13 TIPS UNTUK ASISTEN FOTOGRAFER

Sobat sedang belajar fotografi wedding? Apakah Sobat sudah mencoba belajar melalui pelatihan sebagai asisten fotografi?, jika belum mulailah dari sekarang, carilah fotografer profesional di tempat tinggal Sobat, dan mintalah kepada meraka agar Sobat diikut sertakan sebagai asisten fotografer.

Namun menjadi asisten fotografer bukanlah perkara mudah, Sobat harus mengetahui aturan-aturan yang diberikan fotografer utama agar pemotretan wedding aman dan lancar.

Menjadi asisten fotografer bisa saja sebagai batu loncatan untuk bisnis Sobat kedepannya dalam dunia fotografi, karena disini kita akan banyak belajar bagaimana seharusnya seorang fotografer bekerja.

Namun, bisa saja hal ini dapat menyulitkan, karena fotografer profesional adalah orang-orang pembisnis dan tentu saja selalu waspada terhadap saingannya😀 . Namun tidak jarang mereka juga mencari fotografer cadangan yang dapat bekerja sama dan dapat dipercaya.

Jika sudah menemukan seorang fotografer utama, cari tahu style atau gaya fotografer mereka, kepribadian dan pelayanan terhadap klien. Jadi Sobat-pun akan sedikit terlatih untuk mengetahui apa dan bagaimana untuk menjadi seorang fotografer profesional.

Sekarang siapkan peralatan Sobat, pastikan kamera dan lensa dalam keadaan bersih, baterai telah terisi dan terpasang dengan benar,  Flash Memory telah diformat, dan sinkronisasikan waktu antara Sobat dan fotografer utama.

Saat hari H, pastikan Sobat datang tepat waktu, namun jika Sobat belum mengetahui lokasi pernikahan, pergilah lebih pagi agar ada waktu untuk mencari lokasi pernikahan tersebut. Google map dapat Sobat gunakan jauh-jauh hari sebelum hari H sambil mencari jalan alternatif menuju lokasi.

Jika telah sampai pada lokasi pernikahan, tampilah percaya diri, sopan, dan hormat kepada semua orang termasuk kepada vendor lain yang termasuk dari bagian hari pernikahan. Sobat mungkin saja menganggap ini sepele, namun percayalah jika Sobat melakukan ini semua dengan baik, lambat laun akan banyak orang yang mendatangi Sobat dan meminta Sobat untuk memotret hari pernikahannya.😀

Apa saja tugas asisten fotografi, mungkin poin-poin dibawah ini bisa Sobat pertimbangkan, namun tidak tertutup kemungkinan jika Sobat akan menambahkan poin:

  1. Jadilah asisten fotografer yang profesional. Menjalankan tugas dengan dedikasi yang tinggi😀 seperti mengumpulkan dan memposisikan tamu untuk pemotretan grup, memposisikan lampu, reflektor dan peralaran tambahan lainnya saat pemotretan grup, dan umumnya melaksanakan tugas yang diberikan fotografer utama.
  2. Mencari spot yang bagus dan menginformasikan kepada fotografer utama.
  3. Memotret dengan sudut pandang diluar dari fotografer utama, memotret candid, dengan syarat fotografer utama tidak tertangkap kamera Sobat.
  4. Perhatikan hal-hal yang mungkin terlewatkan oleh fotografer utama, misalnya gangguan pada background atau sampah-sampah yang dapat mengganggu hasil akhir foto.
  5. Dapatkan gambar detail yang mungkin digunakan untuk desain album sebagai background.
  6. Percaya diri dan bertindak penuh keyakinan, jangan grogi walaupun Sobat pertama kali melakukannya.
  7. Mengingat apa yang fotografer utama rencanakan, mengingatkan dia jika ada sesuatu yang terlewat. Dengan begini Sobat akan lebih dihargai.
  8. Selalu berpikir ke depan. Misalkan Jika Sobat berpikir akan membutuhkan reflektor untuk sesi berikutnya, siapkanlah dengan cepat!, jika Sobat tahu bahwa fotografer utama membutuhkan tripod laksanakan dengan cepat, tetapi yang paling penting, belajar sesuatu setiap waktu dan menikmatinya. Sobat akan menjadi bagian dari sebuah tim jadi pastikan Sobat bekerja dengan cara itu.
  9. Jika Sobat memiliki bisnis fotografi sendiri, jangan memberikan kartu nama Sobat atau mencoba untuk menawarkan jasa Sobat sendiri. Ingat, disini Sobat adalah seorang asisten dan mereka adalah klien fotografer utama yang harus dihormati setiap saat.
  10. Jangan memotret seperti paparazzi kecuali Sobat secara khusus diberitahu untuk melakukannya. Para fotografer utama lebih suka pekerjaan yang baik, gambar berkualitas tinggi dari beribu-ribu foto yang diambil dengan harapan 20%-nya menjadi sukses.
  11. Jangan memotret di sebelah bahu fotografer utama untuk mendapatkan beberapa gambar portofolio tanpa izin. Hal ini dapat sangat merugikan Sobat kepedepannya. Kecuali, jika telah disepakati sebelumnya, maka fotografer utama biasanya akan memberitahu klien bahwa ada beberapa pelatihan yang sedang berlangsung.
  12. Jangan mempublikasikan gambar-gambar di blog dll. tanpa izin dari fotografer utama. Jika ijin diberikan, jangan lupa berikan kredit fotografer utama. Hak cipta tetap miliki fotografer utama dimana Sobat bekerja untuknya.
  13. Usahkanlah saat bekerja, Jangan mengunyah permen karet, merokok apalagi minum alkohol, jangan berbicara kasa, jika itu memang diminta oleh fotografer utama.

ini hanya beberapa hal dasar yang harus dipertimbangkan dan daftar ini mungkin dapat ditambahkan. Jadi mudah-mudahan ini bisa membantu Sobat yang hari ini sedang belajar untuk menjadi fotografer profesional melalui pelatihan asisten fotografer.

Selamat berfoto ria😀 .

4 pemikiran pada “13 TIPS UNTUK ASISTEN FOTOGRAFER

  1. harus bisa fotografi ga sih kalau mau jadi asisten fotografer? sy kuliah di jurusan film & tv sih, sempet dapet mata kuliah fotografi sedikit, tapi kurang mahir.

    Sy tertarik untuk jadi asisten fotografer

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s