Fokus Bag. 1

Apa yang perlu Sobat ketahui mengenai fokus pada gambar.

Autofocus

Hampir setiap kamera digital saat ini (dan beberapa kamera film) dilengkapi dengan kemampuan fokus otomatis, atau lebih dikenal dengan autofocus, atau hanya AF.

Autofocus biasanya diaktifkan dengan cara menekan secara ringan (setengah tekan) pada tombol rana (shutter button) – dengan menekan secara ringan ini tidak cukup tenaga untuk mengambil gambar, tetapi hanya cukup untuk mendapatkan autofocus saja. Lihat melalui jendela bidik (viewfinder) Sobat akan melihat kamera secara otomatis fokus terhadap objek, kecuali jika objek  tersebut terlalu dekat terhadap kamera sehingga mungkin diluar kemampuan lensa kamera Sobat untuk menangkap fokus.

Kadang-kadang walaupun autofocus pada kamera Sobat telah aktif, tetapi ini tidak  serta merta akan menghasilkan fokus yang tajam. Mungkin subjek yang akan diambil poisisnya terlalu kesamping, sementara kamera berfokus pada background di tengah viewframe tersebut. Sobat dapat melihat hal ini di viewfinder pada area fokus yang ditandai pada layar viewfinder. Jika subyek  tidak berada dalam area ini, kamera tidak akan fokus pada subyek itu. (Lihat gambar paling atas di bawah ini untuk contoh.)

 

Jika kamera Sobat hanya berfokus pada tengah viewframe, subjek yang posisinya berada di pinggir mungkin akan berada di luar area fokus. Tempatkan subjek di tengah frame, gunakan kunci fokus, kemudian reframe ulang untuk mengambil gambar.

Yang Paling terkenal dikalangan fotografer yaitu kamera yang murah dan memiliki satu area fokus di tengah layar viewfinder, biasanya sering ditandai dengan garis “+” pada layar fokus yang ditujukan terhadap pusat, beberapa layar ada yang memiliki tanda area fokus dengan persegi panjang atau lingkaran. Namun ada juga layar yang tampilannya polos dan tidak ada tanda area fokus.

Kamera yang lebih mahal, terutama kamera SLR dan dSLR yang berkualitas tinggi (high-end), memiliki sejumlah area fokus – biasanya satu berada di tengah dan yang lainnya berada sekelilingnya, dengan begini akan memberikan Sobat pilihan untuk menempatkan fokus pada subjek. Fotografer sering memilih area fokus dengan menekan Focus are selector, sebuah toggle switch atau tombol pada kamera yang menyoroti area fokus aktif dalam beberapa cara. Mode fokus ini dikenal dengan beberapa nama, yaitu  Focus area selection , Zone autofocus, Flex autofocusing dan Area autofocusing. Ketika Sobat telah terbiasa dengan kamera Sobat, Sobat akan menemukan jati diri Sobat secara otomatis untuk memilih area fokus yang tepat untuk ditempatan pada objek dalam sebuah adegan pemotretan.

 

Layar kamera fokus dapat terlihat polos atau mungkin berisi area fokus ganda. Ada beberapa variasi diantara dua itu.

Bagaimana Sobat mencapai fokus yang tepat dari pusat subjek yang diam saat menggunakan kamera yang memiliki satu area fokus di tengah?

Ini cukup sederhana, sungguh.

  • Arahkan kamera Sobat agar subjek berada di tengah frame.
  • Tekan secara ringan tombol rana untuk menempatkan subjek di area fokus. (Pada beberapa kamera, sebuah fokus indikator akan muncul di viewfinder.)
  • Kuncinya adalah untuk menjaga agar tombol rana tetap ditekan dengan ringan sambil menggerakan kembali kamera sampai mendapatkan posisi yang pas sesuai dengan keinginan Sobat.
  •  Jaga tombol rana agar ditekan terus sampai mendapatkan subjek menjadi fokus – intinya, kamera harus mengunci fokus pada subjek.
  • Sekarang kembali frame sehingga subjek Sobat ditempatkan ke sisi, di mana Sobat ingin menampilkannya dalam gambar.
  • Tekan Sepenuhnya tombol rana untuk mengambil gambar dan jika berhasil subjek dalam keadaan fokus yang tepat.

Perhatikan! Sobat tidak boleh mengubah jarak antara lensa dan subjek. Jika Sobat melakukannya, Sobat harus memulai lagi untuk memastikan bahwa subjek berada di dalam area fokus pada jarak yang baru.

Fokus biasanya akan tetap terkunci ketika melakukan pembidikan asalkan tombol pelepas rana terus ditekan setidaknya setengah tekanan, memungkinkan Sobat untuk mengambil beberapa gambar secara berturut-turut pada pengaturan fokus yang sama.

Harus diperhatikan juga bahwa kebanyakan kamera tidak memiliki kemampuan mengunci fokus. Beberapa dSLR dan SLR bahkan memiliki tombol AF-Lock terpisah yang memungkinkan Sobat untuk menyingkirkan jari Sobat dari tombol pelepas rana sedangkan  subjek masih tetap dalam kedaan fokus. Bila Sobat menggunakan kamera AF-Lock, pengaturan auto-eksposur juga akan terkunci, ini untuk memastikan bahwa subjek yang Sobat ambil menghasilkan gambar yang tajam dan benar-benar mengena. Untuk alasan inilah, tombol ini kadang-kadang disebut sebagai tombol AF/AE-Lock.

Autofocus tidak akan bisa bekerja dengan baik jika:

  • Subjek terlalu kecil di area fokus (misalnya burung kecil di kejauhan);
  • Tidak ada kontras antara subjek dan latar belakang, seperti di dalam tempat gelap atau tempat berkabut;
  • Objek yang berbeda pada jarak yang bervariasi dari lensa muncul di area fokus (misalnya, cabang pohon yang ada di depan subjek);
  • Subjek Sobat memiliki pola geometris yang teratur, seperti yang mungkin Sobat temukan dalam bangunan yang memiliki jendela berurut;
  • Area fokus berisi kontras signifikan terhadap bidang kecerahan, seperti subjek yang sebagian teduh dan sebagian cerah, atau sebuah subjek yang terlalu cerah seperti bahan mengkilat;

Subjek berisi terlalu banyak detail, seperti bidang bunga liar.

Sumber : PhotographyTips.com

Baca Juga:

2 pemikiran pada “Fokus Bag. 1

  1. Ping balik: Tips Memotret Di Malam Hari « Weddingku Magazine

  2. Ping balik: 5 Tips Memotret Camera Candid « Weddingku Magazine

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s