RED vs Canon: Canon Berubah Haluan Secara Serius Pada Video

WeddingkuMagazine – Lima tahun yang lalu, RED mengumumkan-bahwa mereka akan merilis kamera sinema  yang akan merevolusi industri yaitu 4K (4,096 x2 ,304-pixel format) dan RAW buzzwords overnight, mereka  berjanji bahwa sistem mereka  wajib  dimiliki pembuat film independen dengan kisaran harga  $ 17.000. Namun untuk membuktikan itu semua, RED membutuhkan lebih dari setahun untuk membuat apa yang mereka sebut sebagai kamera revolusioner, janji tinggal janji, ternyata harga untuk kamera tersebut membengkak hingga hampir $ 50.000 dan dengan standar untuk industri film amatir harga itu seperti layaknya membeli sebuah mobil Ferrari🙂.  

RED bukanlah perusahaan yang mudah putus asa, mereka akhirnya merilis kamera yang  tidak hanya membuat baik pada janji-janji teknologi mereka, namun juga  berpengaruh baik terhadap harga. Diperkenalkanlah RED Epic new Scralet-X, hasil karya yang lebih murah untuk tingkat high-end, harga yang mereka bandrol sekitar $ 17.000 untuk kamera yang siap pakai, tergantung pada berapa banyak baterai atau SSD (media rekaman RED) yang akan di beli.

 (Lihat bagaimana RED Epic digunakan dalam video trailer pernikahan dari Visual Tonaci .)

 

Pengumuman dari RED untuk Scarlet-X-nya hanya  berbeda beberapa jam saja dengan  Canon yang ternyata lebih dulu mengumumkan kamera sinema terbaru mereka yang bernama EOS C300 , harga jual EOS C300 ini  tidak berbeda jauh  dengan Scarlet-X lho,  yaitu sekitar $ 20.000 saat rilis pertama  dan menurut kabar harga dipasaran bisa mencapai $ 16.000, kok bisa ya?.

Jika kita melihat keberhasilan Canon pada video-shooting DSLR-nya,juga setelah pengumuman pada bulan maret lalu dengan dirilisnya kamera video andalan mereka EOS-1D X , C300 mungkin menjadi video kamera yang menyandang label EOS dan menandai perusahaan resmi pertama yang terjun ke segmen pasar tradisional yang didominasi oleh Panasonic dan Sony.

 

 Ternyata, Canon tidak puas dengan hanya mengumumkan C300 begitu saja. Lalu mereka menjelaskan bahwa C300 adalah produk kamera sinema pertama dengan merek EOS yang tidak hanya memproduksi video saja, tetapi juga termasuk rilis DSLR masa depan dengan kode  baru C. Apakah ini berarti perangkat  1D X  atau 5D Mark III yang sudah lama ditunggu-tunggu hanya tinggal mimpi belaka?. Bagaimanapun, mungkin Canon akhirnya berpindah haluan dengan serius pada video dengan sensor kameranya yang besar dan dikembangkan secara  baik dan juga dirancang  sesuai respon terhadap industri kamera yang cepat berubah dan tuntutan pengguna.

Ketika mengumpulkan prinsip persaingan harga antara satu merk dengan yang lainnya, apa kelebihan dari apa yang mereka tawarkan?  ketiga  pesaing ketat yang baru-baru ini diliris yaitu Sony PMW-F3 , EOS Canon C300, dan RED Scarlet-X yang memiliki sensor super berukuran 35mm (kira-kira memiliki ukuran yang sama dengan Canon APS-C Format  yang dipakai oleh kamera seperti 7D).

Sepertinya  Scarlet-X sebagian besar telah mencuri dari Canon Thunder dengan RAW 4K recording mereka, sebuah fitur yang tidak dimiliki kamera lain karena harganya yang berkelas. Lebih jauh lagi CEO  RED Jim Jannard telah mengatakan bahwa “1080 sebagai sebuah konsep tidak akan diteruskan”, RED  selalu memiliki hiperbola terbaik. Jannard menggambarkan kamera 5K still shooter sama baiknya dengan kamera sinema 4K, dan ketika dikonfigurasi akan mengingatkan pada Pentax 67ii, kamera  shooter format menengah dan begitu banyak 35mm shooter yang disukai karena SLR nya yang styling. Dengan menekankan kemapuan Scarlet-X still fotografi, RED telah digunakan untuk cover majalah Vogue, Vanity Fair Esquire dan karena kemampuan nya menarik single frame RAW di 4K.

The-Scarlet-X memiliki semua kemampuan saudara tertuanya yaitu EPIC hanya dengan kelemahan pada bagian prosesor yang memang sedikit kurang kuat, yang berarti rekaman lebih dikompresi (6:1 kompresi di 4K sedangkan  EPIC pada 05:01 di 5K). Pada intinya, shooting  dengan Scarlet-X harus menghasilkan hasil yang lebih baik dari apa yang pernah kita lihat sebelumnya pada RED One, yang digunakan pada film-film seperti David Fincher “The Social Network,” Mike Mills ‘”Beginners”, dan Steven Soderbergh “The Informant.” Tentu saja, hampir 200GB/jam untuk merekam video dan lima sampai enam kali biaya, kemungkinan besar Scarlet-X tidak akan mengalihkan pengguna yang biasa memakai EOS 5D Mark II , atau bahkan 1D-X.

Sebaliknya, C300 dan F3 sangat pasa untuk shooter event karena mereka menyeimbangkan hasil video yang fantastis dengan ukuran file yang lebih kecil. C300 dapat menyimpan 80 menit video pada kartu 32GB, dan dapat digunakan untuk membuat gambar cukup baik untuk layar besar atau kecil.

Jelas, Canon telah mendedikasikan dirinya untuk membuat kamera still dan akan bersaing dengan kamera sinema yang  jauh lebih mahal. kita semua harus menunggu apa yang akan mereka tawarkan selanjutnya. (ch)

 

Sumber: ppmag.com

 

Artikel lain:

          Era Kamera DSLR Terancam Tamat

          Eye-Fi Pro X2 – Transfer Gambar nirkabel Dari Kamera ke PC

3 pemikiran pada “RED vs Canon: Canon Berubah Haluan Secara Serius Pada Video

  1. Ping balik: 11 Tips Memotret Pernikahan Teman Anda « Weddingku Magazine

  2. Ping balik: RED vs Canon: Canon Berubah Haluan Secara Serius Pada Video - VIVAforum

  3. Ping balik: Pentax Q Kamera Terkecil dan Paling Ringan di dunia « Weddingku Magazine

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s