Harga Portrait & Photography Pernikahan Bag. 1

Pertimbangan Harga untuk potret dan photographer pernikahan.

Mendapatkan uang dalam Photography sangat mudah bila Anda memahami hubungan antara dana untuk melakukan bisnis ini dan biaya Anda agar bisnis ini dapat menguntungkan.

Seorang Photographer Profesional menyajikan beberapa pertimbangan harga dasar untuk potret dan photographer pernikahan.

Dari semua jasa penyewaan, Photography adalah salah satu yang paling sulit mengenai harga. Kompleksitas layanan yang diberikan membuat tantangan untuk menentukan berapa banyak biaya untuk sebagian besar jenis Photography potret atau Photography candid.

Sebagian besar perusahaan memberikan jasa, menjual produk dan / atau memproduksi barang-barang. Namun Photographer, memberikan jasa, menjual produk, dan biasanya mereka mengawasi pembuatan “produk“. Hal ini membuat aspek manajemen bisnis Photography jauh lebih rumit daripada bisnis lain dan menambahkan kompleksitas untuk tugas harga barang dan jasa Photography.

A. Fungsi Bisnis yang Mempengaruhi Harga

Profesi potret dan Photography pernikahan terdiri dari empat fungsi bisnis yang penting: pemasaran dan merchandising; konsultasi klien / pendidikan; produk penjualan dan pelayanan; dan pembuatan produk.

Setiap fungsi memiliki efek timbal balik pada struktur harga studio, yang pada gilirannya berdampak besar pada kemampuan photographer untuk mengelola bisnisnya. Terlalu banyak photographer pemula menetapkan harga mereka menurut daftar harga pesaing. Ini bisa menjadi kesalahan manajemen yang fatal, bukan hanya karena pesaing mungkin telah menetapkan harga nya terlalu tinggi atau terlalu rendah, tetapi karena harga ini kemungkinan besar tidak mencerminkan seorang photographer baru yang menetapkan biaya bukan pada kelasnya.Tidak ada dua bisnis yang serupa, dan merupakan perbedaan di antara mereka yang mempengaruhi harga.

B. Faktor yang Mempengaruhi Harga

Diantara faktor-faktor yang mempengaruhi harga potret dan Photography pernikahan adalah kualitasnya, nilai yang dirasakan dari pekerjaannya, biaya untuk melakukan bisnis, dan jumlah usaha yang dapat ditransaksikan oleh staf. Secara umum, photographer terlalu banyak mengundang perhatian untuk kompetisi yang mereka lakukan dan tidak cukup untuk meningkatkan produk dan layanan mereka sendiri dan tidak mempromosikan bisnis mereka.

Kompetisi dapat mempengaruhi keberhasilan Anda dalam mencapai pasar yang ditargetkan ketika saingan Anda memberikan produk yang bagus dengan harga yang jauh lebih murah. Namun, jangan pernah menurunkan harga Anda di bawah saingan Anda, cara yang terbaik adalaha Anda teerus mengembangkan strategi untuk membuat masyarakat merasa bahwa produk dan layanan Anda lebih unggul, dan memiliki nilai yang lebih baik daripada pesaing Anda.

C. Biaya Untuk Melakukan Usaha

Beban Photography jatuh ke dalam tiga kategori: Beban Biaya, Beban Pokok, Dan Beban Umum.  Beban Pokok dan Beban Umum Adalah beban harian Anda. Beban Biaya, seperti peralatan, perabot, bisnis bangunan, dan kendaraan, adalah “beban” dari waktu ke waktu yang akan terus menyusut.

Beban Umum sering disebut sebagai “overhead” atau “Beban Biaya tidak langsung.” Penjualan kadang-kadang disebut dengah “harga pokok,” “harga pokok penjualan,” atau “biaya langsung.” Cara yang baik untuk membedakan antara Beban Pokok Penjualan dan Beban Umum untuk diingat bahwa Anda menjalani biaya Beban Pokok Penjualan dengan menciptakan sebuah produk hanya jika Anda memiliki pelanggan untuk melayani, tetapi Beban Umum ada apabila Anda memiliki pelanggan.. Sebagai contoh, seorang photographer pernikahan tidak harus membeli film pada bulan Januari jika ia tidak memiliki order pernikahan pada bulan Januari, tapi ia masih harus membayar tagihan listrik untuk studio.

D. Penentuan Beban Pokok Penjualan

Apakah Anda seorang photographer pernikahan paruh waktu atau pemilik studio penuh, catatan keuangan yang akurat sangatlah penting untuk Anda jaga!. Photographer yang sukses secara finansial tidak menjalankan bisnis mereka dengan catatan-dari-meja-akuntansi. Mereka tahu di mana uang mereka berasal dan kemana ia pergi.. Harga yang secara langsung berhubungan dengan catatan yang akurat dijaga secara ketat baik uang masuk (penghasilan) dan uang keluar (biaya). Anda akan memulai proses kerja Anda dengan mengidentifikasi Beban Pokok Penjualan untuk tiap item, baik dari paket pernikahan ataupun individu.

Dalam potret dan Photography pernikahan, Biaya Penjualan terdiri dari barang dan jasa yang dibutuhkan untuk menciptakan produk yang Anda jual. Beberapa hal sangat mudah untuk diindentifikasi dan dijelaskan, seperti film, film pengolahan dan pemeriksaan, album, bingkai, dan presentasi.

Lainnya, seperti bukti album (untuk sample) mungkin  akan digunakan  beberapa kali sebelum Anda membuangnya, lebih sulit untuk memperhitungkan karena Anda harus sampai pada sosok yang mencerminkan bahwa Anda adalah orang yang bermanfaat untuk mereka (klien). Biaya Penjualan lainnya yang mudah dilupakan termasuk biaya bahan kemasan dan penyelesaian gambar, biaya  retouching, bahan mounting, dan semprotan finishing. biaya retouching bisa hilang ketika seorang karyawan berfungsi sebagai pekerja kantor dan orang yang meretouch (retouching). Dalam hal ini, Anda harus menetapkan biaya pekerjaan per retouching saat menghitung harga.

Biaya sulit lainnya adalah Beban gaji yang harus dibayarkan kepada photographer. Secara imum, gaji karyawan full-time dianggap sebagai bagian dari overhead bisnis, upah dan tunjangan ini dicatat sebagai Beban Umum. Namun, upah yang dibayarkan kepada buruh kontrak yaitu Anda menyewa sesekali untuk pekerjaan tertentu, seperti memotret pernikahan, masuk kedalam Beban  Biaya dan lebih dikenal dengan sebutan “buruh kontrak.”

Seorang pekerja kontrak adalah pekerja non-UMR (Upah Minimum Regional) dimana Anda tidak perlu membayar pajak kerja.Di beberapa negara Para buruh kontrak diwajibkan untuk mengirimkan faktur untuk jasanya, dan pemilik bisnis harus melaporkan pendapatan dia untuk individu pada dokumen-dokumen pemerintah yang terkait (akuntan Anda dapat memberikan informasi ini). Namun, seorang buruh kontrak yang bekerja hanya bisa dianggap karyawan pada suatu audit pemerintah, dan Anda bisa dipaksa untuk membayar kembali pajak dan denda pada pekerja yang gaji.

Beberapa pemilik usaha, terutama mereka yang merencanakan untuk menjadi  photographer, akan membuat biaya pekerjaan untuk mereka sendiri. Kemudian mereka membayar sendiri untuk dua fungsi berbeda: sebagai photographer dan sebagai pemilik / manajer. Ini jelas menunjukkan efektifitas berapa biaya pemilik studio untuk mengganti dirinya dengan seorang karyawan dan disatu sisi dia sebagai pemilik / manajer.

Menghitung untuk kompensasi pribadi itu memang rumit, tapi setidaknya pada tahap-tahap awal bisnis, biasanya lebih disukai untuk melihat kompensasi pemilik sebagai item Beban Umum. Berikut adalah beberapa Biaya Penjualan khas kategori dan item dalam potret / pernikahan bisnis Photography:

  • Film, hitam-putih dan warna
  • Kontrak kerja atau tarif per jam berdasarkan jenis dan harga Photography Anda (biasanya Photography pernikahan)
  • Biaya  Lab: pemrosesan film/cuci-cetak, pembesaran, kanvas (pastikan untuk menyertakan biaya  obat (chemical) dan kertas untuk semua item yang diproduksi di-rumah)
  • Shipping charges for proofs and finished pictures • biaya  Pengiriman untuk bukti dan penyelesaian gambar/foto
  • retouching / print finishing, termasuk biaya design dan perlengkapan, biaya cetak atau penyemprotan perlengkapan, biaya pemasangan atau pasokan (jika \ karyawan akan melakukan tugas-tugas ini, biaya per pekerjaan harus ditetapkan)
  • Aksesoris  seperti bingkai, album, folks, barang Photography, dan bahan kemasan yang berhubungan.

E. Mengapa Beban Pokok Penjualan Penting

Alasan yang jelas mengapa penghitungan dari Beban Pokok Penjualan begitu penting adalah bahwa Anda harus tahu apa yang Anda biayai apakah cukup untuk membuat keuntungan?. Namun beberapa photographer pemula, karena antusiasme mereka untuk membuat gambar/foto, sebenarnya biaya akan lebih sedikit untuk menyelesaikan pekerjaannya daripada menghabiskan biaya untuk bahan baku. Hal ini terjadi karena mudah untuk mengabaikan tuntutan seperti retouching atau pengiriman dan penanganan.

Banyak para photographer yang lupa memasukan daftar film sebagai beban! Walaupun pemakaian film kini menggunakan teknik digital, namun tentu saja perhitungan ini teteap menjadi acuan. Setelah Anda tahu berapa biaya untuk membuat berbagai produk, itu akan mempermudah dalam itungan matematis untuk menentukan berapa banyak biaya agar bisnis Anda menguntungkan.

Ringkasan dari ” Pegangan Manajemen Buku Photographer Profesional ” (Marathon Press), oleh Ann K. Monteith, M.Photog.Cr., Hon.M.Photog., A-ASP, CPP, yang disetujui bisnis instruktur-AKP

Jika anda suka artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s