Exsposure Latitude

Ukuran kinerja film dan masalah bagi sensor digital.

Exposure latitude didefinisikan dalam ƒ-stop, dan bervariasi tergantung dari jenis film. Sebagai contoh, kebanyakan negatif film (tanpa melihat merek) memiliki exposure latitude lima sampai tujuh ƒ-stops, sedangkan film transparansi (slide) memiliki exposure latitude yang lebih sedikit – dalam kisaran 3-5 ƒ-stops.

Namun sayangnya, hampir tidak ada exposure latitude pada sensor digital. (Scroll ke bawah untuk membaca “Bagaimana dengan fotografi digital dan exposure latitude.”)

Sebuah film yang bisa merekam detail dalam rentang dari cahaya terang (bright light) ke bayangan gelap (dark shadow) disebut wide exposure latitude.

EXPOSURE LATITUDE DAPAT MEMPERBAIKI KESALAHAN PENCAHAYAAN

Sobat boleh saja mengatakan bahwa exposure latitude memberikan fotografer manfaat untuk menutupi kesalahannya dalam pengaturan cahaya. Exposure latitude sebuah film menentukan berapa banyak cahaya yang under atau over dan menghasilkan gambar yang baik. Jika eksposur yang tepat membutuhkan aperture setting f/8 pada kecepatan film tertentu, Sobat masih mendapatkan eksposur yang dapat diterima pada f/4, ƒ/5.6, ƒ/11 atau ƒ/16 dengan film negatif warna.

GUNAKAN FILM HITAM & PUTIH (B&W) UNTUK MENDAPATKAN EXSPOSURE LATITUDE YANG TEPAT

B & W film umumnya memiliki exsposure latitude yang lebih besar daripada film warna

Film hitam dan putih (B&W) umumnya memiliki exposure latitude yang lebih daripada film berwarna. Exposure latitude juga dapat meningkat tergantung dengan kecepatan film. Jika kondisi pencahayaan membuat Sobat sulit untuk menebak eksposur yang sesuai, keburuntungan terbaik Sobat untuk mendapatkan eksposur yang dapat diterima (dalam hal exposure latitude) adalah dengan menggunakan film B&W cepat- sekitar ISO 400. Sobat bisa menggunakan film B&W yang lebih cepat, namun hasilnya mungkin tidak sesuai dengan yang Sobat inginkan.

TEST FILM EXPOSURE LATITUDE FAVORIT SOBAT

Ini adalah ide yang bagus, terutama pada fotografi studio, untuk menguji sebuah film tertentu untuk belajar lintang (latitude) yang tepat, terutama jika Sobat berencana membuat film pilihan untuk sebagian besar dari hasil jepretan Sobat. Sobat kemudian akan dapat mencocokkan penyesuaian pencahayaan dengan film latitude untuk menangkap secara detail area bayangan dan highlight.

ADEGAN DIMANA SAAT OBJEK TERKENA MATAHARI TERANG ADALAH UJIAN NYATA PADA FILM LATITUDE

Objek yang terkena matahari terang dimana antara daerah terang dengan daerah bayangan yang kuat memberikan tantangan eksposur. Area yang diterangi matahari pada kemeja putih dan pada "Plasterman" tidak akan tertangkap secara detail, namun sebagian objek lainnya cukup terkena eksposur.

Objek high contrast yang terkena matahari terang dan memiliki daerah bayangan gelap hampir selalu mengandung kisaran brightness lebih besar dari film untuk bisa mengatasinya. Jumlah yang dapat bervariasi dari eksposur ideal dan masih memiliki gambar yang dapat diterima tergantung pada film exposure latitude.

BAGAIMANA DENGAN FOTOGRAFI DIGITAL DAN EXPOSURE LATITUDE?

Fotografer digital akan menemukan bahwa gambar-gambar hightlight mereka sering mengalami overexposed, masalah yang umum di mana ada objek yang terlalu terang dari keseluruhan area. Objek yang terlalu terang  akan sedikit memiliki atau bahkan tidak memiliki detail sedikitpun, kadang-kadang hal ini dapat merusak gambar secara keseluruhan.

Kamera digital memiliki sedikit atau mungkin tidak memiliki toleransi pada eksposur yang tepat, mungkin paling banyak hanya sepertiga pada posisi stops. (Stops adalah satu perubahan penuh aperture, seperti ƒ/4 sampai ƒ/5.6, atau kecepatan rana (shutter speed), seperti 1/60 second ke 1/125 second), setelah detail hilang karena overexposure. Bandingkan dengan beberapa film B&W, di mana eksposur dapat bervariasi dari lima sampai sepuluh stops antara objek-objek dan masih memiliki detail di dalamnya.

Apa yang dapat Sobat lakukan dengam terbatasnya exposure latitude pada kamera digital?

Kamera digital terkenal karena exposure latitude mereka yang terbatas. Sebuah objek terang dengan daerah gelap di sekitarnya sering mengalami overexposed.

Jika Sobat mengambil gambar objek yang memiliki high contrast atau yang memiliki objek terang terutama di lingkungan gelap, Sobat biasanya dapat menghindari hilangnya detail di objek terang (highlights) dengan sengaja underexposing adegan secara keseluruhan.

Kamera digital kelas atas (high end) dapat melakukan ini untuk Sobat, secara otomatis area yang gelap ketika pengambilan gambar akan terbaca sebagai area yang sangat terang. Beberapa fotografer berpikir kamera mereka telah mengalami error ketika hal ini terjadi. Mereka tidak menyadari bahwa kamera sedang mencoba untuk mengekspos secara benar pada highlight dan harus menggelapkan yang lain untuk mendapatkan eksposure yang maksimal.

Ketika highlight overexposed (terlalalu terang) sehingga gambar tidak memiliki detail, hal seperti ini tidak akan dapat dipulihkan atau diedit, tetapi underexposed (gelap), area bayangan dapat diselamatkan. Karena akan ada detail pada seluruh gambar, area bayangan dapat dicerahkan kemudian pada komputer Sobat dengan menggunakan software image-editing seperti Adobe PhotoShop, untuk mendapatkan keseimbangan yang diperlukan.

Sebuah alat (tool) yang sering digunakan untuk mendapatkan detail yang baik pada  PhotoShop adalah Shadow/Highlight tool, dimana secara bertahap Sobat dapat mencerahkan detail bayangan tanpa mempengaruhi highlight.

Ketika Sobat mengambil gambar dengan format RAW, gambar biasanya akan memiliki detail yang lebih untuk diedit pada bagian high contrast daripada menggunakan format JPEG.

Shadow /Highlight tool pada PhotoShop berguna untuk mencerahkan daerah bayangan agar keluar detail tanpa mempengaruhi highlight.

Solusi lainnya adalah bergerak lebih dekat pada subjek Sobat untuk mendaptkan pembacaan light meter  (light meter reading) pada daerah highlight, lalu kembali pada posisi semula untuk mengambil gambar dengan menggunakan pengaturan eksposur untuk mendapatkan eksposure highlight yang benar. Hasilnya, ini adalah cara yang lebih dapat diandalkan daripada menggunakan teknik underexposing objek secara keseluruhan untuk memastikan daerah highlight area tidak hilang. Area bayangan akan lebih gelap, dan mungkin perlu dicerahkan  pada komputer Sobat untuk mendapatkan detail yang memadai.

SOLUSI YANG LEBIH BAIK

Hasil terbaik pada saat pengambilan gambar objek  dengan kontras yang tinggi  / high contrast (dengan menggunakan digital atau film) dapat dicapai dengan mengubah pencahayaan pada objek sebelum Sobat mengambil gambar sehingga akan ada lebih banyak cahaya untuk mendapatkan detail di daerah bayangan atau area yang kurang pencahayaan pada highlights sehingga hasilnya sesuai dengan yang diinginkan.

Diffusers , reflektor , light blocker dan fill flash dapat digunakan untuk mengubah pencahayaan di daerah tertentu pada objek sehingga eksposur secara keseluruhan dapat diterima.

Mengambil foto yang disesuaiakan dengan baik pada saat sebelum sesi pengambilan gambar adalah solusi yang jauh lebih baik daripada mengandalkan software untuk memperbaiki masalah exposure latitude dalam foto.

Sebuah reflektor styrofoam, yang dipegang oleh asisten, cukup untuk menambahkan cahaya di daerah bayangan.

Semoga Bermanfaat🙂

Sumber: photographytips.com

Baca Juga:



Satu pemikiran pada “Exsposure Latitude

  1. Ping balik: 10 Tips Bagaimana Mempertajam Foto? « Weddingku Magazine

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s