Fokus Bag.2

AF ASSIST

Untuk situasi cahaya rendah, kamera Sobat mungkin telah memiliki fitur Assist Autofocus yang memungkinkan autofocusing ketika kamera ditujukan kepada subjek, yang biasanya berjarak sekitar tiga meter atau lebih dekat. AF Assist akan menyalakan flash pada kamera secara otomatis. Pada beberapa kamera, ketika subjek sangat gelap dan autofocus mengalami kesulitan bekerja dengan benar, menempelkan lampu kilat khusus yang mempunyai AF-assist illuminator akan membantu Sobat untuk autofocusing. Sobat juga bisa memindahkan lampu ruangan atau sumber cahaya lain yang dekat kepada subjek Sobat untuk mengunci fokus, kemudian menjauhkan sumber cahaya tersebut atau mematikannya ketika mengambil gambar.

MEMPREDIKSI KEMANA SUBJEK AKAN BERGERAK

Jika Sobat mengambil gambar subjek yang bergerak dan sulit untuk mendapatkan fokus yang tajam, coba fokus pada daerah di mana subjek tersebut akan menuju, lalu dengan cepat mengambil gambar ketika subjek memasuki area prefocused. Pada trek balap, misalnya, Sobat mungkin bisa mencoba fokus pada bidang lengkung dari trek di mana para pembalap pasti akan melewati  tempat tersebut. Ambillah gambarnya ketika mereka memasuki daerah itu. (Teknik ini dapat bekerja baik menggunakan fokus otomatis atau fokus manual, dan beberapa kamera high end memiliki mode fokus yang disebut Predictive focus tracking (pelacakan fokus prediktif) untuk membantu Sobat melakukan teknik ini (lihat gambar di bawah ini)

 

Kamera yang memiliki kemampuan fokus kontinyu dapat melacak subjek yang bergerak dan tetap dalam keadaan fokus. bahkan ketika objek  bergerak menjauh atau mendekat ke kamera

 

MODE FOKUS

Mode fokus tergantung pada model kamera yang Sobat gunakan, mungkin saja kamera Sobat memiliki mode fokus satu atau lebih. dSLRs dan SLRs high-end mungkin memiliki banyak pilihan, sehingga memberikan fotografer fleksibilitas lebih dari pada kamera yang low-end. Berikut adalah daftar mode fokus mudah-mudahan informasi ini bermanfaat:

  • Focus tracking – Beberapa dSLR dan SLR mampu melacak fokus dari subjek yang bergerak, menggunakan fitur yang dikenal sebagai pelacakan fokus (focus tracking), fokus kontinyu (continuous focusing , focus tracking) atau konstan fokus otomatis (constant auto focus). Ketika subjek yang berada pada titik fokus bergerak, bahkan bergerak menjauh atau mendekati lensa, fokus continyu akan melacak subjek dan tetap menjaganya didalam titik fokus ketika bergerak. Beberapa SLR dan dSLR bahkan mampu melacak subjek yang bergerak di belakang objek, seperti burung terbang di belakang tiang, dan memprediksi kemana subjek akan bergerak memasuki kembali ke area tampilan, menguncinya tetap dalam fokus. Di beberapa kamera pada single-servo autofocus, subjek harus berheti terlebih dahulu untuk mengambil titik fokus yang harus dikunci, tapi dengan menggunakan continous-servo AF, fokus tidak mengunci bila subjek berhenti bergerak. Dengan Terus menerus melacak subjek, memungkinkan Sobat untuk mengambil serangkaian gambar. Kelemahan kecil dari mode fokus ini adalah Sobat harus sadar tetapi sebetulnya tidak perlu terlalu khawatir, yaitu mode ini akan menguras baterai lebih cepat dari biasanya, karena lensa terus menerus berfokus pada subjek.
  • Predictive focus tracking – Mode ini menjadikan kamera Sobat secara otomatis mengambil gambar ketika subjek yang bergerak mencapai tempat yang telah Sobat pilih untuk memotret.
  • Focus area selection – Perhatikan bahwa beberapa kamera memiliki pilihan kunci Fokus untuk mencegah area fokus yang dipilih dari pengubahan saat tombol multi-selector ditekan.
  • Closest-subject priority – Variasi dari seleksi daerah Fokus, opsi ini menyebabkan subjek yang paling dekat dengan kamera akan selalu fokus, di mana pun posisi subyek di dalam frame.
  •  Group dynamic-AF – Mirip dengan mode Closese-subject priority, mode ini bekerja secara otomatis pada lensa fokus pada subjek terdekat di area tertentu dari frame.
  • Spot focusing – untuk memilih daerah yang sangat kecil dalam pemotretan sebagai titik di mana autofocusing terjadi. misalnya, fotografer ingin benar-benar yakin bahwa mata model atau elemen penting kecil lainnya mendapatkan fokus yang tajam. Mode ini memastikan hal-hal kecil pada area obyek akan menjadi tajam.
  • Manual focusing – menon-aktifkan autofocus, dan membutuhkan fotografer untuk mendapatkan fokus manual pada lensa.

Pastikan untuk mengubah mode fokus Sobat kembali ke pengaturan autofocus normal setelah menggunakan modus fokus opsional. Beberapa kamera mungkin tidak secara otomatis mereset ulang ke mode normal default, bahkan setelah kamera telah dimatikan.

Sumber: PhotographerTips.com

Baca Juga:

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s