Fokus Bag.3

FOKUS MANUAL

Kebanyakan kamera film tradisional yang lebih tua memiliki lensa fokus tetap namun dengan cara fokus manual, karena autofocusing saat itu belum diperkenalkan atau mungkin belum ditemukan. Saat ini, masih ada beberapa kamera digital murah yang memiliki lensa fokus tetap, dan ada beberapa kamera autofokus menawarkan kemampuan untuk beralih ke manual jika Sobat menginginkannya. Kebanyakan SLR dan dSLR high-end juga mampu secara baik untuk menggunakan autofocusing dan fokus manual.

Kapan Sobat perlu menggunakan fokus manual (MF) walaupun kamera Sobat memiliki auto fokus?

Ada beberapa moment (kejadian) ketika autofokus Sobat tidak akan berfungsi sama sekali dan ini membutuhkan fokus secara manual (MF) yaitu:

  • Kamera SLR dan dSLR Sobat mungkin tidak mendukung auto fokus (non-AF lens).
  • Situasi/Keadaan tempat memotret, mungkin autofokus Sobat tidak dapat diandalkan karena beberapa kendala seperti terlalu banyak ranting atau objek lain yang menghalangi subjek.
  • Sobat mungkin membidik foto untuk foto makro misalnya, di mana membutuhkan area kedalam lapangan (depth of field)  yang sangat dangkal untuk mengambil subjek makro, dan Sobat ingin memastikan bahwa area fokus benar-benar sempurna.
  • Sebuah lensa panjang mungkin akan lebih lambat untuk fokus otomatis, dan Sobat dapat menggunakan mode fokus manual lebih cepat pada subjek yang bergerak cepat.
  • Tempat Sobat untuk memotret mungkin memiliki obyek yang bergerak antara lensa dan subjek, seperti dedaunan yang digerakkan oleh angin atau orang mondar-mandir di depan Sobat.
  • Sobat mungkin telah memasang filter pada lensa yang membuat autofokus sulit atau tidak dapat berfungsi.
  • Sobat mungkin ingin dengan sengaja memburamkan gambar.
  • Sobat ingin fokus dengan menggunakan skala jarak pada lensa (jika lensa Sobat memilikinya).
  • Sobat mungkin ingin fokus antara dua objek dalam sebuah adegan (satu dekat dengan Sobat daripada yang lain) untuk membawa daerah tertentu ke kedalaman area lensa.
  • Sobat mungkin memotret adegan di area gelap sepenuhnya di mana Sobat akan menambahkan cahaya hanya ketika lensa terbuka. Salah satu contoh ini adalah  fotografi malam, di mana pertama kali Sobat harus mengatur fokus secara manual, kemudian memulai “lukisan” subjek Sobat.
  • Beberapa fotografer, ingin mengontrol semua aspek fotografi mereka, sebenarnya mereka lebih banyak memilih untuk menggunakan fokus manual untuk menciptakan sebagian besar foto-foto mereka.

Setiap kamera mungkin memiliki jalan yang berbeda untuk memilih fokus manual. Sobat mungkin perlu menggunakan menu kamera dengan satu kamera, dan dengan yang lain, Sobat mungkin dapat memilih fokus manual dengan menekan sebuah tombol. Beberapa lensa autofocus juga mungkin perlu menetapkan fokus manual menggunakan saklar atau pemilih di kerah kamera, dan harus diaktifkan kembali ke autofocus supaya autofocusing berfungsi. Beberapa bahkan memungkinkan Sobat untuk menaik-turunkan autofocusing hanya dengan mengubah secara manual kerah lensa.

 Memilih fokus manual biasanya dapat dilakukan dengan sebuah tombol di kamera dan terkadang juga pada lensa, jika kamera Sobat memiliki mode fokus manual.

 FOKUS SAAT MEMBIDIK CLOSE-UP

Close-up fotografi dapat mendatangkan masalah pada fokus para fotografer. Semua lensa memiliki jarak fokus minimum. Setiap objek yang lebih dekat ke lensa daripada jarak minimum akan keluar dari titik fokus. Meskipun Sobat tidak dapat beralih lensa pada banyak kamera digital yang populer, banyak produsen membuat wide-angle dan adapter tele juga aksesoris lensa close-up yang menempel di bagian depan lensa kamera. Menggunakan lensa close-up ke lensa kamera akan memperpendek jarak minimum dengan cara yang sama seperti seseorang menggunakan kaca pembesar.

Jika kamera Sobat memiliki mode makro (macrophotography), Sobat dapat beralih ke sana untuk mendapatkan subjek yang dekat. Menekan sedikit tombol rana beberapa saat harus membawa subjek atau sebagian subjek pada fokus yang tajam. Kita mengatakan “sebagian” karena kedalaman lapangan sangat dangkal ketika memotret macrophotography, dan hanya dapat membawa sebagian dari subjek untuk  menjadi fokus.

PARALLAX

Sobat mungkin tidak dapat melihat subjek close-up yang Sobat potret melalui optik viewfinder pada kamera karena parallax error dan mungkin Sobat perlu untuk beralih ke viewfinder elektronik untuk melihatnya.

Parallax error terjadi ketika lensa Sobat tidak dapat melihat melalui lensa yang mengambil gambar, hal ini membuat perspektif sedikit berbeda sehingga gambar close-up sulit untuk memasuki frame tanpa memotong sebagian subjek. Beberapa kamera digital secara otomatis mengaktifkan viewfinder elektronik ketika mereka beralih ke mode makro, sehingga Sobat dapat melihat tampilan yang akan ditangkap melalui lensa pengambilan gambar. Dan tentu saja bebebrapa kamera saat ini hanya memiliki viewfinder LCD tetapi tidak memiliki optik viewfinder, mungkin tujuannya untuk menghindari masalah parallax error. Parallax error juga tidak akan menjadi masalah untuk kamera dSLR atau SLR, yang menampilkan pandangan yang sama pada lensa melalui viewfinder optik.

 

kedalaman lapangan yang dangkal merupakan karakteristik dari fokus close-up (gambar atas). Parallax error terjadi ketika “tampilan” dilihat oleh lensa yang berbeda dari tampilan melalui viewfinder.

KEDALAMAN LAPANGAN (DEPTH OF FIELD

Apa yang bisa dan tidak bisa fokus sangat dipengaruhi oleh aperture lensa. Rentang objek di berbagai jarak dari kamera yang dapat diterima tajam dikenal sebagai kedalaman lapangan atau depth of field, yang dipengaruhi oleh ukuran aperture.

Sumber : PhotographerTips.com

Baca Juga:

3 pemikiran pada “Fokus Bag.3

  1. Ping balik: Bagaimana Melakukan Fotografi Time-lapse? (Video Tutorial) « Weddingku Magazine

  2. Ping balik: Tips Untuk Memilih Lensa DSLR [VIDEO] « Weddingku Magazine

  3. Ping balik: Bagaimana Memotret Sesi Table Yang Baik Pada Fotografi Wedding? « Weddingku Magazine

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s