Sembilan Sesi Dalam Wedding Photography Yang Tidak Boleh Terlewat

WM kembali ingin berbagi ilmu dan pengalaman dengan Sobat-sobat yang sedang belajar fotografi khususnya fotografer  pernikahan (Wedding Photography). Namun tidak menutup kemungkinan untuk Sobat-sobat fotografer profesional untuk membaca artikel ini dan memberi masukan di kolom komentar.😀

Artikel kali ini masih mengenai teknik wedding photography, apa saja yang harus dipersiapkan dan sembilan adegan dalam wedding photography yang tidak boleh terlewat. Namun konsep wedding yang akan WM bahas adalah konsep Wedding International (konsep tradisional akan WM bahas dalam artikel selanjutnya)

Peralatan yang harus Sobat siapkan untuk Wedding Photography

Ketika WM diminta untuk memotret wedding untuk pertama kalinya, WM baru memiliki beberapa peralatan dan yang pastinya belum mencukupi untuk dipakai dalam pemotretan wedding. Namun, kurang lebih WM telah mengetahui peralatan apa saja yang diperlukan untuk melengkapi peralatan yang telah ada, sehingga akhirnya WM putuskan untuk membeli beberapa peralatan tambahan. Peralatan tambahan Yang pertama kali WM beli adalah lampu flash. WM ingat bahwa Fotografer tidak dapat tergantung pada cahaya sekitar, terutama jika memorter di tempat yang gelap seperti tenda atau ruang resepsi. Jadi flash harus selalu berada dalam tas kamera. Selain flash Sobat dapat mempertimbangkan Flash bracket.

Item selanjutnya yang WM beli untuk peralatan tambahan adalah beberapa Kartu Flash (CF) karena dalam wedding photography sudah pasti akan banyak mengambil tembakan dan memerlukan kapasitas penyimpanan yang leluasa. Terkadang fotografer wedding memperkirakan jumlah tembakan dengan menggunakan rumus: 75 frame per jam.

Catatan: Jumlah 75 frame per jam digunakan untuk fotografer yang menggunakan film. di era digital, jumlah ini dapat dua kali lipat lebih banyak (mungkin bisa sampai 200 tembakan per jam). Disini Sobat harus berpikir sedikit tentang kapasitas kartu yang Sobat gunakan sehingga Sobat tidak banyak kehilangan moment.

Peralatan lainnya yang harus dipertimbangkan, jika budget masih mencukupi adalah :

  • Lensa tambahan (misalnya Lensa 16-35 f2.8L USM,Lensa 24-70 f2.8L USM,Lensa 70-200 f2.8 IS USM)
  • monopod dan tripod,
  • Baterai cadangan untuk kamera
  • Laptop/notebook
  • Card reader

Kebanyakan fotografer profesional akan membawa kamera cadangan, minimal Sobat harus memiliki dua bodi kamera dengan lensa yang berbeda di atasnya (seperti kebanyakan jurnalis foto). Kamera cadangan ini untuk memastikan bahwa jika ada sesuatu yang salah dengan kamera atau lensa utama Sobat, dengan begitu Sobat dapat leluasa memotret tanpa mengacaukan pernikahan dan membuat hari bahagia klien Sobat menjadi mimpi buruk.

Untuk memotret wedding yang pertama kalinya, sah-sah saja Sobat membawa satu set peralatan fotografer namun disini Sobat harus hati-hati dan harus memiliki banyak pertimbangan, namun jika anggaran Sobat memungkinkan, Sobat dapat menyewa atau meminjam satu set lagi peralatan fotografer. Namun, lagi-lagi Sobat harus memastikan bahwa kamera yang Sobat sewa sudah akrab dengan jari-jari Sobat.😀

Ada satu hal lagi mengenai lensa yang harus Sobat gunakan. Banyak tempat-tempat dimana tidak memiliki pencahayaan yang cukup untuk mendapatkan eksposur yang sempurna (khususnya gereja/tempat peribadatan lainnya), jadi Sobat harus membawa lensa cepat atau  lensa dengan aperture terlebar (f2.8 sangat direkomendasikan karena lebih luas dan mungkin Sobat memiliki sedikit masalah dengan terlalu sempitnya depth of field dan shutter speed yang terlalu lama, sehingga terkadang goyangan pada kamera dapat terlihat). Jika memungkinkan cobalah untuk menggunakan lensa dengan fitur penstabil, seperti Image Stabilizer (IS) pada lensa Canon atau Vibration Reduction (VR) pada lensa Nikon, fitur ini akan memberikan Sobat lebih banyak ruang untuk bermain dengan eksposur (yaitu shutter spedd lebih rendah, aperture yang lebih kecil sehingga menghasilkan fokus yang lebih tajam)

Pemotretan seperti Apa yang  klien butuhkan  atau harapkan dari fotografer

WM tidak mengharuskan Sobat untuk mengikuti pemotretan yang tercantum dibawah ini untuk diikuti, namun mudah-mudahan ini dapat menjadikan sumber inspirasi dan memudahkan Sobat ketika pertama kali melakukan wedding photography.

1. Sesi Di rumah Pengantin Wanita, Mempersiapkan Pernikahan

 

  • Refleksi dari Cermin pengantin  wanita,
  • Refleksi dari cermin pengantin wanita dengan pembantu kehormatan,
  • Mengatur pengantin wanita untuk garter (opsional),
  • Mempelai wanita di tangga (jika ada),
  • Potret Full length pengantin wanita,
  • Tiga perempat length potret pengantin wanita,
  • Pengantin wanita dikelilingi dengan bunga-bunga,
  • Mempelau wanita dikelilingi dengan hadiah,
  • Pengantin wanita menyematkan bunga pada ibunya,
  • Pengantin wanita  menyematkan bunga pada ayahnya,
  • Ibu dengan pengantin wanita,
  • Ayah dengan pengantin wanita,
  • Saudara (kaka-adik) dengan pengantin wanita (individual dan bersama-sama),
  • Ayah dan ibu dengan pengantin wanita,
  • Pengantin dengan pembantu.

Tips: Sekali-kali potretlah benda-benda kecil, seperti sepatu, lipstik atau cermin atau misalkan wajah pengantin dalam sebuah cermin kecil. Kretiflah dan ekspresikan emosi Sobat dalam gambar-gambar benda-benda kecil.

2.       Sesi Meninggalkan Rumah & Sesampainya di Gereja

 

  • Ibu, ayah dan pengantin wanita meninggalkan rumah
  • Pengantin Pria membuka / memegang pintu mobil
  • Pengantin masuk ke mobil
  • pengantin didalam mobil

Setelah sampai Gereja

  • Pengantin pria memegang tangan pengantin wanita sementara dia keluar dari mobil (jika memungkinkan)
  • Pengantin di tangga gereja
  • Pengantin pria menunggu pengantin wanita (melihat arlojinya)

Tips: sangat sulit untuk berada di dua tempat sekaligus kan? (di rumah pengantin dan di gereja) apalagi jika jaraknya berjauhan, karena Sobat akan memerlukan kendaraan dan mengendarainya secepat kilat menuju gereja sebelum pengantin tiba.

Namun ini dia solusinya!🙂 ; Bicaralah dengan sopir pengantin dan minta padanya untuk menunggu sementara Sobat dapat memotret pengantin masuk ke dalam mobil, setelah itu…. sementara Sobat beres-beres dan menuju gereja, jangan lupa untuk meminta Pak sopir untuk memperlambat kecepatan, sehingga Sobat akan sampai  ke gereja sekitar 10-15 menit lebih dulu sebelum pengantin datang dan Sobat dapat dengan leluasa mengatur peralatan Sobat sementara pengantin masih dalam perjalanan😀 .

3.      Sesi prosesi

  • Pengantin wanita dan Ayahnya berjalan menyusuri isle
  • Para tamu berjalan menyusuri isle
  • Flower girl dan anak laki-laki pembawa cincin

Tips: Akan lebih mudah jika Sobat mengatur peralatan Sobat di ujung isle dan memberikan tanda kepada pihak pengantin jika Sobat sudah siap untuk melanjutkan berjalan, sehingga Sobat tidak akan kehilangan moment yang indah ini. atau bisa juga Sobat melakukan prefocus pada titik tertentu terlebih dahulu dan mengambil gambar orang yang melewati titik tersebut.

4.      Sesi Upacara (Seremoni)

 

  • Orang tua memeluk/mencium pengantin wanita
  • Pengantin di atas altar
  • Pendeta melakukan pemberkatan
  • Do’a atau pemberkatan
  • Cincin upacara
  • Pemberkatan
  • Pasangan berciuman
  • Pasangan meninggalkan altar

Tips : Jika memungkinan, Sobat harus berbicara dengan pendeta sebelum upacara dan mendiskusikan mengenai peraturan Gereja. Mungkin saja ada aturan tentang penggunaan flash atau mengenai etika lainnya.

Biasanya Pak Pendeta sangat senang jika beliau diajak berdiskusi dan bahkan beliau dapat memberikan beberapa saran tentang spot terbaik di gereja untuk memotret.

Misalnya, Jika Sobat telah meminta izin dan diperbolehkan untuk bergerak selama upacara, cobalah untuk memotret pengantin dengan obyek yang bagus (lilin, bunga, dll) untuk foreground.

Gagasan lain yang mengesankan adalah memotret pengantin yang sedang berpegangan tangan, cobalah untuk mengambil gambar tangannya saja. Selama upacara, biasanya pengantin akan sedikit stres dan tanpa sadar biasanya mereka saling berpegangan tangan dengan erat, dimana ini adalah kesempatan besar untuk mengambil gambar yang memiliki sentuhan emosional.

5.      Sesi Resesi

  • Pasangan pengantin meninggalkan altar
  • Ayah dan ibu berjalan di aisle
  • Para tamu berjalan menuju altar

6.      Sesi Bersalaman

  • Anggota keluarga dan tamu ucapan / memeluk pengantin wanita
  • Anggota keluarga dan tamu ucapan / memeluk pengantin pria

Tips: Bagian sesi ini boleh dibilang agak rumit, karena hiruk-pikuk tamu undangan yang bersalaman bahkan berpelukan dengan pengantin memerlukan kepekaan Sobat untuk mengambil gambar (usahakan untuk mengambil gambar ekspresi pengantin ketika bersalaman atau berpelukan dengan seseorang/tamu undangan).

7.      Sesi Meninggalkan Gereja

  • Pengantin berciuman di tangga
  • Pengantin melambaikan tangan kepada kerumunan (opsional)
  • Pengantin berjalan menyusuri aisle-of-honor
  • Para tamu dan anggota keluarga menamburkan  beras pada pengantin (disarankan)
  • pengantin pria memegang pintu mobil  dan membantu masuk pengantin wanita ke mobil
  • Mempelai di dalam mobil
  • Pengantin wanita di dalam limusin (bisa melalui jendela atau pintu)

Tips:  Sobat tidak boleh lupa untuk meminta sopir pengantin agar memberikan Sobat waktu untuk berkemas dan bergegas ke lokasi resepsi dan kemudian mempersiapkan semuanya di lokasi resepsi.

8.      Sesi Resepsi

 

  • Gambar keseluruhan lokasi resepsi
  • Pengaturan bunga hias di meja
  • Undangan pernikahan ditempatkan dalam susunan bunga (jelas terbaca)
  • Pengantin memasuki ruang resepsi
  • Pengantin berdansa pertama
  • Pengantin bersulang
  • Pengantin bersulang dengan tamu
  • Pihak pengantin berdansa
  • Pengantin wanita berdansa dengan anggota dari kedua keluarga
  • Pengantin pria berdansa dengan anggota dari kedua keluarga
  • Pengunjung berdansa, para tamu sangat penting dan kerabat
  • Pemotretan grup/keluarga
  • Anak-anak dan teman dekat
  • Kue Pengantin
  • Pengantin memotong kue dengan bantuan pengantin pria
  • Pengantin wanita menyuapi pengantin pria
  • Pengantin Pria menyuapi pengantin wanita
  • Pengantin wanita melempar buket
  • Pengantin Pria melemparkan garter
  • Pengantin berciuman

Tips: Pemotretan tidak harus dalam urutan seperti WM tulis diatas yang terpenting Sobat harus menyadari setiap aliran adegan, akan lebih baik jika Sobat membicarakannya dengan pengantin wanita, sehingga Sobat siap dan bisa mengambil posisi terbaik dan mengatur peralatan sebelum acara. Sobat dapat mempertimbangkan untuk menggunakan sebuah tangga (jika memungkinkan). Ini akan membantu Sobat untuk memotret di atas kerumunan. Ketika melakukan pemotretan grup, usahakan untuk menembaknya dua kali, untuk berjaga-jaga  jika ada salah seorang yang berkedip dan Sobat dapat memilih gambar yang lebih baik lagi.

9.      Sesi Meninggalkan resepsi

  • Pengantin dengan pakaian biasa
  • Pengantin pria membantu pengantin wanita ke dalam mobil
  • Pengantin melambaikan tangan melalui jendela belakang
  • tanda “Just Married” dan kaleng di belakang mobil (jika ada)

Tips: Dan lagi-lagi Sobat dapat mengkoordinasikan untuk sesi ini dan memberikan aba-aba pada setiap adegan, sehingga Sobat akan mendapatkan penutupan yang baik untuk album Wedding.

Apakah Sobat punya pengalaman lainnya mengenai sesi-sesi wedding photography? Silahkan share di kotak komentar.

Semoga artikel kali ini bermanfaat, selamat berfoto ria😀 .

9 pemikiran pada “Sembilan Sesi Dalam Wedding Photography Yang Tidak Boleh Terlewat

  1. Aku motret tgl 24 mei di gereja. Its my first time. Tanpa teman/kru. Bener2 sendiri. .isnthat problems? Give me advice. Thankssss. .

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s