10 Tips untuk Fotografi Landscape Low-Light

Memotret landscape pada cahaya rendah atau low light bisa menjadi sesuatu yang menantang untuk para fotografer, namun jika Sobat adalah seorang fotografer yang senang dengan tantangan, maka dengan menjalankan 15 tips dibawah ini mungkin akan menghasilkan gambar yang luar biasa, dicoba yuk!:

  1. Seorang fotografer yang profesional selalu merumuskan rencana sebelum memulai, begitupun dalam memotret landscape pada low light, Sobat harus benar-benar merencanakan ide yang baik.  Misal, sebelum jam senja ambillah beberapa tembakan untuk memastikan adegan sunset (matahari terbenam)  yang Sobat cita-citakan tertangkap dengan baik. Cityscape yang terbaik dilihat dari jauh, sedangkan bentang laut akan lebih dramatis jika diambil lebih dekat dengan garis pantai. Pertimbangkan elemen komposisi untuk skala, POI (Point Of Interest) dan konteks. Ketika senja telah datang, Sobat hanya memiliki waktu sekitar 20-30 menit saja untuk mendapatkan gambar yang optimal. Baca lagi mengenai  10 Tips Memotret Sunset dan Sunrise.
  2. Waktu terbaik untuk memotret adegan low light dimulai hanya setengah jam sebelum sunset hingga setengah jam berikutnya. Kenapa? Karena waktu-waktu inilah gambar Sobat akan menghasilkan pewarnaan yang indah di langit; beresonansi dalam tampilang pink, ungu, merah, orang dan akhirnya memudar menjadi biru kelam. Nuansa langit seperti ini akan lebih baik dibandingkan langit malam.
  3. Kunci untuk mendapatkan tembakan yang sempurna pada low light adalah eksposur yang panjang atau dalam istilah fotografi disebut sebagai long exposure yang mana berarti Sobat harus menggunakan slow shutter speed dan ini membutuhkan tripod yang kokoh.
  4. Jika Sobat lupa bawa tripod atau Sobat belum punya hehe😀, ada alternatif lain seperti bagian atas dinding, bagian atas tempat sampah, pagar yang lebar, tanah yang lebih tinggi, ransel atau bahkan sepatu Sobat – jangan khawatir ada banya cara mengatasi masalah ini.

Image by V31S70

  1. Mulailah dengan mengatur kamera pada tripod yang kokoh atau benda lainnya, dan alihkan unit ke manual atau prioritas shutter jika Sobat menginginkannya. Turunkan ISO ke 100 dan setel shutter pada kecepatan 15 hingga 20 detik (ini memerlukan trial and error untuk menemukan nilai optimal). Dalam hal aperture karena Sobat akan menangkap depth of field yang panjang untuk memastikan elemen-elemen dalam adegan tetap dalam fokus, jadi cobalah variasi aperture mulai dari F9 hingga F14.
  2. Untuk jenis lensa, gunakanlah lensa yang lebih cepat dan memiliki sudut lebar (wide angle) untuk menangkap seluruh adegan landscape, gunakan lensa seperti 12-24mm atau fisheye 10,5 akan menghasilkan hasil yang menarik. Namun lensa zoom pun dapat bermanfaat untuk memotret adegan kota  atau bermain-main dengan perspektif.
  3. Menggunakan auto white balance dapat mengakibatkan warna yang kurang berkilau. Aturlah white balance seara manual pada setelan 5500K, ini adalah warna rata-rata siang hari. Dianjurkan memotret dengan menggunakan RAW.

Image by kern.justin

  1. Tips lainnya untuk memotret pada adegan low light adalah shutter release remote control seperti Nikon ML-L3 wireless control yang bekerja pada kamera Nikon seperti D40, D40X, D60, D80 dan D90. Ada banyak rilis dipasaran atau di situs-situs yang menjual aksesoris kamera dengan merek dan model yang bervariasi. Manfaat dari shutter release remote ini adalah untuk menghindari guncangan kamera dari tangan atau anggota tubuh Sobat selama eksposur sehingga tidak goyang atau blur. Trik lain untuk Sobat yang beum punya alat ini adalah gunakanlah self timer.
  1. Menggabungkan elemen foreground (latar depan) untuk menambahkan POI, skala dan untuk membantu kontekstualisasi potongan. Misalnya kombinasi cahaya alami dan buatan bisa sangat dramatis dalam cityscapes, tingginya tingkat polusi cahaya warna langit malam dengan  kuantitas besar cahaya yang bersinar di area termasuk jalan raya, jembatan atau struktur bangunan. Jika yang Sobat inginkan adalah pemandangan senja, pertimbangkan deretan diagonal pada pohon, pagar, rumah petani. Begitu juga dengan adegan laut cobalah menggabungkan mercusuar, Cliffside atau groyn.
  2. Hal yang paling indah tentang kamera digital adalah umpan balik yang instan. Banyak teknik Sobat akan menjadi trial and error di awal tapi jangan lupa gunakanlah histogram untuk memeriksa eksposur. Ini mungkin menunjukkan bahwa bagian gambar yang terlalu terang tapi ini mungkin bidang cahaya terang dalam sebuah adegan kota misalnya. Yang paling penting adalah untuk bersenang-senang dan bereksperimen!🙂

Selamat mencoba dan selamat memotret ria!

Sumber: digital-photography-school.com

2 pemikiran pada “10 Tips untuk Fotografi Landscape Low-Light

  1. Ping balik: Tips Memotret Landscape « Weddingku Magazine

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s