Komposisi Interior dalam Fotografi Arsitektur

WeddingkuMagazine – memotret interior tidak semudah yang Sobat bayangkan, untuk membuat gambar yang efektif dan seolah-olah nyata diperlulan pemikiran dan pertimbangan yang cermat. Untuk meningkatkan pemahanam Sobat, mari kita lihat video tutorial yang dibuat oleh seorang fotografer profesional Scot Hargis:

Agar hasil jepretan dapat terlihat seperti ruangan besar, menggunalan wide-angle (sudut lebar) bukanlah pilihan tepat karena ini akan mengakibatkan foto menjadi distorsi dan mengganggu penglihatan orang yang melihat foto Sobat secara keseluruhan. Untuk menampilkan sebuah ruangan besar, pertama-tama cobalah untuk memoret dari berbagai sudut untuk mendapatkan posisi yang tepat.

Ketika sedang membidik untuk mendapatkan angel yang tepat, lihatlah keseimbangan pada tata ruang, jika mungkin saja ada beberapa furniture yang kurang tepat, Sobat dapat memindahkannya dan memperbaiki posisinya

Sebelum memotret, seusaikan terlebih dahulu zoom untuk mendapatkan kompoisis yang estetis. Jangan menempatkan kamera terlalu rendah dari meja dan jangan pula terlalu tinggi sehingga akan tampak seperti raksasa yang sedang melihat liliput😀, cari posisi ditengah antara mata dan pinggang.

Berbicara mengenai konsep dengan istilah arsitektur, yaitu hanya untuk mendapatkan satu titik perspektif, dan bagaimana untuk mencapai itu akan sangat meningkatkan kualitas foto-foto interior Sobat. Singkatnya, satu titik perspektif berarti ketika melihat ruang lurus, Sobat telah menempatkan kamera Sobat dalam posisi di mana semua garis vertikal adalah garis vertikal dan horisontal tetap horisontal. Untuk melakukan ini, kamera Sobat harus sangat sejajar dengan dinding. Teknik ini mungkin saja bisa sedikit rumit, bahkan sedikit saja salah menempatkan kamera akan menghasilkan foto yang kurang bagus

Jadi pada intinya untuk memotret konsep arsitektur, yang harus Sobat ingat adalah:

  • Pada dasarnya Sobat mencoba untuk menggambarkan karakter ruangan dan merasakannya melalui sebuah desain foto. Gambar yang diambil dengan menggunakan wide-angel umumnya akan menghasilkan efek yang berlawanan.
  • Lihatlah foreground (latar depan) dan background (latar belakang) objek secara keseluruhan. Penempatan kamera harus tepat sehingga antara foreground dan background dapat bekerja sama untuk melengkapi satu sama lain dan tidak bersaing untuk mencuri perhatian dalam foto😀.
  • Membidik melalui kamera sebelum memulai sambil melihat komposisi dan posisi sama pentingnya dengan menjauh dari kamera dan mempelajari pandangan dari perspektif orang luar. Pastikan bentuk dan sudut ruangan menyelaraskan dengan mata pada umumnya dan bukan hanya mata fotografi.

Fotografi interior arsitektur memang rumit. Karena membutuhkan kejelian mata untuk komposisi yang tepat dan membutuhkan latihan yang tidak sebentar, namun Sobat pasti bisa jika sering belajar dan belajar.

Selamat memotret ria😀

Sumber  : www.scotthargisphoto.com

Kredit Gambar : Interior.Design.Wallpapers

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s