sebagian besar foto Sobat. Kalau lensa tercepat Sobat memiliki aperture f/2.8, apa boleh buat pakai yang ini. Foto konser musik biasanya bertumpu pada momen yang menarik, yang hanya bisa dicapai saat kita memiliki kecepatan yang cukup. Dengan kombinasi lensa cepat dan ISO tinggi (tapi wajar), Sobat bisa menangkap momen-momen bagus dengan kualitas foto yang lumayan tajam, yang bisa saja terlewatkan kalau shutter Sobat terlalu lambat.

8.     Jangan lupakan penonton.

Masing-masing lagu memiliki reaksi yang unik bagi pendengarnya, begitu juga aksi musisi dan penyanyi di panggung pasti memunculkan reaksi tersendiri. Tangkaplah reaksi penonton dalam jepretan anda.

9.     Jangan lupakan lingkungan.

Jangan lupa potretlah juga lingkungan sekeliling panggung, jangan hanya terpaku pada penyanyi dan musisi-nya saja. Potret juga saat gitar di stem, saat drum di set, saat sound system di tes, saat orang-orang lighting mencoba lampu atau gulungan kabel di pojok mungkin juga menarik?

10. Kenalkan diri.

Buat diri Sobat dikenal di lingkaran orang-orang konser. Perkenalkan diri dengan sopan pada anggota band, cobalah ngobrol dengan orang sound system/ lighting. Kenalkan diri pada organizer dan juga sesama fotografer. Mintalah alamat email dan kirimkan hasil foto Sobat pada mereka. Siapa tahu Sobat akan mulai diterima dengan baik oleh orang-orang yang biasa terlibat dalam urusan konser, bahkan dengan musisinya sekalian. Dengan begitu urusan kedepan akan jauh lebih lancar, Sobat akan mendapat bocoran event selanjutnya dan makin leluasa berkeliaran di panggung konser.

Nah selamat menghasilkan foto konser musik pertama Sobat!!

Sumber : belajarfotografi.com

 

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s