KONSEP PAHLAWAN

Pernahkah Sobat membayangkan bagaimana kehidupan masa lampau ketika negara kita berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia setelah Bung Karno pada tangga 17 Agustus 1945  memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Saat itu Belanda yang telah menjajah negara Indonesia selama kurang lebih 350 tahun kembali lagi diboncengi oleh para sekutu.

Apabila kita hanya membayangkan sekilas tentunya gambaran sejarah itu tentu saja kita cipta-citpakan dalam alam bawah sadar kita (fikiran) tanpa kita tahu bagaimana posisi Bung Karno saat itu, apa yang di pakai Bung Karno pun terkadang kita cipta-ciptakan saja sendiri, toh kita nggak tahu kejadian sebenarnya.

Lalu cobalah Sobat main ke musieum arsip-arsip nasional, lalu Sobat cari foto-foto tentang proklamasi kemerdekaan lalu sekarang Sobat lihat posisi Bung Karno, pakaian yang ia pakai atau pemandangan pada saat itu, tentu saja Sobat akan lebih mudah membayangkannya bukan?

Itulah manfaat foto dilihat dari sisi sejarah, apabila pada saat itu para fotographer tidak pernah mengabadikan moment bersejarah itu tentunya kelengkapan sejarah tentang proklamasi itupun berkurang, karena tanpa foto tidak ada bukti-bukti yang lebih sah.

Lalu siapa yang memprakarsai foto-foto bersejarah itu sehingga kita bisa tahu kejadian yang penting di masa lalu? Dialah dua bersaudara Alexius Impurung Mendur (1907-1984) dan Frans Soemarto (1913-1971) keduanya-lah fotographer yang mendokumentasikan detik-detik proklamasi lewat kamera fotonya. Sampai saat ini foto-foto tersebut dapat kita nikmati, bahkan dalam buku, website, ataupun media lainnya.

Seandainya pada waktu itu Beliau tidak membidikan kameranya untuk mendokumentasikan Proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jl.Pegangsaan Timur No.56 Jakarta yang dibacakan oleh Bung Karno, maka hari yang sangat beresejarah itupun mungkin hanya isapan jempol belaka karena tanpa bukti yang kuat.

Walaupun proklamasi itu di rekam (seperti yang kita sering dengar sekarang) itupun bukanlah original, maksudnya adalah rekaman itu dibuat bukan pada saat Bung Karno membacakan proklamasi, namun di rekam ulang pada tahun 1950-an oleh Jusup Ronodipuro (silahkan baca di blognya saudara Wisnu).

Namun bidikan kamera itu adalah asli pada hari, tempat dan jam yang sama ketika proklamasi di bacakan. Jadi sungguh originalitas foto itu dapat dipertanggung jawabkan (namun sayang negatifnya telah hilang).

Bung Tomo
Bung Tomo

Dengan melihat foto-foto tersebut, kita dapat membayangkan bagaimana hari Proklamasi Kemerdekaan itu terjadi, kitapun dapat melihat wajah-wajah yang tegang  karena pada saat itu bendera Jepang masih berkibar yang tentu saja mendatangkan ketakutan yang luar biasa.

Nah, memperingati hari-hari bersejarah ini, Sobat yang berkeinginan untuk Outdoor Pre-wedding kami meberikan ide konsep  PAHLAWAN.

Yang Sobat perlukan hanyalah pakaian-pakaian jaman dulu yang bisa Sobat pinjam atau sewa dari kakek dan nenek Sobat , jika Sobat berminat jangan ragu-ragu  silahkan hubungi Kami di 022-76757250 atau email ke chenlinsar@yahoo.com

Untuk melihat sample-sample foto yang telah Kami buat silahkan liat-liat di blog ini, Kami utamakan kualitas!

(Original By Chen dari berbagai sumber)

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s