5 check list agar wedding Photography Berjalan Mulus

Jika Sebelumnya WM pernah membahas Tips Wedding Photography Untuk Amatir, bahasan kali ini mengenai check list yang harus Sobat lakukan agar wedding Photography berjalan mulus.

Walaupun ada perbedaan antara wedding yang satu dengan yang lainnya, namun secara garis besar proses wedding hampir sama, untuk itulah kenapa WM lebih banyak mengedepankan wedding secara internasional dan bukan tradisional,

Berikut 5 list yang harus sobat lakukan pada saat wedding secara garis besar :

1. Pagi-pagi di hari Pernikahan

 

Usahakan untuk sampai ke rumah pengantin perempuan sedini mungkin (usahakan datang tepat waktu). Suasana cenderung akan kacau jika Sobat datang terlambat. Ambilah beberapa gambar seperti saat pengantin sedang melakukan make-up, Orang tua pengantin yang tengah bersiap-siap, pengiring pengantin dan jangan lupa untuk mengambil gambar ketika mereka akan pergi. Hal ini untuk memudahkan Sobat agar nantinya Sobat tidak perlu repot memotret disaat pengantin perempuan benar-benar akan pergi. Juga, potretlah beberapa gambar dari sepatu, buket dan gaun, apa yang terlihat bagus dan dapat ditambahkan untuk memperindah desain nantinya.

Jika pengantin Pria telah datang, saatnya Sobat mengambil gambar untuk pengantin pria dan keluarga saat mereka datang ke lokasi.

Peralatan yang direkomendasikan – Kamera dengan lensa Ultra wide 100mm, tripod untuk pemotretan slow speed (moody), reflektor (Lastolite sangat baik) untuk pemotretan di mana Sobat tidak ingin flash yang terlalu keras (juga untuk setiap pemotretan di luar, terutama jika cerah untuk melakukan fill-in), lampu kilat (lebih khusus dengan diffuser atau digunakan pada mode bouncing), mungkin satu lampu studio dengan softbox untuk pemotretan formal di dalam ruangan.

2. Selama upacara

 

Pertama-tama JANGAN BERISIK dan Kedua JANGAN GUNAKAN FLASH, lakukan dengan hati-hati, fokus pada pasangan pengantin jangan ke yang lain! , jika pengantin akan melakukan upacara di tempat ibadah.Sebelumnya Sobat harus sudah berkomunikasi atau meminta izin dengan pendeta/pengurus tempat ibadah tersebut  sebelum acara upacara dimulai, dan pastikan bahwa Sobat boleh memotret saat upacara berlangsung.

Sobat harus sudah memiliki tripod yang diatur di bagian belakang tempat ibadah atau di daerah yang Sobat tidak ingin terlalu banyak “getaran”. Cobalah dapatkan sudut pandang yang tinggi dan ambil beberapa gambar wide angle dari seluruh jemaat. Jika Sobat diijinkan, mendapatkan sedikit lebih dekat dan mengambil beberapa gambar dari depan tempat ibadah, dengan jemaat di belakang pasangan.

Pergunakanlah flash degnan bijak, itu artinya pergunakan flash hanya jika Sobat diijinkan. atur kamera (jika digital) pada ISO tinggi 800 atau 1600, untuk mendapatkan beberapa gambar yang baik tanpa khawatir kamera goyang. Sobat dapat menghilangkan butir atau noise kemudian hari dengan program seperti Neat Image .

Peralatan yang direkomendasikan – Kamera, lensa Ultra wide dengan kisaran 16mm – 200mm, tripod untuk indoor (tanpa flash) selama upacara, remote release, speedlight (sebaiknya berdedikasi dengan diffuser) jika diizinkan.

3. Setelah Upacara

 

Setelah Sobat memiliki gambar dari pasangan pengantin, tinggalkan tempat upacara  atau kantor registri, bersiap-siap untuk ” pemotretan yang lain”!

Biasanya pasangan akan langsung dibanjiri oleh tamu, memotret dari arah manapun tentu saja Sobat tidak akan mendapatkan apa-apa. Disini Sobat yang harus mengambil kembali. Ingat, Sobat dibayar untuk ini, dan itu adalah tugas Sobat untuk mengatur hal-hal pada tahap ini. Jika pasangan menginginkan pemotretan grup, mulai untuk mengorganisir mereka secara langsung dengan meminta salah satu anggota keluarga untuk  membantu mendapatkan orang yang relevan bersama-sama.

Peralatan yang direkomendasikan – Daftar untuk foto grup beserta nama-namanya, seperti yang diminta oleh pasangan, Kamera dengan lensa Ultra wide 16mm 100mm, tripod, tangga untuk pemotretan kelompok besar (! Ini adalah di mana asisten sangat berguna), reflektor, terutama jika hari cerah, speedlight untuk fill-in flash.

4. Tempat Spesial

 

Jika pasangan pengantin sebelumnya telah sepakat untuk memiliki beberapa gambar khusus, waktu terbaik adalah mungkin setelah upacara. saat itu Orang-orang hanya berpikir 2 hal di pikiran mereka yaitu pada makanan dan minuman!😀 . bawa pasangan ke tempat yang telah ditentukan sebelumnya untuk pemotretan Pre-destined, luangkan waktu dan lakukan pemotretan yang santai.

Pastikan Sobat pernah melakukan gladi resik, sehingga Sobat memiliki gagasan tentang pencahayaan dan di mana Sobat harus memposisikan pasangan. Carilah daerah-daerah menarik di dekat atau dalam perjalanan ke resepsi seperti kolam, reruntuhan, kebun atau bahkan pantai. Jangan terlalu khawatir dengan tamu, jika pasangan pengantin sedikit terlambat, ketika meraka datang biasanya akan lebih meriah.

Peralatan yang dianjurkan –Lensa kamera dengan rentang 35mm – 200mm, tripod, reflektor, terutama jika hari yang cerah, speedlight untuk fill-inflash.

5. Resepsi

 

Dapatkan gambar kue sebelum dipotong, dan saat proses pemotongan kue. Lalu potretlah secara candid kedua pasangan dimana kini mereka sedang berpesta atau melakukan pidato, setelah itu Sobat bebas berfoto ria karena setelah sesi ini, pekerjaan Sobat telah selesai.

Jika di izinkan dan peralatan Sobat memadai, disini Sobat dapat membuka studio-mini di suatu tempat di ruang resepsi, bisa satu ruangan terpisah atau lorong yang sempit. Jika ini memungkinkan bisa jadi cara yang bagus untuk mendapatkan nilai plus dari para tamu yang ingin berfoto dengan pengantin. Dan tentu saja ini akan memanjangkan bisnis fotografi Sobat😀 .

Peralatan yang direkomendasikan – Kamera, lensa  kisaran 35mm – 200mm, speedlight, peralatan studio jika diijinkan dengan 2 senter, brollies (atau 1 payung dan 1 softbox, , backdrop), tripod dan aksesories yang Sobat punya (seperti bunga, boneka, dll.)

Ingat, nikmati dan santai, karena dengan persiapan yang baik Sobat sudah setengah jalan dan dapat melakukannya dengan sempurna.

Salah satu pilihan lain yang cukup baru untuk tambahan ke Album Pernikahan adalah membuat sebuah DVD slideshow.  Keuntungan dari ini adalah bahwa orang lebih cenderung untuk menonton DVD hari ini dari pada album tua yang sudah lapuk dimakan umur.

Dibawah ini contoh slideshow yang dibuat dengan Pro Show Gold :

Sumber & Kredit Gambar : www.all-things-photography.com

4 pemikiran pada “5 check list agar wedding Photography Berjalan Mulus

  1. Ping balik: Bagaimana Memotret Sesi Table Yang Baik Pada Fotografi Wedding? « Weddingku Magazine

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s