10 Tips Video HDSLR untuk Pemula

Jika Sobat sudah memiliki kamera HDSLR, sepertinya video adalah cara yang brilian untuk menambah uang saku Sobat dan sepertinya ini akan berdampak pada nilai tambah untuk Sobat kepada klien. Beberapa fotografer sudah mulai membedakan diri melalui kemampuan video mereka lho!, dan bahkan beberapa sahabat saya berpendapat bahwa video adalah sebuah dunia baru yang menarik dan memiliki lahan yang masih luas untuk kita berkreativitas.

Seandainya Sobat ingin memperdalam video, berikut adalah beberapa tips dasar tetapi sangat penting yang perlu Sobat ingat.

  1. Jangan Lupakan Aturan Fotografi: Jika Sobat dulunya seorang fotografer Jangan lupa semua ilmu yang telah Sobat pelajari sebagai fotografer. Karena aturan yang sama pada komposisi dan pencahayaan pastinya berlaku di sini. Jangan sampai karena  sekarang Sobat bekerja dibidang video lalu Sobat menurunkan kualitas pada visual, nah kalau yang belum pernah menjadi seorang fotografer, silahkan baca postingan saya yang lalu yaitu Tips Menjadi Fotografer Yang Profesional.
  2. Tambahkan Gerakan: Karena Para fotografer terbiasa memotret pose pada waktu yang relatif singkat, takutnya kebiasaan ini dibawa ketika sedang pengambilan (shooting) dengan video. Sehingga hasil akhirnya adalah karya Sobat akan terlihat monoton. Tambahkanlah gerak, aksi dan interaksi untuk shoot video. Ingat!, Sobat tidak hanya harus fokus pada gerakan subjek, namun Sobat juga dapat mencoba menggerakan kamera, seperti menggerakan lateral kamera video, menggunakan zoom in/out, dll;
  3. Dapatkan Angle (sudut pandang): Cobalah tangkap semua sudut yang berbeda untuk variasi. Hal ini berguna untuk melakukan shoot melebar (wide shoot);menangkap sebuah pemandangan, shoot menengah (medium shoot) untuk menangkap subyek secara penuh, close-up untuk berinteraksi dengan subyek, dan super close-up untuk kepentingan visual dan vareasi. Bahkan dengan menggunakan zoom saja,  Sobat sudah dapat menangkap sudut pandang yang berbeda dan menarik. Dalam banyak produksi sinematik, tiap-tiap shoot hanya tampil di layar beberapa detik saja (untuk vareasi), untuk membantu menjaga momentum. Cobalah menggunakan lensa  yang berbeda , mulai dari lensa untuk sudut lebar hingga lensa makro.
  4. Memiliki alur cerita: Lebih penting menceritakan sebuah kisah dalam video dibandingkan dengan fotografi, karena Sobat harus melibatkan orang/objek untuk jangka waktu tertentu. Ketika Sobat mampu bercerita dengan alur (plot) yang menarik ini akan membantu Sobat untuk menahan perhatian para pengunjung blog Sobat, seandainya sobat adalah seorang Blogger dan tentunya kita berharap semoga mereka mau menggunakan jasa kita.
  5. PersiapanYang Matang: Dunia video akan membutuhkan pikiran dan persiapan yang lebih matang terutama pada bagian-bagian (segmen) yang harus digabungkan agar menjadi satu bagian yang terpadu. Meringkas cerita yang ingin Sobat visualisasikan, dan mencari tahu bagian shoot mana yang Sobat butuhkan untuk memasukannya kedalam cerita. Saran saya, Gambarlah sebuah storyboard untuk mencari tahu mana gambar yang Sobat perlukan, dan bagaimana Sobat bisa mencapai hal ini ketika proses shooting.
  6. Jangan Gerogi: Pada kebanyakan kasus, karena belum terbiasa mengambil gambar dengan format video, terkadang banyak sekali guncangan yang mengakibatkan hasil video menjadi buram bahkan seperti ada gempa. Dan Sobat juga harus Ingat, Kamera akan merekam setiap gerakan bahkan suara napas Sobat. Pertimbangkan untuk  meletakan kamera Sobat pada tripod (atau monopod). Atau mungkin pilihan lainnya adalah unit steadicam yang akan memberikan Sobat gambar menjadi lebih stabil dan fleksibel.
  7. Audio: Ketika pertama kali mencoba, mungkin Sobat menggunakan audio pada video Sobat dengan musik overlay hasil kreatifitas Sobat. Kalau Sobat merasa canggung, download saja berbagai musik royalti bagi para fotografer di Triple Scoop Musik. Nah, Setelah Sobat merasa lebih nyaman atau terbiasa, cobalah menangkap audio dari adegan itu sendiri, termasuk  suara-suara subyek, kebisingan, dan banyak lagi. Rasanya semakin ber pengalaman dalam dunia video,maka semakin ahli Sobat untuk merekam audio yang rumit.
  8. Editing: Jika Sobat belum pernah meng-edit  sebelumnya, Sobat mungkin merasa frustasi ketika Sobat sadar bahwa Sobat belum cukup ahli dalam hal ini. Sebagai contoh, Sobat mungkin menginginkan adegan fade in, untuk itu Sobat perlu untuk merekam sekitar 5 detik dari video sebelum dan sesudah setiap adegan agar  memberi waktu yang cukup untuk  fade in dan fade out. Shoot- lah dari berbagai sudut pandang lebih banyak dari yang Sobat pikirkan dan  butuhkan.
  9. Buat Hasil Sesingkat Mungkin: Jika Sobat mencoba untuk menceritakan sebuah cerita dan tidak hanya merekam peristiwa penting (seperti pernikahan), Sobat harus membuat  cerita yang sangat singkat.  Panjang potongan video tergantung pada produk akhir. Jika kita sebagai fotografer yang bertujuan untuk  membuat potret video atau  video pendek sebagai paket tambahan, ktia bisa membuat video durasi pendek seperti video musik (video clip). Rata-rata panjang durasi yang khas adalah antara 2 sampai 5 menit. Secara umum, semakin pendek sebuah film semakin baik karena ini akan membawa dampak dan membuat penonton terlibat.
  10. Jangan Terpaku pada Aturan: Sama seperti dengan fotografi, aturan dimaksudkan untuk dilanggar.  Beberapa direksi terbesar dan cinematographers biasanya melanggar aturan, tetapi Sobat tentunya harus mengetahui dulu aturannya sebelum melanggarnya.

By: Admin

 

Baca juga :

Tips Menjadi Photographer Profesional

 

 

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s