10 Tips Foto Alam dan Satwa Liar (Wildlife)

Apakah Sobat berencana untuk menjadi fotografer alam dan satwa liar (wildlife)? Jangan salah lho Sob, fotografi alam ini banyak sekali diminati baik oleh fotografer yang sudah pro atau yang masih amatir.

Jika Sobat berminat, mungkin 10 Tips Foto Alam Dan Satwa Liar dibawah ini dapat membantu Sobat khususnya untuk pemula yang ingin terjun ke style fotografi ini.

ALAT:

  1. Kamera; fotografer tidak akan lepas dari yang namanya kamera, namun disini Sobat bebas memilih kamera apa yang akan Sobat gunakan untuk memotret kehidupan liar. Namun saram WM, gunakanlah kamera dSLR tidak perlu yang mahal jika budget Sobat belum mencukupi­čśÇ.
  2. Lensa; untuk fotografi alam gunakanlah lensa 28-105mm dan 100-300mm, lensa dengan image stabilizer dan fitur auto fokus (AF) akan menjadi keuntungan tambahan jika Sobat akan memotret satwa liar
  3. Tripod; belilah tripod dengan bahan serat karbon agar mudah dibawa kesana-kemari, karena fotografer alam tidak akan diam di satu tempat.
  4. Notepad; ini sangat diperlukan untuk mencatat kegiatan Sobat disana, mulai dari mencatat pengaturan kamera, spot-spot, keadaan alam, dll.

 

TIPS MEMOTRET ALAM DAN SATWA LIAR

  1. Sebelum memotret alam liar berkelilinglah di beberapa area untuk mendapatkan beberapa spot, lalu catatlah/gambar spot-spot tersebut, dan mulailah memotret.
  2. Memotretlah dari beberaoa sudut yang berbeda, jarak, macro, menggunakan berbagai kecepatan rana (shutter speed) dan pengaturan eksposur.
  3. Menggunakan tripod adalah kebiasaan yang baik terutama bila Sobat memotret pada saat cahaya rendah atau foto dari suatu obyek yang bergerak cepat (misalnya, Rusa yang berlari atau burung terbang). Untuk fotografi cahaya rendah, Sobat mungkin harus menggunakan shutter speed seperti 1/50 atau lebih tinggi. Jika Sobat tidak menggunakan tripod dalam kesempatan ini, Sobat pasti akan mendapatkan gambar yang kabur (blur/tidak fokus). Itulah kenapa Sobat harus membawa tripod.
  4. Fotografi alam banyak mengenai pencahayaan. Tempat yang sama dapat terlihat berbeda tergantung dari hari, cahaya atau tidak adanya awan, debu atau kelembaban di udara. Jadi lihatlah cahaya dan analisa dalam pikiran Sobat. Jika Sobat melihat cahaya di pagi hari, mungkin akan terlihat memiliki nada emas atau kuning hangat. Siang yang terang dengan bayangan dalam atau jika cuaca berdebu sehingga kurang menarik untuk pemotretan karena akan menciptakan kabut; malam atau sore, cahaya akan terlihat kemerahan kuning atau merah. Jadi bisa merasakan dengan melihat cahaya dan memilih subjek atau tema landscape berdasarkan pencahayaan yang tersedia adalah sesuatu yang harus Sobat pelajari dan praktekan.
  5. fotografi alam membutuhkan banyak kreativitas dan kemampuan mengamati yang baik. Kadang-kadang, semakin dekat atau jauh dari subjek membawa keluar yang terbaik dari subjek dan sekitarnya. Sebagai contoh, jika Sobat melihat bunga, Sobat mungkin ingin mendapatkannya secara dekat (close-up) atau juga mungkin memasukan semak-semak atau pohon-pohon di sekitarnya untuk menciptakan perspektif yang menarik. Begitu juga untuk memotret gunung, sungai atau lembah dll.
  6. Jika Sobat mencintai alam dan satwa liar, Sobat pastinya akan melakukan pemotretan bukan hanya dengan kamera namun diikuti dengan hati dan memiliki gairah untuk menciptakan karya yang terbaik dari keindahan alam. Jadi cobalah untuk mengembangkan cinta dari dalam dengan berpikir positif tentang hal itu dan membaca beberapa buku mengenai alam dan satwa liar.
  7. Ambilah beberapa gambar dalam pengaturan interval untuk memberikan beberapa efek yang menarik
  8. fotografi Alam atau satwa liar terkadang hanya membutuhkan keberuntungan. Sobat mungkin saja menunggu dengan lama untuk mendapatkan gambar dari hal-hal menarik, namun hal-hal menarik justru datang setelah Sobat beranjak. Sering kali Sobat mungkin melihat sesuatu yang menarik sebelum Sobat siap, dan kemudian saat berlalu sebelum Sobat dapat memotretnya. Jadi mudah-mudahan saja Sobat banyak beruntung karena Sobat tentu saja tidak dapat mengendalikan lingkungan atau subyek Sobat.:D
  9. Bersabarlah jika Sobat ingin menjadi fotografer alam dan satwa liar. Misalkan Sobat mungkin menemukan sarang burung tetapi harus sabar menunggu berjam-jam untuk menunggu burung untuk kembali ke sarangnya.
  10. Banyak-banyaklah belajar dan melihat karya-karya agung dari beberapa fotografer alam dan satwa liar profesional. Misalnya, melihat majalah seperti National Geographic dimana didalamnya banyak sekali foto-foto alam liar yang dibuat oleh fotografer profesional.

Mudah-mudahan 10 Tips Foto Alam Dan Satwa Liar bermanfaat ya. Selamat memotret ria­čśÇ.

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s