11 Tips Memotret Pernikahan Teman Anda

 Kredit foto: Foto pernikahan oleh Jonathan Canlas

Weddingku Magazine – Pertengahan Desember 2006 ketika saya mengikuti sebuah acara reuni dan bertemu dengan teman-teman dekat yang sudah lama tidak bertemu, ada salah satu teman saya yang kebetulan belum menikah meminta saya untuk memotret pernikahannya, dia tahu kalau saya bekerja di salah satu studio foto, namun yang jadi masalah dia mengira saya adalah seorang fotografer padahal waktu itu saya bekerja di studio foto tersebut sebagai editing fotografi.

Namun, sayang jika kesempatan ini saya tolak, karena bagaimanapun akan ada keuntungan dibalik ini, tentu saja keuntungan yang paling berharga adalah pengalaman yang akan di dapatkan😀.

Ingat!, walaupun waktu itu saya bukanlah seorang fotografer, namun saya sedikitnya mengetahui basic untuk menjadi seorang fotografer karena waktu itu saya sudah bekerja di dunia fotografi hampir selama 3 tahun. Dan ini adalah keuntungan saya secara pribadi, karena itulah kenapa saya mengambil kesempatan emas ini.

Akhirnya berbekal pecaya diri dan sedikit berlatih, kamerapun saya pinjam dari teman saya (memakai dSLR 1000D milik Canon), tidak lupa saya membawa asisten (yang sebetulnya dia adalah fotografer sesungguhnya namun memberikan kesempatan kepada saya untuk belajar).

untuk memantapkan agar pemotretan tidak gagal dan mengecewakan, saya surfing di internet mengenai apa saja yang harus dipersiapkan agar pemotretan dapat berjalan lancar, hmmm…akhirnya saya mendapatkan artikel “Tips Memotret Wedding Teman Anda” yang ditulis oleh seorang fotografer Wedding profesional Natalie Nortondi blognya, ditambah artikel-artikel dari blog lainnya yang saya kira sangat penting untuk saya share kepada Sobat-sobat

1. Mau dan Percaya Diri :

Saya kira modal utama untuk menggapai cita-cita bukanlah selalu modal materi/uang, namun yang lebih penting adalah kemau-an ditambah percaya diri yang kuat, Ingin menjadi apapun saya kira Sobat pasti bisa.

2. Mengetahui pencahayaan:

Banyak sekali artikel mengenai pencahayaan di blog, so surfing saja Sob!, namun Jika Sobat sudah baca artikel mengenai ini namun tidak juga menguasai pencahayaan dan eksposur yang tepat, saya rekomendasikan pemotretan menggunakan mode Aperture Priority. Mode ini dapat Sobat gunakan jika Sobat tidak dapat mengambil  kesempatan eksposur yang tidak tepat saat pengambilan moment-moment penting.”

3. Tepati Janji dan Lakukan Dengan sungguh-sungguh:

Jika Sobat akan melakukan pekerjaan ini, terutama jika ini adalah pemotretan pertama kali dalam pernikahan, Sobat harus menetapkan diri untuk sukses dengan memberikan harapan kepada klien/calon pengantin. Apakah Sobat ingat dengan pribahasa, “You get what you pay (Anda mendapatkan apa yang Anda bayar)?”, pribahasa ini sangat cocok untuk klien Sobat agar apa yang mereka inginkan sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan. Berilah mereka janji, tapi… Sobat harus memberikan harapan yang jelas bahwa Sobat tahu tanpa ragu akan mampu mencapai apa yang Sobat janjikan. misalnya jika Sobat benar-benar yakin bahwa Sobat akan mampu memberikan 100 gambar untuk setiap jam pemotretan, janjikan kepada klien hanya 50 gambar saja. Dengan begitu ketika Sobat hanya mendapatkan 75 gambar dari setiap jam pemotretan mereka akan gembira!

4. Jangan menjalaninya sendirian:

Bawalah seorang asisten. Dua kamera akan lebih baik daripada satu. Terutama jika ruangan sangat luas dan tidak banyak tamu yang Sobat kenal. SANGAT penting memiliki back up untuk memastikan Sobat agar punya dua peluang pada setiap pemotretan.

5. Ikuti Permintaan Klien/ Pengantin

Apakah klien/ pengantin meminta Sobat untuk memastikan agar Sobat mendapatkan gambar dari semua pemain kunci (keluarga pengantin). Ini  sangat penting Sob, agar Sobat dapat mendokumentasikan semua pemain kunci, akan lebih baik lagi jika Sobat mengenal keluarga pengantin (walaupun ini tidak wajib) agar mereka merasa lebih dekat dengan Sobat. Jika Sobat tidak mengenal atau ragu-ragu dengan salah seorang tamu, inilah saatnya klien Sobat yang beraksi untuk mengambil gambar  mereka (terutama ketika acara seremoni) sehingga nanti ketika pemilihan gambar orang-orang ini tidak tertinggal.

6. Jepret, jepret dan JEPRET!:

Memotretlah sebanyak-banyaknya… Jika Sobat tidak benar-benar yakin, sering-seringlah memeriksa LCD lalu setelah itu jepret lagi!. Di era digital ini ruang penyimpanan begitu murah pada kartu memori, Sobat benar-benar tidak memiliki satu alasan pun untuk tidak melakukan jepret, jepret dan JEPRET!.

7. Mengetahui Alur Cerita:

Sebuah pernikahan memiliki cerita yang berbeda-beda, namun prosesi pernikahan biasanya hampir sama, untuk itulah Sobat wajib mengetahui gaya pernikahan klien Sobat agar nantinya Sobat dapat mengambil gambar-gambar yang wajib masuk kedalam foto sehingga seolah-olah gambar tersebut nantinya memiliki sebuah alur cerita.

Ada beberapa gambar yang dipastikan harus masuk misalnya cincin, berciuman, air mata, memotong kue, pelemparan buket dll.Selain itu, pastikan untuk mendapatkan gambar yang baik di tempat-tempat tersebut, beberapa detail yang baik dari semua hal yang mana mereka menghabiskan uang untuk menghias tempat misalnya dekorasi, penataan cahaya, dll. Juga jangan lupa gaun, jas, sepatu, barang-barang yang dianggap penting, gambar keluarga, gambar kedua mempelai dan kemudian setiap dan segala hal lain yang mungkin bisa Sobat perkirakan dan pikirkan sendiri.

8. Mengetahui Tempat dan Keadaan:

Periksa terlebih dahulu lokasi prosesi sebelum hari H. Pastikan bahwa Sobat sudah TAHU PERSIS tempat itu. Ini dapat membantu Sobat untuk mengetahu spot-spot yang bagus ketika nanti pada saatnya Sobat harus memotret pada hari H. Cobalah kunjungi beberapa kali tempat tersebut sebelum hari H, Periksa situasi pencahayaan. Tanyakan tentang lokasi  tempat duduk dan pastikan Sobat akan mampu untuk memotret dari sudut yang tepat tanpa menghalangi pandangan para tamu.

9. Ketahui Hal-hal Yang Dianggap Sepele:

Lakukan komunikasi dengan orang yang akan menjadi pembawa acara pada hari pernikahan terutama pembawa acara seremoni (ustadz/pendeta). Mungkin saja ada aturan khusus di sebuah tempat ibadah tertentu atas alasan agama/etika dimana Sobat tidak boleh memotret pada bagian-bagian tertentu saat upacara.  Ingatlah! Ini tanggung jawab Sobat sebagai fotografer untuk memastikan bahwa masalah tersebut dapat ditangani, sehingga tidak mengganggu jalannya upacara pernikahan pada hari H.

10. Jadilah Fotografer Profesional:

Buatlah formulir Kontrak . mungkin ini tampaknya terlalu formil, terutama kepada teman bukan?. Namun, Inilah langkah bijak untuk memeprlihatkan bahwa Sobat adalah seorang profesional juga untuk memperkuat hubungan perjanjian sehingga tidak terjadi kesalah fahaman jika suatu hari ada klaim dari klien Sobat.

Sobat, 10 hal tersebut diatas sudah saya jalani dulu ketika pertama kali melakukan pemotretan pernikahan teman saya, dan BERHASIL!

Namun tentu saja ini juga tergantung Sobat yang menjalaninya, karena setiap orang pastinya berbeda-beda, saran saya jangan biarkan rasa grogi Sobat menghalangi kreativitas Sobat untuk berkarya! Jadilah fotografer profesional.

Selamat memotret dan Semoga berhasil!

 

 

17 pemikiran pada “11 Tips Memotret Pernikahan Teman Anda

  1. Yang biasa harus diperhatikan sebagai seorang wedding photographer adalah harus mengetahui hal-hal yang telah disebutkan namun main point yang paling penting adalah mengetahui alur cerita dan mengetahui tempat dan keadaannya. Itulah bagian utamanya.

  2. Ping balik: Tips untuk Fotografer Pernikahan | Digi-Exposure.com

    • kalau untuk studio mini (kecil) cukup sich Sob..untuk studio besar minimal budget yang dibutuhkan 50jt, itu baru perlengkapan studio lho (lampu, background, rel) belum termasuk kamera + lensa🙂

    • Keinginan dan mau belajar motret!, soal peralatan banyak yang bisa Sobat gunakan sebagai peralatan memotret awal, seperti kamera pada HP…

  3. Ping balik: Tips-Tips untuk Fotografer Pernikahan Amatir « Weddingku Magazine

  4. Infonya bagus mas…. kadang saya takut buat menjepret dengan kamera berulang2… padahal kalo dipikir tinggal jepret2, kalo jelek ya dihapus ya….

    Nice info…..

  5. waaah makasih banget sobat, aku sangat tertarikk dengan dunia pemotretan,, apalagi kalo yg jadi obyek keindahan alam,, tapi itu tidak didukung dengan keahlian,, apa aku bisa belajar,,

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s